Tulisan

Tidak Layak

Bukan! Bukan karena amal baik kita kelak jika seandainya kita masuk surga. Amal kita tak sebanding dengan generasi sahabat nabi.

Bukan juga karena segala ujian dariNya yang berhasil kita lalui. Tak pernah kita menderita penyakit menjijikkan laksana Nabi Ayyub a.s. Tak pernah pula kita difitnah laksana Nabi Yusuf. Apalagi dilempari batu hingga berdarah darah laksana Rasulullah SAW.

Bukan pula karena sedekah kita yang selalu memilih nominal paling kecil di dompet. Jangankan seperti Abu Bakar yang seluruh hartanya. Seperti Umar yang separuh harta saja kita tak pernah.

Kita tidak pernah layak masuk ke surgaNya. Hanya karena Rahman dan RahimNya lah kita barangkali kelak bisa berkumpul di sana. Juga karena doa kedua orang tua kita yang padahal barangkali sering kita sakiti. Serta syafaat dari Rasulullah kepada ummatnya yang tak pernah lalai dalam bershalawat kepadanya.

Selamat menyambut jum’at. Jangan lupa perbanyak shalawat. Perbanyak dzikir dan pujian kepadaNya. Juga muliakan dan doakan terus kedua orang tuamu.

Categories: Renungan | Tags: , | Leave a comment

Keputusan

Aku selalu penasaran terhadap segala keputusanNya. Terkadang sesuai yang diekspektasikan, atau bahkan melebihi, namun tak jarang menghasilkan kegagalan.

Aku yang sudah merencanakan sedemikian rupa, lantas bisa berubah hanya dalam beberapa detik saja. Yang imbasnya tak hanya satu dua saja, namun bisa jadi seluruhnya. Hingga akhirnya mozaik-mozaik itu seolah tercecer kembali.

Aku ingin memberontak, namun tak mampu, dan tentu saja tidak boleh. Tetap saja Dia Yang Maha Kuasa. Apalagi mau mengubah, memang siapakah diri kita ini?

Continue reading

Categories: Renungan | Tags: | Leave a comment

Bersyukur yang (Tak Pernah) Mudah

Bersyukur seringkali terlihat mudah. Padahal itu bukan sekadar mengucap Alhamdulillah. Atau mengadakan syukuran dari sederhana hingga mewah. Ada pula yang mewujudkan dalam bentuk sedekah. Namun justru pasca itu kegelisahan kembali merekah.

Ada hal-hal yang seringkali kita lupakan dari syukur itu sendiri. Ketika kita melalaikan amanah jabatan, padahal tak semua orang mendapat kesempatan memegang tampuk amanah yang telah dipercayakan. Ketika kita bermalas-malasan dalam pekerjaan, padahal di luar sana masih banyak pengangguran. Continue reading

Categories: Renungan | Tags: | Leave a comment

Tips menghapalkan Al Qur-an ala Ustadz Adi Hidayat.

Sudah mau berlalu lagi satu tahun, mungkin juga kamu tahun lalu berjanji ke diri sendiri untuk bisa menghapalkan Al Qur-an, kali ini kuatkan dan mantapkan niat ya.

Jangan kasih kendor 😀

#disclaimer
ini bukan tulisanku ya 🙂
semoga pemilik tulisan ini berlimpah pahalanya
Aamiiin

Noted 🙂

Categories: Islam, Tulisan | Tags: | Leave a comment

Blog at WordPress.com.