Author Archives: Mushonnifun Faiz Sugihartanto

About Mushonnifun Faiz Sugihartanto

24 | ENTP | Industrial Engineering ITS | Alumni Rumah Kepemimpinan #7 | LPDP Awardee PK-122 | M.Sc Student of Logistics and Supply Chain Management - Lund University | Indonesia - Sweden

Euro Trip Day 4: Jejak Islam di Eropa (1): Sevilla – La Giralda dan Gema Adzan yang Hilang

La Giralda Minaret – Sevilla

Dari puncak Metropol Parasol, aku melihat keindahan Kota Sevilla. Tunggu! Masih ada yang kurang. Aku pun berputar mencari di mana bangunan itu. Menara yang berdiri kukuh semenjak abad ke-12, dan selama 800 tahun lamanya menjadi bangunan tertinggi di Sevilla. Ah, akhirnya kutemukan. Warna kecoklatannya semakin indah kala terik mentari menyinarinya.

Menjelang pukul 12, aku dan teman-teman berjalan menuju ke Sevilla Cathedral. Lalu terdengarlah suara itu. Gema lonceng berdentum tepat dari menara depanku. Tak kubuang waktu, kukeluarkan hp-ku dan kurekam momen itu. Dan tanpa sadar air mataku menetes.

Tak kudengar lagi suara azan
Yang tersisa hanyalah dalam angan.
Tak kulihat lagi kemilau perunggu di puncak nan menyilaukan.
Yang kini terlihat adalah lonceng-lonceng yang bergantungan.

Kutapakkkan kakiku pada puncak La Giralda
Kubayangkan berabad silam sang muazin membuat azan bergema
Kutatap 4 penjuru mata angin Sevilla
Dan aku pun bertasbih atas keindahannya, untuk kesekian kalinya
Namun tentu saja yang kulihat hari ini tak se-elok dahulu kala
Saat kau telah membuat azan bergema
Niscaya dari 4 penjuru kau saksikan gerombolan manusia beriringan
Menuju tempat sujud yang kini hanyalah tinggal kenangan.
Continue reading

Categories: Halal Trip, Journey | Tags: , , , , , | 2 Comments

Euro Trip Day 3: Barcelona – Another Dream Comes True

“El futbol sempre s’ha de jugar de manera atractiva, s’ha de jugar a l’atac, ha de ser espectacular”

“Football always must be played in an attractive way, you must be offensive, it must be showtime”
Johan Cruyff (1947 – 2016)

Tanpa terasa 14 jam sudah kami menempuh perjalanan di bus. Sekitar pukul 2 siang, kami sampai di Terminal Bus Barcelona Nord. Dari situ kami langsung bergegas menuju La Sagrada Familia. Akibat salah membeli tiket bus sebelumnya di Paris, kami terancam saat sampai di La Sagrada Familia sudah tutup. Iya, sebab hari itu adalah 26 Desember 2018, yang di mana merupakan Boxing Day, sehingga tempat-tempat wisata rata-rata hanya buka sehari saja.

Jaraknya sekitar 1.5 km. Dan benarlah, sesampainya di sana ternyata sudah tutup. Tiket yang kami beli online pun akhirnya hangus. Tentu saja kami kecewa, namun apa boleh buat. Setidaknya di Paris kami dapat menyaksikan Sparkling Eiffel saat malam hari. Jika pada waktu itu kami benar membeli tiket bus yang jam 7 malam, tentu saja kami tak bisa melihat Eiffel saat malam hari. Yups, tentu saja ada konsekuensi dari setiap keputusan yang diambil.

La Sagrada Familia

Selanjutnya kami bergegas menuju hostel kami. Lokasinya kebetulan dekat dengan Nou Camp, destinasi kami sore itu. Kami bergegas menuju stasiun metro terdekat. Harga metro di Barcelona bisa beli untuk 10x perjalanan seharga 10 Euro. Sehingga kami berempat membeli 1 dan saat dimasukkan ke loket mesin tinggal bergantian saja menggunakan kartunya. Kami pun sampai di hostel kami. Namanya Alberguinn. Nah, kondisinya jauh lebih bagus daripada Hostel Bervic tempat kami menginap di Paris. Ada dapur, print, komputer, laundry, mesin pengering, dan juga kamar yang jauh lebih nyaman. Juga pemanas air yang paling penting berfungsi.

Kami pun bergegas mandi, dan seusai itu langsung berlari menuju Camp Nou. Yaps, waktu kunjungan kami 16.30 sore, dan kami baru meninggalkan housing sekitar 16.15 ._. Untuk kesekian kalinya running trip wkkw.

Untungnya walaupun kami terlambat ternyata masih diperbolehkan masuk. Padahal di situ jelas tertulis bahwa waktu kunjungan kami hanya 30 menit, dan jika terlambat maka tidak diperkenankan masuk. Fyuuuh, hampir saja terbuang lagi sia-sia uang kami. Harga tiketnya kami membeli online, dan harus di print. Sebab jika membeli online harganya lebih murah, 25 Euro, dan jika lupa mem-print maka harus dicetak di sana dengan membayar tambahan 1 Euro.

And finally, my another dreams comes true…

Camp Nou – FC Barcelona Stadium

Champions League Trophy

5 of 6 Sextuple Trophy in 2009 – the upper trophy (The Champions League Trophy is displayed in another wardrobe

Mengunjungi stadion ini seolah menjadi impian saya sejak masa MTs dulu saat kali pertama mengidolakan Barcelona. Melihat langsung sejarah klub ini, trofi yang mereka menangkan, serta berfoto di dalam stadion berkapasitas hampir 100,000 penonton ini.

Usai dari situ, kami pun memutuskan ke Placa de Catalunya. Di sana kami mencari ada restaurant halal yang terkenal enak. Bismilla Kebap namanya. Saya rekomendasikan nasi ayam biryani Nasi Kari Ayam + Roti nya sangat enak dan murah. Untuk 6 Euro saja sudah porsi besar. Nah, alhamdulillah ternyata di tempat ini kami secara tak sengaja bertemu dengan teman satu kelas Izzan yang mana dia penduduk Barcelona. Akhirnya malam itu kami ditemani dia untuk berjalan-jalan keliling Barcelona. Tentu saja dengan begitu lebih efektif dan lebih efisien.

Unaccidentaly Meeting – Tour de Barcelona

Center of Government of Catalan – Barcelona

 

Beberapa landmark kami kunjungi antara lain Barcelona Cathedral, Colombus Monument, Placa de Catalunya, dan terakhir Port Barcelona. Tak sampai setengah hari perjalanan kami akhirnya kami sekitar jam 9 malam harus kembali ke penginapan. Tentu saja butuh istirahat yang cukup, karena selain besok kami flight pagi-pagi ke Sevilla, boyok dan pinggul juga udah aduhai rasanya karena terlalu lama di bus, juga belum istirahat di kasur yang nyaman =)).

Esok hari, kami menuju airport Barcelona pada jam 05.00. Kami memilih naik Uber karena ternyata selisihnya tidak jauh dengan naik metro, juga kami tak perlu berjalan ke stasiun. Oh ya, btw kenapa kami memilih naik pesawat, karena ternyata harganya lebih murah dari Bus, padahal lebih cepat. Untuk menuju Sevilla butuh sekitar 8 jam jika perjalanan darat, karena itu saat cek harga pesawat malah lebih murah. Kali ini kami flight menggunakan Vueling Airlines.

Dan perjalanan ziarah sesungguhnya baru saja akan dimulai….

Budget < 24 hour in Barcelona
1. Metro 2x naik : 2 Euro
2. Tiket La Sagrada Familia Basic Ticket : 17 Euro
3. Tiket Nou Camp: 25 Euro
4. Makan Bismilla Kebab : 6 Euro
5. Hostel Alberguinn: 11,8 Euro
6. Laundry di hostel : 3 Euro (laundry) + 3 Euro (mesin pengering)
7. Tiket Pesawat Barcelona – Sevilla : 79 Euro
8. Uber Barcelona Alberguinn – Airport: 25 Euro (ini berempat, jadi per orang sekitar 6.25 Euro)

Tips:
1. Lagi-lagi sama, ga cukup sehari buat di Barcelona wkkw.
2. Hati-hati copet selama di Barcelona, apalagi di Placa de Catalunya. Itu daerah rawan banget, apalagi kalau melihat muka-muka Asia kayak kita.
3. Banyak sekali tempat yang sebenarnya bisa di explore di Barcelona, khususnya tempat-tempat arsitektur Antoni Gaudy. Sayangnya waktu kami hanya terbatas.

Categories: Europe, Halal Trip, Journey, Travelling | Tags: , , , , , | Leave a comment

Euro Trip Day 2 – Paris: Garis Imaji Menuju Tanah Suci

Di tengah-tengah antrian untuk berfoto di depan Arc de Triomphe, sontak tiba-tiba ingatanku melayang ke sebuah novel yang kubaca di tahun 2011. “99 Cahaya di Langit Eropa” karya Mbak Hanum Salsabila Rais, yang kali pertama membacanya saat itu membuatku penasaran. Benarkah bahwa bangunan ini tepat menghadap kiblat? Sembari menunggu berfoto di depannya, iseng-iseng aku membuka Google QiblaFinder di hp ku. Aku berputar mengikuti arah kompas dari semula menghadap ke Arc de Triomphe, 180 derajat ke belakang hingga pandanganku menuju Champ Elyess, salah satu poros jalan utama di Paris. Dan aku pun bertasbih. Bahwa benar, sekalipun menyimpang sedikit, sekitar 5 derajat, bangunan ini  menghadap ke Makkah. Kembali aku ingin memastikan sendiri. Percakapan Hanum dan dan Marion dalam buku 99 Cahaya di Langit Eropa seakan muncul kembali dalam ingatan. Axe Historique, garis imajiner yang katanya membelah Paris, kuamati pelan-pelan di aplikasi google maps-ku. Kulihat pelan-pelan, dan kembali lisan ini bertasbih. Di depanku tepat ada jalanan Champ Elyess, kemudian ketika ditarik garis lurus kembali ke arah Makkah, maka ia akan melewati Monumen Obelisk, Museum Louvre, hingga Arc de Triomphe de Carrousel. Masih terkesiap, kuberbalik kembali ke Arc de Triomphe. Di atasnya tampak patung kereta kuda Yunani Kuno, yang ditarik 4 ekor kuda dan diapit dua perempuan bersayap, kesemuanya menghadap ke arah kiblat.

Continue reading

Categories: Europe | Tags: , , | 2 Comments

Euro Trip Day 1 – Running Trip in Brussels

dscf4666

Atomium – Brussels Iconic Object

Copenhagen Airport, Drama Pertama

“Jam setengah 7 di stasiun ya?” – “Oke”

“Faiz sama Izzan duluan ya”. – “Kalian udah di mana?”

“Pesawat boarding jam 9, 08.30 udah tutup pintunya”

“Lah buset gate nya gate F, jauh banget, emang pesawat murah”

“Lari boss larii… telat ini….”

Continue reading

Categories: Europe, Travelling | Tags: , , | 5 Comments

Blog at WordPress.com.