Jaminan

Begitu sering rasa khawatir melanda kita dalam kehidupan. Mulai dari anak-anak kecil hingga mereka yang dewasa dan tua memiliki kekhawatirannya masing-masing. Ada banyak penyebab yang membuat mereka cemas, lantas hidup pun menjadi tak tenang.

Anak-anak sering khawatir akan nilai-nilai sekolahnya. Kadang, mereka bahkan takut pulang untuk sekedar bertemu kedua orang tuanya. Takut dimarahi, takut tak boleh bermain seperti biasanya.

Memasuki masa remaja, kekhawatiran manusia menjadi lebih kompleks. Dari aspek sekolah mereka, bisakah menembus sekolah favorit. Atau akankah aku menjuarai lomba ini, lomba itu. Apakah aku bisa membanggakan nama sekolah nantinya. Termasuk kala benih-benih cinta mulai tumbuh, rasa khawatirmu semakin kompleks. Kali ini kamu tidak hanya memikirkan dirimu sendiri, namun juga orang lain. Orang yang kau sayangi, yang ingin kau bersamai.

Continue reading

Categories: Renungan | Tags: , | Leave a comment

Tips & Trik Belajar IELTS (5): Writing

Tulisan ini sekaligus menjadi bagian terakhir alias menuntaskan tips trik belajar IELTS. Setelah sebelumnya saya bahas di bagian pertama tentang material preparation, kemudian bagian kedua mengenai listening, bagian ketiga tentang reading, lalu di bagian keempat mengenai speaking. Sengaja yang susah saya taruh di akhir :p .

Continue reading

Categories: IELTS, Study Abroad | Tags: | Leave a comment

Scholarship Journey (6) : Listing Aneka Scholarship & Universitas.


Menapaktilasi perjuangan yang hingga hari ini belum selesai. Perjalanan yang dimulai tahun 2016 yang lalu pasca menuntaskan amanah akademik kampus. Hingga hari ini, betapa banyak pelajaran yang dapat dipetik. Bahwa hanyalah Allah sebaik-baik perencana. Hanya Allah yang mengetahui tetnang apa, kapan, di mana, dan bagaimana waktu yang terbaik untuk hamba-hambaNya. Ketika Dia merasa bahwa hambaNya telah pantas dan kuat menerima segala ketetapan dariNya, niscaya Allah tak akan segan-segan mengabulkan doa kita, bahkan memberikannya dengan cara yang jauh tak pernah kita sangka.

Melanjutkan tulisan saya yang terhenti setahun silam. Pada akhirnya saya berpikir untuk melanjutkannya agar senantiasa menjadi pengingat bahwa pada setiap impian akan selalu ada perjalanan panjang dan pengorbanan. Semoga bermanfaat.

Selepas tes IELTS di IALF Malang, saya tak banyak membuang waktu. Saya segera listing aneka macam beasiswa yang bisa saya apply serta menawarkan beasiswa-beasiswa yang ada. Pada tulisan ini, saya hanya akan membagikan beberapa jenis beasiswa saja yang pernah coba saya apply. Selain beasiswa, saya juga melakukan listing beberapa universitas se-detail-detailnya termasuk bagaimana silabusnya. Oh ya, beasiswa yang saya list di sini tentu saja beasiswa yang fully funded, karena memang tentu tidak mungkin bagi saya untuk apply beasiswa yang partially funded alias tidak semua aspek mendapatkan pendanaan. Tambahan lagi, beasiswa yang akan saya share di sini juga beasiswa yang terdapat untuk course yang saya tuju ya hehe (Industrial Engineering / Logistics & Supply Chain Management). Jadi jangan kaget kalau semisal nanti tidak ada course teman-teman. Karena sebenarnya opsi beasiswa itu bisa di cari di google dan sangat banyak sekali, tergantung seberapa gigih teman-teman mencari smpai ke halaman-halaman belakang. Hehe.

Continue reading

Categories: Scholarship Journey | Tags: | Leave a comment

Tak Usah Pulang, Nak!

F : Ma, bulan depan aku pulang ya. Liburnya lumayan
M : Berapa hari memangnya?
F : 3 hari. Ya bisalah dua hari di rumah. Seharinya buat perjalanan pakai kereta
M : Lhoalah, cuman 3 hari toh, nggak usah pulang le. Nanti kamu kecapekan

Setiap kita mengabarkan kepulangan kita, tak jarang barangkali kita mendapat jawaban seperti di atas. Kepulangan yang sesungguhnya sudah pasti dinanti oleh kedua orang tua kita. Namun mereka telah cukup kuat membesarkan hati atas segala kondisi kita di rantau. Mereka telah cukup mengerti bahwa pekerjaan kita menuntut konsentrasi tinggi, emosi, juga harus sepenuh hati. Mereka bukan berpura-pura, tapi justru jauh lebih menyayangi kondisi fisikmu.

Tapi, pertemuan tetaplah mahal. Bagian yang tak bisa diganti dengan sebanyak apapun uang. Bagian yang tak bisa dirasakan walaupun setiap hari bertatap melalui video call. Maka karena itulah kuantitas waktu yang singkat seringkali melahirkan kualitas pertemuan yang tinggi.

Continue reading

Categories: Renungan, Tulisan | Tags: | Leave a comment

Blog at WordPress.com.