Master Journey (#MJ1) : Swedish Academic Atmosphere

PhotoGrid_1537474736423

Tanpa terasa, tepat tanggal 20 September 2018 kemarin, genap sudah satu bulan saya menjejakkan kaki di daratan Swedia. Banyak sekali rasanya yang ingin saya tuliskan di blog ini, mulai dari bagaimana kondisi “desa” Lund tempat saya studi ini, bagaimana kerennya sustainability di Swedia, kisah saya menjadi “pemulung” waste station, sampai tentang pengalaman bikin satu corridor terbangun gara-gara alarm kebakaran yang nyala gara-gara ulah saya pagi-pagi =)).

Tapi wait, saya rasa kembali pada niat awal di sini untuk studi, menuntut ilmu sebanyak-banyaknya, maka hal inilah yang akan saya tulis terlebih dahulu 🙂 Atmosfer akademik Swedia. Hmm, mulai dari mana yah, oke mulai dari hal-hal yang paling sederhana dulu 🙂

Continue reading

Categories: Master Journey | Tags: , , | 11 Comments

Epilog Scholarship Journey (12-end) : 12 Failures, Never Ending Persistence and Hope

Just because you fail, doesn’t mean the end of your struggle. Failures actually your next step to open more and more opportunities. Just because you fail, doesn’t mean giving up. It just because sometimes His answer is almost reached, but you stop your effort. Try, try, and always try to pursue your dream. Pray, pray, and always pray to Allah, because his plan is always unpredictable, unbelievable, and often happened in unexpected time. 

20 Agustus 2018, 13.30 – Copenhagen Airport, Arrival Gate

Aku termenung. Seakan tak percaya bahwa kaki ini terizinkan olehNya tuk menginjak bumi Eropa. Masih tak percaya di bangku Qatar Airways, mataku tak pernah lepas dari jendela. Jembatan yang menghubungkan Denmark – Swedia terlihat jelas dari pesawat. Mataku berkaca-kaca. Lisanku tak henti-hentinya mengucap syukur kepadaNya. 2 tahun perjuangan bukanlah waktu yang singkat, namun begitu cepat tak terasa.

Terkadang masih tak percaya, mengapa Allah justru memilih hamba yang berlumur dosa ini untuk berada di sini. Ada banyak mereka yang lebih layak, jauh lebih berprestasi, jauh lebih pandai, jauh dari sosok yang tak ada apa-apanya ini. Masih teringat beberapa rekan-rekan seperjuanganku beasiswa, yang nyatanya mereka benar-benar outstanding saat perkuliahan, namun beberapa justru kandas di tengah jalan. Hingga dari situlah aku semakin menyadari bahwa aku tak ada apa-apanya. Bukan karena perjuanganku barangkali aku berada di sini, sebab hanya karena rahmatNya dan doa-doa dari kedua orang tua, saudara, keluarga, juga bapak ibu guru dan dosen yang setiap kali bertemu, aku hanya ingin meminta doanya.

Continue reading

Categories: Scholarship Journey, Study Abroad | Tags: , , , , , , , , | 6 Comments

Scholarship Journey (11) : Ramadhan – Jawaban Sesungguhnya

Menapaktilasi perjuangan yang pada akhirnya telah sampai ke ujungnya. Perjalanan yang dimulai tahun 2016 yang lalu pasca menuntaskan amanah akademik kampus. Hingga hari ini, betapa banyak pelajaran yang dapat dipetik. Bahwa hanyalah Allah sebaik-baik perencana. Hanya Allah yang mengetahui tentang apa, kapan, di mana, dan bagaimana waktu yang terbaik untuk hamba-hambaNya. Ketika Dia merasa bahwa hambaNya telah pantas dan kuat menerima segala ketetapan dariNya, niscaya Allah tak akan segan-segan mengabulkan doa kita, bahkan memberikannya dengan cara yang jauh tak pernah kita sangka.

November 2017

Jika tidak salah, pada bulan itulah saya mulai masuk ke grup awardee LPDP Swedia. Mulai mengenal satu sama lain. Dari kami semua jelas saja hampir nyaris tidak ada yang berangkat tahun 2018 dikarenakan memang swedia belum membuka pendaftaran saat kami mendaftar, sehingga sebagian besar dari kami tidak meng-upload LoA. Namun ada juga beberapa di antara teman-teman saya yang tetap “cuek” meng-upload LoA tahun lalu, nah ternyata mereka justru di granted untuk berangkat tahun 2018 ==’ (ini berarti LPDP ga liat tulisan tahun di LoA nya yang udah expired kali ya).

Continue reading

Categories: Scholarship Journey | Tags: | 2 Comments

Scholarship Journey (10) : When Finally His Answer Comes….

PK-122 LPDP: Samudraraksa

Menapaktilasi perjuangan yang pada akhirnya telah sampai ke ujungnya. Perjalanan yang dimulai tahun 2016 yang lalu pasca menuntaskan amanah akademik kampus. Hingga hari ini, betapa banyak pelajaran yang dapat dipetik. Bahwa hanyalah Allah sebaik-baik perencana. Hanya Allah yang mengetahui tentang apa, kapan, di mana, dan bagaimana waktu yang terbaik untuk hamba-hambaNya. Ketika Dia merasa bahwa hambaNya telah pantas dan kuat menerima segala ketetapan dariNya, niscaya Allah tak akan segan-segan mengabulkan doa kita, bahkan memberikannya dengan cara yang jauh tak pernah kita sangka.

Juli 2016
Open Recruitment: Internship Toyota. Informasi inilah yang membuatku pada waktu itu tertarik untuk mendaftar. Magang di Toyota Motor Manufacturing Indonesia, salah satu perusahaan manufaktur yang selama kuliah aku ingat betul mempelajari istilah-istilah seperti Kaizen, Toyota Production System, 5S, dan lain sebagainya. Continue reading

Categories: Scholarship Journey | Tags: | Leave a comment

Blog at WordPress.com.