Posts Tagged With: Islam

Euro Trip Day 4: Jejak Islam di Eropa (2): Sevilla – Alcazar, Perpaduan Mahakarya Bangsa Moor dan Romawi

Sevilla hingga hari ini seolah masih menari dalam angan
Adalah kota di mana banyak para seniman terlahir
Penduduk Spanyol mengibaratkan kota ini laksana wanita cantik nan menawan
Tak pelak, siapa pun yang mengunjunginya seolah merasa tersihir
Ada banyak jejak islam  walau sekarang hanyalah tinggal kenangan
Maka teruslah langitkan munajatmu, agar kelak islam di sini kembali terlahir

Perjalanan kami selanjutnya adalah Istana Alcazar. Lokasinya tepat di sebelah dari Sevilla Cathedral. Datang ke situ ternyata antrinya Masya Allah =)). Jauh lebih panjang. Untungnya kami sudah membeli tiket online jadi bisa langsung skip antrian panjangnya. Nah kami tapi terlambat satu jam dari jadwal yang diharuskan karena saat di cathedral, antrian menuju puncak tower la giralda cukup panjang. Untungnya saat itu petugasnya masih membolehkan.

The Lion Gate

Lion Gate: Istana Alcazar (Sumber: Ibrahimsfamily.com , ceritanya fotonya kok nggak ada dari kamera saya 😦

Continue reading

Categories: Europe, Halal Trip, Travelling | Tags: , , , , , , | 1 Comment

Kegigihanmu

“Kegigihanmu dalam mencari apa yang telah dijamin untukmu dan kekuranganmu dalam melaksanakan apa yang diminta darimu menjadi bukti butanya mata hatimu

– Ibnu Atha’illah al-Iskandari, dalam Kitab Al-Hikam

Bukankah sering kita melakukan hal ini, sementara kita tak menyadari. Padahal panggilanNya selalu datang pada kisaran waktu yang sama. Sejak engkau kecil dahulu, hingga saat ini, azan berkumandang dalam deviasi waktu yang tak jauh berbeda. Namun mengapa ia seringkali justru terkalahkan oleh keegoisanmu kepada hal-hal duniawi. Ia kalah oleh pertemuan, rapat, yang bahkan kau sendiri mampu me-reschedule-nya.

Kau begitu gigih dalam memperjuangkan urusanmu. Kau siapkan presentasi terbaikmu, kau berlatih, kau memukau di depan customer-mu. Kau pun juga siapkan pakaian terbaik, parfum paling wangi, serta sepatumu tak kalah mengkilat. Sementara Dia tak pernah meminta banyak hal. Dia hanya memanggil sejenak, bahkan mungkin tak sampai setengah jam telah cukup untuk menyeleseikannya. Tapi kau seolah terlalu sibuk, serta beranggapan masih ada waktu nanti.

Continue reading

Categories: Renungan | Tags: , | Leave a comment

Jaminan

Begitu sering rasa khawatir melanda kita dalam kehidupan. Mulai dari anak-anak kecil hingga mereka yang dewasa dan tua memiliki kekhawatirannya masing-masing. Ada banyak penyebab yang membuat mereka cemas, lantas hidup pun menjadi tak tenang.

Anak-anak sering khawatir akan nilai-nilai sekolahnya. Kadang, mereka bahkan takut pulang untuk sekedar bertemu kedua orang tuanya. Takut dimarahi, takut tak boleh bermain seperti biasanya.

Memasuki masa remaja, kekhawatiran manusia menjadi lebih kompleks. Dari aspek sekolah mereka, bisakah menembus sekolah favorit. Atau akankah aku menjuarai lomba ini, lomba itu. Apakah aku bisa membanggakan nama sekolah nantinya. Termasuk kala benih-benih cinta mulai tumbuh, rasa khawatirmu semakin kompleks. Kali ini kamu tidak hanya memikirkan dirimu sendiri, namun juga orang lain. Orang yang kau sayangi, yang ingin kau bersamai.

Continue reading

Categories: Renungan | Tags: , | Leave a comment

Tidak Layak

Bukan! Bukan karena amal baik kita kelak jika seandainya kita masuk surga. Amal kita tak sebanding dengan generasi sahabat nabi.

Bukan juga karena segala ujian dariNya yang berhasil kita lalui. Tak pernah kita menderita penyakit menjijikkan laksana Nabi Ayyub a.s. Tak pernah pula kita difitnah laksana Nabi Yusuf. Apalagi dilempari batu hingga berdarah darah laksana Rasulullah SAW.

Bukan pula karena sedekah kita yang selalu memilih nominal paling kecil di dompet. Jangankan seperti Abu Bakar yang seluruh hartanya. Seperti Umar yang separuh harta saja kita tak pernah.

Kita tidak pernah layak masuk ke surgaNya. Hanya karena Rahman dan RahimNya lah kita barangkali kelak bisa berkumpul di sana. Juga karena doa kedua orang tua kita yang padahal barangkali sering kita sakiti. Serta syafaat dari Rasulullah kepada ummatnya yang tak pernah lalai dalam bershalawat kepadanya.

Selamat menyambut jum’at. Jangan lupa perbanyak shalawat. Perbanyak dzikir dan pujian kepadaNya. Juga muliakan dan doakan terus kedua orang tuamu.

Categories: Renungan | Tags: , | Leave a comment

Blog at WordPress.com.