Journey

Catatan Hikmah: Berangkat Haji dari Swedia

received_364478044445759.jpeg

Don’t save Hajj for the old age! You don’t know the date of your appointment with the angel of death. – Dr. Bilal Philips

Malang, November 2007

Pikiran ini melayang kembali ke 12 tahun yang lalu, saat saya masih bersekolah di MTsN I Malang. Saat itu, saya masih ingat betul di Lapangan Rampal, Malang, melepas kedua orang tua saya menuju Baitullah. Lantunan talbiyah dari lagu Opick menggema, membuat air mata saya pada waktu itu menetes. Saya memeluk ayah dan ibu sembari mendoakan keselamatan mereka berdua. Dari dalam bus, keduanya melambai, terlihat air mata mereka menetes perlahan. Hingga akhirnya bus pergi menuju Asrama Haji Surabaya. Saya pun pulang, berharap agar suatu saat bisa segera mendapatkan panggilan dariNya untuk ke Baitullah.

Hingga tak terasa, tibalah hari kepulangan. Saya menunggu dengan harap-harap cemas pada waktu itu. Alhamdulillah, ayah dan ibu dalam kondisi sehat. Masih teringat pada waktu itu ayah dan ibu saya berkata, “Nak, ibadah haji itu selain ibadah ruhani, ibadah harta, juga ibadah fisik. Makannya, nanti kamu jika ada kesempatan, sebaiknya pergi Haji saat masih muda. Karena fisikmu pada waktu itu masih kuat.” Maka sejak saat itulah, doa – doa kepadaNya senantiasa terlantun. Memohon agar Allah berkenan memanggil diri ini di usia muda.

Continue reading

Categories: Journey | 4 Comments

Catatan Puasa Ramadhan di Eropa (1): Seminggu Pertama

IMG_20190419_150055-edit.jpg

Tanpa terasa sudah seminggu merasakan puasa di Swedia. Antara senang, sedih, rindu rumah, juga berusaha menguatkan diri, menyeimbangkan antara amalan yaumi dengan padatnya deadline bulan Mei yang sungguh luar biasa. Bahkan bisa dibilang di semester ini, nyaris semua weekend terpakai untuk mengerjakan aneka macam tugas dan deadline, atau sekedar membaca jurnal atau paper, atau yang lainnya.

Continue reading

Categories: Journey, Ramadhan Abroad | Tags: , | 4 Comments

Euro Trip Day 4: Jejak Islam di Eropa (2): Sevilla – Alcazar, Perpaduan Mahakarya Bangsa Moor dan Romawi

Sevilla hingga hari ini seolah masih menari dalam angan
Adalah kota di mana banyak para seniman terlahir
Penduduk Spanyol mengibaratkan kota ini laksana wanita cantik nan menawan
Tak pelak, siapa pun yang mengunjunginya seolah merasa tersihir
Ada banyak jejak islam  walau sekarang hanyalah tinggal kenangan
Maka teruslah langitkan munajatmu, agar kelak islam di sini kembali terlahir

Perjalanan kami selanjutnya adalah Istana Alcazar. Lokasinya tepat di sebelah dari Sevilla Cathedral. Datang ke situ ternyata antrinya Masya Allah =)). Jauh lebih panjang. Untungnya kami sudah membeli tiket online jadi bisa langsung skip antrian panjangnya. Nah kami tapi terlambat satu jam dari jadwal yang diharuskan karena saat di cathedral, antrian menuju puncak tower la giralda cukup panjang. Untungnya saat itu petugasnya masih membolehkan.

The Lion Gate

Lion Gate: Istana Alcazar (Sumber: Ibrahimsfamily.com , ceritanya fotonya kok nggak ada dari kamera saya 😦

Continue reading

Categories: Europe, Halal Trip, Travelling | Tags: , , , , , , | 1 Comment

Euro Trip Day 4: Jejak Islam di Eropa (1): Sevilla – La Giralda dan Gema Adzan yang Hilang

La Giralda Minaret – Sevilla

Dari puncak Metropol Parasol, aku melihat keindahan Kota Sevilla. Tunggu! Masih ada yang kurang. Aku pun berputar mencari di mana bangunan itu. Menara yang berdiri kukuh semenjak abad ke-12, dan selama 800 tahun lamanya menjadi bangunan tertinggi di Sevilla. Ah, akhirnya kutemukan. Warna kecoklatannya semakin indah kala terik mentari menyinarinya.

Menjelang pukul 12, aku dan teman-teman berjalan menuju ke Sevilla Cathedral. Lalu terdengarlah suara itu. Gema lonceng berdentum tepat dari menara depanku. Tak kubuang waktu, kukeluarkan hp-ku dan kurekam momen itu. Dan tanpa sadar air mataku menetes.

Tak kudengar lagi suara azan
Yang tersisa hanyalah dalam angan.
Tak kulihat lagi kemilau perunggu di puncak nan menyilaukan.
Yang kini terlihat adalah lonceng-lonceng yang bergantungan.

Kutapakkkan kakiku pada puncak La Giralda
Kubayangkan berabad silam sang muazin membuat azan bergema
Kutatap 4 penjuru mata angin Sevilla
Dan aku pun bertasbih atas keindahannya, untuk kesekian kalinya
Namun tentu saja yang kulihat hari ini tak se-elok dahulu kala
Saat kau telah membuat azan bergema
Niscaya dari 4 penjuru kau saksikan gerombolan manusia beriringan
Menuju tempat sujud yang kini hanyalah tinggal kenangan.
Continue reading

Categories: Halal Trip, Journey | Tags: , , , , , | 7 Comments

Blog at WordPress.com.