My Books

Separuh : Sebuah Prolog

Separuh secara garis besar terbagi menjadi empat bagian. Dimulai dari pencarian. Lalu menemukan. Kemudian memantapkan. Terakhir yang bukan berarti berakhir adalah perjuangan. Cukupkah sampai di situ? Tentu tidak, sebab lagi-lagi perjalanan masih panjang. Hingga keutuhan itu datang usai kau lewati separuh perjalanan.

Separuh hanyalah sebuah fase kehidupan, sementara namun menentukan. Setiap orang pasti mengalaminya, mungkin di antara kamu akan melaluinya, sedang berada di zona tersebut, atau bahkan telah melewatinya. Ingatlah bahwa yang terpenting adalah sikapmu dalam menghadapinya.

Bersabarlah, ketika langkahmu belum sampai pada jalan ini sebab waktu tak pernah mampu berhenti. Akan tiba masanya kamu mulai merasakannya, kala itu akan banyak godaan yang mendera, di sinilah sikapmu diuji. Teguhkah kamu untuk tetap menjaga atau malah terlena? Hingga pada akhirnya kau pun melaluinya. Lantas cara apa yang akan kau pakai? Bersyukurlah jika kau lalui tanpa cela. Jika tidak bersegeralah kembali pada jalanNya. Bukankah Tuhan Maha Pengampun atas kesalahan hamba-hambaNya?

Menjadi separuh hakikatnya adalah perjuangan. Ketika cinta terucap itulah keberanian. Ketika menjadi keterdiaman maka itulah pengorbanan. Terkadang kamu pun tak kunjung memiliki kemampuan untuk menyatakannya juga tak rela untuk mengorbankan maka itulah perjuangan.

Maka jadilah separuh selagi belum jua mendapatkan atau mungkin kau telah menemukan separuhnya namun belum saatnya untuk menjadikannya utuh. Kau pun tahu jika separuh bukanlah sebuah beban bahkan kehinaan. Ia adalah keterjagaan, keutamaan, dan kekuatan. Sebelum membuatnya jadi utuh.

Categories: My Books | Leave a comment

Blog at WordPress.com.