Cerita

Surya + Mentari : Matahari :)

Siluet sinar kemerahan mulai menampakkan cahayanya di ufuk barat. Sore itu, hari minggu. Sepasang suami istri menikmati senja di taman depan rumahnya sambil bercengkerama. Di temani teh manis hangat serta aneka jajanan sederhana, mereka bermesra.

“Sayang, tahukah kamu cerita tentang Surya, Mentari, dan Matahari?”, tanya lelaki tersebut. Perempuan itu menjawab, “Belum tahu sayang. Kamu mau menceritakannya untukku?”tanya perempuan itu.

Lelaki tersebut mulai bercerita tentang cerita tersebut. Surya, Mentari dan Matahari, barangkali selama ini kita menganggapnya suatu benda yang sama. Namun tahukah bahwa sesungguhnya ada perbedaan di antara mereka? Continue reading

Categories: Cerita | Tags: | Leave a comment

Bunga Makrifat

Fahri: Bunga Sakura itu indah sekali, Paman.
Paman Hulusi: Iya, Indah sekali.
Fahri: Tapi aku tak ingin cinta dan kasih sayangku kepada Aisha seperti bunga sakura.
Paman Halusi: Kenapa Hoca? Bunga sakura itu idnah sekali. Setiap kali merekah mereka membuat dunia sekitarnya berubah jadi indah juga. Ia seperti bunga yang diturunkan dari surga
Fahri: Ah, Paman ini hanya lemihat zahir yang menipu. Paman tidak melihat hakekat yang lebih penting untuk dihayati.
Paman Halusi: Apa itu Hoca?
Fahri: Bunga sakura itu indah, ya sangat indah, tapi sayang umurnya sangat sebentar. Sangat singkat. Bahkan ia tidak merekah sepanjang musim semi. Mungkin hanya merekah di sepertiga musim semu. Indah sesaat tapi tak memberikan manfaat yang besar untuk manusia. Bahkan orang-orang harus sedih, yang menghibur diri dengan memandangnya harus kecewa. Ketika dukanya belum hilang, bunga sakura itu telah gugur, lalu dan musnah dari pandangan. Indah yang cuma sesaat. Aku tak mau cinta yang seperti itu.
Paman Halusi: Terus, cinta Hoca seperti bunga apa? Bunga Mawar?
Fahri: Tidak, saya tidak ingin cinta yang berduri
Paman Halusi: Lalu bunga apa? Dan filosofinya bagaimana?
Fahri: Aku ingin cintaku kepada Aisha seperti bunga-bunga makrifat di hari para orang-orang shaleh (salehin) dan para nabi. Bunga-bunga makrifat yang tumbuh dari kalimat-kalimat thayyibah yang akarnya menghujam ke bumi dan buahnya rimbun di langit. Bunga-bunga makrifat itu tidak pernah layu, selalu mekar speanjang musim. Bunga-bunga makrifat itu begitu indah, keindahannya hanya bisa ditangkap oleh mata batin para pecinta sejati. Bunga-bunga makrifat itu menguapkan aroma keharuman yang menyegarkan ruh, menyegarkan pikiran, jiwa, dan raga. Aku ingin cintaku kepada Aisha seperti itu, Paman.

*disadur dari Ayat-Ayat Cinta 2 halaman 227-228, Habiburrahman El-Shirazy

Categories: Cerita, Tulisan | Tags: | Leave a comment

Cerpen : (Tidak Ingin) Menjadi Niat

catatanperjalananmiftadamai:

“Aku senang ketika tahu bahwa aku menjadi doa-doamu. Hanya saja aku tidak mau doamu selalu berisi namaku. Bila kamu lupa berdoa untuk orang tuamu, untuk saudaramu, untuk orang-orang yang jauh lebih utama untuk didoakan daripada aku.

Aku senang menjadi doamu, tapi aku tidak suka kamu menjadikanku alasan untukmu bangun setiap malam. Atau untukmu tiba-tiba rajin mengaji Quran. Aku tidak ingin menjadi niatmu, meski aku merasa bahagia karenanya. Kamu telah salah meletakkan niat, aku tidak suka menjadi sebab tersebut.

Kalau benar kamu mengerti, tentu kamu bisa memahami kata-kataku di atas, kan?”

Perempuan itu berlalu, meninggalkan laki-laki yang tidak akan pernah bisa menaklukannya dnegan kata-kata. Sebab cinta hari ini telah menjadi urusan ketakwaan, bukan lagi perasaan. 

Yogyakarta, 11 Agustus 2015 | ©kurniawangunadi

Categories: Cerita | Tags: | Leave a comment

Menulis Bersamamu

F : Kamu yakin mau nulis buku sama aku?

A : Yakin, tulisanmu kan bagus, ingin banyak sharing ilmu sama kamu.

F : Emang yakin tulisanmu layak buat bersanding sama tulisanku ?

A: Nggak sih, tapi kan kamu bilang kamu yang mau ngajarin

F : Iya sih, tapi aku nggak mungkin kan ngajarin dari kosongan juga.

A : Ya udah terserah kamu deh

F : Hmm, begini. Karana tulisanmu belum layak bersanding sama tulisanku dalam satu buku, bagaimana kalau aku bersanding denganmu dulu? 

A : Haaaaaaaaaaaaah, maksudnya gimana ? 

F : Ya, kita akan tetap menulis. Menuliskan kisah hidup kita bersama-sama ke dalam buku harianmu. Kamu mau kan ? 🙂  

Categories: Cerita, Tulisan | Tags: | Leave a comment

Blog at WordPress.com.