Posts Tagged With: Islam

Tidak Layak

Bukan! Bukan karena amal baik kita kelak jika seandainya kita masuk surga. Amal kita tak sebanding dengan generasi sahabat nabi.

Bukan juga karena segala ujian dariNya yang berhasil kita lalui. Tak pernah kita menderita penyakit menjijikkan laksana Nabi Ayyub a.s. Tak pernah pula kita difitnah laksana Nabi Yusuf. Apalagi dilempari batu hingga berdarah darah laksana Rasulullah SAW.

Bukan pula karena sedekah kita yang selalu memilih nominal paling kecil di dompet. Jangankan seperti Abu Bakar yang seluruh hartanya. Seperti Umar yang separuh harta saja kita tak pernah.

Kita tidak pernah layak masuk ke surgaNya. Hanya karena Rahman dan RahimNya lah kita barangkali kelak bisa berkumpul di sana. Juga karena doa kedua orang tua kita yang padahal barangkali sering kita sakiti. Serta syafaat dari Rasulullah kepada ummatnya yang tak pernah lalai dalam bershalawat kepadanya.

Selamat menyambut jum’at. Jangan lupa perbanyak shalawat. Perbanyak dzikir dan pujian kepadaNya. Juga muliakan dan doakan terus kedua orang tuamu.

Categories: Renungan | Tags: , | Leave a comment

Tips menghapalkan Al Qur-an ala Ustadz Adi Hidayat.

Sudah mau berlalu lagi satu tahun, mungkin juga kamu tahun lalu berjanji ke diri sendiri untuk bisa menghapalkan Al Qur-an, kali ini kuatkan dan mantapkan niat ya.

Jangan kasih kendor 😀

#disclaimer
ini bukan tulisanku ya 🙂
semoga pemilik tulisan ini berlimpah pahalanya
Aamiiin

Noted 🙂

Categories: Islam, Tulisan | Tags: | Leave a comment

Doa

Dan Rabbmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina“. (QS. Ghafir: 60)

Kekuatan yang barangkali seringkali kita lalaikan. Padahal ia tak terukur. Bahkan bisa saja keberhasilan kita hari ini karena doa doa orang tua dan kawan kawan kita. Bukan doa kita sendiri, yang banyak berlumur dosa.

Tentu saja ini tak sama dengan mengemis. Atau sekedar meminta minta. Semakin banyak doa yang kita panjatkan justru semakin menunjukkan ketidakberdayaan kita di hadapanNya. Semakin kita merasa rendah diri di hadapanNya. Serta dan semoga menjadikan diri ini tak sombong di hadapanNya. Continue reading

Categories: Renungan | Tags: , | Leave a comment

Lelah : “KaruniaNya”

Terkadang kita lelah dengan pekerjaan yang ada. Ingin berhenti sejenak. Bersantai di rumah. Atau bahkan lari dari segala aktivitas rutin yang ada. Bahkan tak jarang perasaan ingin berhenti total atau keluar dari segala kesibukan yang ada.

Sementara di sana ada orang-orang yang tak kunjung memperoleh sarana mencari nafkah. Ia lelah, bukan seperti lelahmu. Justru ia ingin merasakan rasa lelah yang kau rasakan. Ketika ia masih berkutat dengan pencarian kepastian, sementara kamu justru lelah dengan segala kepastian yang diamanahkan olehNya. Continue reading

Categories: Renungan | Tags: , | Leave a comment

Blog at WordPress.com.