Posts Tagged With: Marriage

Suami Bagimu Belum Tentu Ayah Bagi Anak-Anakmu

The world has change, and from year to year, children become fatherless – Anonymous

Seorang ahli psikologi berkata bahwa dunia berubah. Semakin banyak anak-anak yang yatim sekalipun ia memiliki seorang ayah. Ayah yang kehadirannya kian lama tak dirasakan lagi. Peran ayah kini kian lama kian bergeser. Hanya menjadi pencari nafkah tanpa memedulikan bagaimana tumbuh kembang anaknya karena sudah percaya pada ibunda. Maka ketika hasil pendidikan ibu yang didadaptkan tidak sesuai ekspektasi, akhirnya ayah cenderung menyalahkan istri, “Kamu nggak becus mendidik anak!”. Continue reading

Categories: Islam | Tags: , , | Leave a comment

Nasab yang Baik

“Bagaimana Keluarganya?”

Pertanyaan yang sama seringkali terlontar saat menyebut sebuah nama. Baik dari ayah maupun ibu. Bahkan untuk hal ini seakan mereka ingin jauh lebih tau dari aspek lainnya. Bukan berarti mengecilkan kriteria yang lain, atau bahkan menganggap tidak penting. Namun seiring berjalannya waktu pada akhirnya saya paham tentang kekhawatiran mereka. Bukan khawatir sebenarnya. Hanya saja memastikan agar ke depan saya tak akan mengalami kesulitan yang berarti. Continue reading

Categories: Islam | Tags: | Leave a comment

Madrasah Pertama dan Kepala Madrasah

Tentu saja kita sudah sering mendengar syair ini.

Ibu adalah madrasah pertama
Jika kamu menyiapkannya
Maka dia menyiapkan generasi baik

Peran ibu memang sangat besar dalam mendidik anak-anaknya. Masih dalam suasana idul adha bahwa Siti Hajar , sosok yang melahirkan keluarga para Nabi, yang bagaimana beliau mendidik anaknya, Ismail, a.s. menjadi anak yang beriman dan bertakwa, sementara ayahandanya Nabi Ibrahim a.s. hampir jarang menemuinya di masa kecil karena harus pergi meninggalkan mereka. Betapa luar biasanya peran seorang ibu ketika berupaya menghadirkan seorang ayah bagi anak-anaknya manakala ayah sedang mencari nafkah. Continue reading

Categories: Tulisan | Tags: , | Leave a comment

Sama Sama Kuat

“Jadi, kamu siap?”

Pertanyaan yang menjadi titik tekan dari awal. Bahwa kebersamaan bukanlah awal mengendornya kebermanfaatan. Akan ada perih yang dihadapi, ujian dengan harta yang masih belum mumpuni. Bahkan bisa saja mimpi mimpi yang awalnya sendiri harus disusun ulang kembali.

Saya menjadi ingat, beberapa waktu silam, Ustadz Yossi Al Muzanni menyampaikan, “Andaikan ini bukan SunnahNya, maka pasti banyak yang tak melakukannya. Sebab sebenarnya, kamu menambah masalah”. Continue reading

Categories: Tulisan | Tags: | Leave a comment

Blog at WordPress.com.