Renungan

Lelah : “KaruniaNya”

Terkadang kita lelah dengan pekerjaan yang ada. Ingin berhenti sejenak. Bersantai di rumah. Atau bahkan lari dari segala aktivitas rutin yang ada. Bahkan tak jarang perasaan ingin berhenti total atau keluar dari segala kesibukan yang ada.

Sementara di sana ada orang-orang yang tak kunjung memperoleh sarana mencari nafkah. Ia lelah, bukan seperti lelahmu. Justru ia ingin merasakan rasa lelah yang kau rasakan. Ketika ia masih berkutat dengan pencarian kepastian, sementara kamu justru lelah dengan segala kepastian yang diamanahkan olehNya. Continue reading

Categories: Renungan | Tags: , | Leave a comment

Self Reminder

Pekerjaanmu yang banyak, adalah impian para pengangguran
Anakmu yang berisik, adalah impian para wanita yang ditakdirkan tak beranak
Rumahmu yang mungil, adalah impian dari orang orang yang terusir
Hartamu yang sedikit, adalah impian mereka yang terbelit hutang
Kesehatanmu, adalah impian mereka yang sakit
Senyumanmu adalah impian mereka yang gelisah
Allah menutup aibmu, itulah juga impian mereka yang keburukannya terumbar
Sampai istiqomahmu pun, impian bagi mereka yang banyak berdosa
Maka jadikanlah syukur dan ridha sebagai jalan hidupmu

– DR. Syaikh Al Ma’sharawi

Categories: Renungan | Tags: | Leave a comment

Awan

Ia dinanti. Manakala siang hari. Di kala terik mentari menyinari bumi. Memberi keteduhan tersendiri. Tak jarang semilir angin turut menemani. Meredakan panasnya bumi. Mengurangi peluh keringat yang bercururan tiada henti.

Ia dibenci. Manakala hujan membasahi. Deras tanpa kompromi. Abu-abu kelabu, hingga kehitaman mewarnai. Membuat bencana di sana-sini. Banjir, longsor, hingga angin tornado menghantam semua yang dilewati. Kilat menyambar di selanya tanpa kompromi. Membuat manusia tak tahu arah berlari. Continue reading

Categories: Renungan | Tags: , | Leave a comment

Mengapa Khawatir?

“…… dan tidak satu pun makhluk bergerak di bumi melainkan dijamin Allah rezekinya” (Surah Hud, ayat 6).

Ada banyak kekhawatiran yang seringkali muncul dalam angan. Entah itu kekhawatiran yang sebenarnya atau malah hanya semu belaka. Entah yang benar benar akan terjadi atau bahkan yang nyaris tak mungkin terjadi.

Tentu saja hal itu manusiawi. Sebab bukankah kita hanya makhlukNya yang tak berdaya? Kita takkan bisa berbuat apa apa kecuali atas pertolonganNya. Namun justru seringkali kekhawatiran itu berujung pada melupakanNya. Continue reading

Categories: Renungan | Tags: | Leave a comment

Blog at WordPress.com.