Posts Tagged With: Europe

Euro Trip Day 4: Jejak Islam di Eropa (1): Sevilla – La Giralda dan Gema Adzan yang Hilang

La Giralda Minaret – Sevilla

Dari puncak Metropol Parasol, aku melihat keindahan Kota Sevilla. Tunggu! Masih ada yang kurang. Aku pun berputar mencari di mana bangunan itu. Menara yang berdiri kukuh semenjak abad ke-12, dan selama 800 tahun lamanya menjadi bangunan tertinggi di Sevilla. Ah, akhirnya kutemukan. Warna kecoklatannya semakin indah kala terik mentari menyinarinya.

Menjelang pukul 12, aku dan teman-teman berjalan menuju ke Sevilla Cathedral. Lalu terdengarlah suara itu. Gema lonceng berdentum tepat dari menara depanku. Tak kubuang waktu, kukeluarkan hp-ku dan kurekam momen itu. Dan tanpa sadar air mataku menetes.

Tak kudengar lagi suara azan
Yang tersisa hanyalah dalam angan.
Tak kulihat lagi kemilau perunggu di puncak nan menyilaukan.
Yang kini terlihat adalah lonceng-lonceng yang bergantungan.

Kutapakkkan kakiku pada puncak La Giralda
Kubayangkan berabad silam sang muazin membuat azan bergema
Kutatap 4 penjuru mata angin Sevilla
Dan aku pun bertasbih atas keindahannya, untuk kesekian kalinya
Namun tentu saja yang kulihat hari ini tak se-elok dahulu kala
Saat kau telah membuat azan bergema
Niscaya dari 4 penjuru kau saksikan gerombolan manusia beriringan
Menuju tempat sujud yang kini hanyalah tinggal kenangan.
Continue reading

Categories: Halal Trip, Journey | Tags: , , , , , | 7 Comments

Euro Trip Day 2 – Paris: Garis Imaji Menuju Tanah Suci

Di tengah-tengah antrian untuk berfoto di depan Arc de Triomphe, sontak tiba-tiba ingatanku melayang ke sebuah novel yang kubaca di tahun 2011. “99 Cahaya di Langit Eropa” karya Mbak Hanum Salsabila Rais, yang kali pertama membacanya saat itu membuatku penasaran. Benarkah bahwa bangunan ini tepat menghadap kiblat? Sembari menunggu berfoto di depannya, iseng-iseng aku membuka Google QiblaFinder di hp ku. Aku berputar mengikuti arah kompas dari semula menghadap ke Arc de Triomphe, 180 derajat ke belakang hingga pandanganku menuju Champ Elyess, salah satu poros jalan utama di Paris. Dan aku pun bertasbih. Bahwa benar, sekalipun menyimpang sedikit, sekitar 5 derajat, bangunan ini  menghadap ke Makkah. Kembali aku ingin memastikan sendiri. Percakapan Hanum dan dan Marion dalam buku 99 Cahaya di Langit Eropa seakan muncul kembali dalam ingatan. Axe Historique, garis imajiner yang katanya membelah Paris, kuamati pelan-pelan di aplikasi google maps-ku. Kulihat pelan-pelan, dan kembali lisan ini bertasbih. Di depanku tepat ada jalanan Champ Elyess, kemudian ketika ditarik garis lurus kembali ke arah Makkah, maka ia akan melewati Monumen Obelisk, Museum Louvre, hingga Arc de Triomphe de Carrousel. Masih terkesiap, kuberbalik kembali ke Arc de Triomphe. Di atasnya tampak patung kereta kuda Yunani Kuno, yang ditarik 4 ekor kuda dan diapit dua perempuan bersayap, kesemuanya menghadap ke arah kiblat.

Continue reading

Categories: Europe | Tags: , , | 2 Comments

Epilog Scholarship Journey (12-end) : 12 Failures, Never Ending Persistence and Hope

Just because you fail, doesn’t mean the end of your struggle. Failures actually your next step to open more and more opportunities. Just because you fail, doesn’t mean giving up. It just because sometimes His answer is almost reached, but you stop your effort. Try, try, and always try to pursue your dream. Pray, pray, and always pray to Allah, because his plan is always unpredictable, unbelievable, and often happened in unexpected time. 

20 Agustus 2018, 13.30 – Copenhagen Airport, Arrival Gate

Aku termenung. Seakan tak percaya bahwa kaki ini terizinkan olehNya tuk menginjak bumi Eropa. Masih tak percaya di bangku Qatar Airways, mataku tak pernah lepas dari jendela. Jembatan yang menghubungkan Denmark – Swedia terlihat jelas dari pesawat. Mataku berkaca-kaca. Lisanku tak henti-hentinya mengucap syukur kepadaNya. 2 tahun perjuangan bukanlah waktu yang singkat, namun begitu cepat tak terasa.

Terkadang masih tak percaya, mengapa Allah justru memilih hamba yang berlumur dosa ini untuk berada di sini. Ada banyak mereka yang lebih layak, jauh lebih berprestasi, jauh lebih pandai, jauh dari sosok yang tak ada apa-apanya ini. Masih teringat beberapa rekan-rekan seperjuanganku beasiswa, yang nyatanya mereka benar-benar outstanding saat perkuliahan, namun beberapa justru kandas di tengah jalan. Hingga dari situlah aku semakin menyadari bahwa aku tak ada apa-apanya. Bukan karena perjuanganku barangkali aku berada di sini, sebab hanya karena rahmatNya dan doa-doa dari kedua orang tua, saudara, keluarga, juga bapak ibu guru dan dosen yang setiap kali bertemu, aku hanya ingin meminta doanya.

Continue reading

Categories: Scholarship Journey, Study Abroad | Tags: , , , , , , , , | 7 Comments

Blog at WordPress.com.