Islam

Tentang Jilbabmu : Dear Muslimah :)

Dear Muslimah

Entah mengapa beberapa hari terakhir ini saya ingin menuliskan ini. Tulisan ini lahir murni dari kerisauan dari dalam diri saya. Tentang fenomena yang seakan menjadi hal yang biasa terjadi di akhir zaman seperti saat ini. Awal bulan ini setidaknya sudah 3 buku saya khatamkan, Api Tauhid karya Habiburrahman El-Shirazy, Cinta di Ujung Sajadah Mbak Asma Nadia, dan Ketika Mas Gagah Pergi milik Bunda Helvy Tiana Rosa. Namun entah mengapa dari kesemuanya, ada satu sudut pandang yang ingin kutuliskan dari dua novel terakhir yang saya baca.

Barangkali tulisan ini lahir pun juga karena pengalaman pribadi saya. Continue reading

Categories: Islam | Tags: | Leave a comment

Nasab yang Baik

“Bagaimana Keluarganya?”

Pertanyaan yang sama seringkali terlontar saat menyebut sebuah nama. Baik dari ayah maupun ibu. Bahkan untuk hal ini seakan mereka ingin jauh lebih tau dari aspek lainnya. Bukan berarti mengecilkan kriteria yang lain, atau bahkan menganggap tidak penting. Namun seiring berjalannya waktu pada akhirnya saya paham tentang kekhawatiran mereka. Bukan khawatir sebenarnya. Hanya saja memastikan agar ke depan saya tak akan mengalami kesulitan yang berarti. Continue reading

Categories: Islam | Tags: | Leave a comment

Bayaran

Oleh : Ust. Salim A. Fillah

Rizqi kita sudah dijamin dan ditetapkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla. Maka bekerja kita adalah ibadah, ikhtiyarkan ia dengan niat menadah pahala dari Allah semata, bukan diniati mencari rizqi.

Sebab rizqi ialah ketetapan, menjemputnya jadi jalan ujian. Halal atau haram; pertanyaan ganda menanti jawaban; dari mana dihasilkan dan ke mana dibelanjakan.

Tapi justru karena rizqi dijaminkan, hendaknya pekerjaan kita ‘itqan dan ihsan; diperjuangkan sesuai tuntutan tugas, ditekuni hingga ahli, ditunaikan melampaui harapan.

Continue reading

Categories: Islam | Tags: | Leave a comment

Melepas Ramadan

muhammadakhyar:

“Tapi, yang
fana adalah waktu, bukan?” tanyamu.

Pertanyaan dari penyair kesayangan kita semua itu,
Sapardi Djoko Damono, adalah juga pertanyaan saya di penghujung Ramadan ini. Hari-hari Ramadan setiap tahunnya mengalir lebih cepat dari yang kita duga. Tanpa sadar
kita hampir tiba di Syawal. Dan tentu saja pada di bulan Syawal kita akan,
lagi-lagi, hanya mampir untuk kemudian tiba-tiba sudah berada di momen Hari
Raya Kurban. Jikalau benar kita menjalani hari-hari sebagaimana yang
dikemukakan Pak Sapardi di puisi yang sama, Continue reading

Categories: Islam | Tags: | Leave a comment

Blog at WordPress.com.