Posts Tagged With: Self Reminder

Sekadar Berharap

Kita tentu saja akan senantiasa memohon kepadaNya. Agar kelak dapat merasakan kenikmatan Surga. Hingga doa-doa yang senantiasa kita panjatkan setiap harinya. Setidaknya 2 kebaikan : Di dunia dan di akhirat. Juga satu ketakutan : agar terhindar dari api neraka. Menjadi doa wajib yang senantiasa menutup rangkaian munajat panjang kita kepadaNya.

Bahkan tentu saja kita tak ingin merasakan kenikmatan itu sendiri. Ada kedua orang tua kita yang senantiasa kita doakan. Memohon kepadaNya dengan penuh sungguh agar dosa-dosa mereka, termasuk dosa kita diampuni olehNya. Agar Allah mencurahkan kasih sayangNya kepada ayah dan ibunda kita, sebagaimana mereka mencurahkan kasih sayangnya pada kita saat kecil. Ya, hanya itu yang bisa kita lakukan, sebab sekuat apapun kita membalas, takkan mampu menyamai kasih sayang mereka kala kita tak berdaya. Continue reading

Categories: Renungan | Tags: | Leave a comment

Lelah : “KaruniaNya”

Terkadang kita lelah dengan pekerjaan yang ada. Ingin berhenti sejenak. Bersantai di rumah. Atau bahkan lari dari segala aktivitas rutin yang ada. Bahkan tak jarang perasaan ingin berhenti total atau keluar dari segala kesibukan yang ada.

Sementara di sana ada orang-orang yang tak kunjung memperoleh sarana mencari nafkah. Ia lelah, bukan seperti lelahmu. Justru ia ingin merasakan rasa lelah yang kau rasakan. Ketika ia masih berkutat dengan pencarian kepastian, sementara kamu justru lelah dengan segala kepastian yang diamanahkan olehNya. Continue reading

Categories: Renungan | Tags: , | Leave a comment

Self Reminder

Pekerjaanmu yang banyak, adalah impian para pengangguran
Anakmu yang berisik, adalah impian para wanita yang ditakdirkan tak beranak
Rumahmu yang mungil, adalah impian dari orang orang yang terusir
Hartamu yang sedikit, adalah impian mereka yang terbelit hutang
Kesehatanmu, adalah impian mereka yang sakit
Senyumanmu adalah impian mereka yang gelisah
Allah menutup aibmu, itulah juga impian mereka yang keburukannya terumbar
Sampai istiqomahmu pun, impian bagi mereka yang banyak berdosa
Maka jadikanlah syukur dan ridha sebagai jalan hidupmu

– DR. Syaikh Al Ma’sharawi

Categories: Renungan | Tags: | Leave a comment

Awan

Ia dinanti. Manakala siang hari. Di kala terik mentari menyinari bumi. Memberi keteduhan tersendiri. Tak jarang semilir angin turut menemani. Meredakan panasnya bumi. Mengurangi peluh keringat yang bercururan tiada henti.

Ia dibenci. Manakala hujan membasahi. Deras tanpa kompromi. Abu-abu kelabu, hingga kehitaman mewarnai. Membuat bencana di sana-sini. Banjir, longsor, hingga angin tornado menghantam semua yang dilewati. Kilat menyambar di selanya tanpa kompromi. Membuat manusia tak tahu arah berlari. Continue reading

Categories: Renungan | Tags: , | Leave a comment

Blog at WordPress.com.