About Me


Mushonnifun Faiz Sugihartanto. Terlahir di Malang, 31 Januari 1994. Putra pertama dari bapak Prof. Dr. H. Ali Imron, M.Pd, M.Si dan ibu Hj. Nurul Khoiriyah ini saat ini  sedang bekerja sebagai Staff Production & Project Control di PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia. Faiz memiliki adik yang bernama Viona Faiqoh Hikmawati yang sekarang sedang menempuh studinya di Universitas Brawijaya, Malang.

Sejak kecil, seorang Faiz dikenal aktif berbicara dan suka membaca cerita. Bakat itu mulai nampak saat TK Anak Shaleh, ia secara spontan diminta maju ke depan kelas untuk mendongeng. Dongeng itu sendiri diperoleh dari Ayah Faiz yang setiap hari mendongenginya sebelum tidur atau saat Faiz di minta memijat ayahnya. Dari situlah, Ayah Faiz menangkap bakat terpendam dari seorang Faiz ini, dan mengarahkannya pada waktu itu menjadi seorang pendongeng cilik. Setiap minggunya, saat TK B, tepatnya pada tahun 1999, Faiz menjadi pengisi sebuah radio di Malang, tepatnya radio Tirtayaksa 77 Malang. Faiz didapuk menjadi pendongeng cilik. Acara ini pun selalu ditunggu2 setiap minggunya oleh para pendengar, khususnya dari kalangan akademisi dan anak-anak kecil.

Setelah menyelesikan pendidikannya di TK, Faiz melanjutkan ke MIN I Malang. Pada masa inilah kemampuan berbicara Faiz banyak berkembang. Sejak kelas I, Faiz mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Puisi. Selain tetap mengembangkan bakatnya sebagai pendongeng, Ayahanda Faiz mencoba mengarahkannya ke puisi, karena bakat bicara Faiz yang begitu berpotensi. Hasilnya, mulai kelas II Faiz mulai sering menjuarai berbagai kejuaraan khususnya di Bidang Puisi. Tidak cukup sampai di situ, kali ini seorang Faiz diarahkan oleh ayahnya untuk menjadi orator. Ternyata, bakat Faiz lebih mengarah ke arah pidato / ceramah / orasi. Hasilnya berbagai kejuaraan mulai dari tingkat Kota sampai provinsi disabet oleh anak ini. Puncaknya, pada saat kelas II MI, Faiz diminta menyampaikan orasi di depan Wali Kota Malang, jajaran pejabat DPRD kota Malang dan lainnya dalam acara HUT Kota Malang di Balai Kota Malang. Di depan ratusan orang, bocah cilik ini tidak canggung sama sekali dalam menyampaikan orasinya. Usai orasi, secara spontan Bapak Wali Kota Malang pada waktu itu, Bapak Suyitno maju ke depan untuk menggendong Faiz dan mengangkatnya tinggi-tinggi.

Belum cukup sampai di situ, julukan Da’i Cilik pun melekat erat pada bocah ini, karena sering dalam berbagai acara keagamaan Faiz diminta berceramah. Tidak hanya di Malang saja, namun ke berbagai kota di Jawa Timur. Selain itu, dalam berbagai acara kedinasan, Faiz sering diminta untuk menjadi pembaca doa serta pembaca puisi di Kota Malang.

Pada saat kelas IV, kepala sekolah MIN I Malang pada waktu itu, Bapak H. Sukri, S.Ag, melihat potensi lain dari seorang Faiz. Faiz, yang pada waktu itu aktif di ekskul karawitan, di kursuskan mendalang (melakonkan wayang kulit). Dan ternyata, Faiz mampu melakoni perannya dengan baik. Bakat itu pun terdengar di telinga para pejabat DINAS Pendidikan Kota Malang. Hasilnya, Faiz pun diminta menunjukkan kebolehannya di Dinas Pendidikan dalam memainkan Wayang Kulit dalam acara malam peringatan HUT Kota Malang. Disamping itu, Faiz juga tampil dalam acara Ulang Tahun MIN I Malang ke 24 dan saat ulang tahun ke 25.

Pada tahun 2005, MIN I Malang sempat geger, lantaran pada waktu kelas V, Faiz mendapatkan permintaan untuk berdakwah di negeri seberang, tepatnya di Hong Kong, tepatnya tanggal 19 Juni 2005. Permintaan itu direspon positif oleh Faiz. Saat itulah Faiz untuk kali pertama menjejakkan kaki di negeri orang. Pada waktu itu, yang meminta adalah Persatuan Dakwah Victoria – Hong Kong. Faiz diminta memberikan tausiyah di Lapangan Victoria, di depan sekitar 5000-an jamaah pengajian di lapangan tersebut. Dengan gayanya yang khas seorang da’i cilik, penampilan Faiz pun memukau jamaah pengajian akbar yang hadir. Sehingga, untuk kedua kalinya, pada tahun 2007 saat kelas II di Madrasah Tsanawiyah Negeri I Malang,  Faiz diminta mengisi acara pengajian lagi. Kali ini, yang meminta adalah Forum Muslimah Al-Fadhilah, Hong Kong. Bedanya kali ini Faiz diminta berceramah di dalam Masjid Tsim Tsa Tsui, KowLoon, Hong Kong. Yang hadir sekitar 1000-an orang.

Padatnya aktivitas dakwah Faiz, tidak menyebabkan akademiknya hancur. Justru Faiz akademiknya baik. Hal itu dibuktikan sejak kelas III MI, Faiz selalu berada di kelas unggulan terus menerus. Puncaknya, pada saat wisuda di MIN I Malang, Faiz masuk dalam nominasi 10 besar peraih nilai UNAS tertinggi.

Usai dari MIN I Malang, Faiz melanjutkan studinya di MTsN I Malang. Di MTs ini, bakat kepemimpinan Faiz mulai tampak. Hal itu terlihat saat ia dipilih menjadi Ketua Remaja Masjid Al-Fajr MTsN I Malang periode 2007/2008. Selain itu, kemampuan orasi Faiz mulai dikembangkan ke arah bahasa inggris. dan hasilnya Faiz mampu mendapat juara dalam Speech Contest. Dalam bidang IT, kemampuan Faiz juga patut diacungi jempol, karena pada waktu itu Faiz mampu meraih Juara I dalam Lomba Desain Blog yang diselenggarakan oleh Jawa Pos, tingkat Nasional.  Dan untuk kemampuan akademik Faiz, semakin meningkat. Hal itu dibuktikan dengan nilai rapor Faiz yang selalu masuk ke dalam 10 besar paralel tiap semesternya.

Setelah menyeleseikan pendidikan di MTs, Faiz melanjutkan studinya ke sebuah SMA terfavorit di Kota Malang yaitu di SMAN 3 Malang. Di tengah persaingan akademis yang ketat, Faiz tetap aktif dalam berbagai acara di SMAN 3 Malang. Hasilnya pada waktu itu Faiz meraih predikat sebagai SHS atau Siswa Harapan SMANTI (Peserta Terbaik Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah 2009), Ikhwan Terbaik Muhasabah SKI 2010 (Peserta LDK SKI Terbaik) . Selain itu, dalam berbagai kepanitiaan OSIS Faiz sering menjadi panitia khususnya dalam Sie. Acara, karena pada waktu itu seorang Faiz dikenal “spesialis” Sie. Acara.

Dalam keorganisasian, pada saat kelas X, Faiz langsung mendapatkan amanah sebagai Wakoord. Departemen Syiar Sie. Kerohanian Islam SMAN 3 Malang. Setahun kemudian, Faiz mendapatkan amanat untuk menjadi Ketua Umum SKI SMAN 3 Malang. Berbagai prestasi pun terus diukir Faiz. Pada waktu SMA Faiz berhasil mengukir beberapa prestasi tingkat Nasional. Antara lain saat Jambore Koperasi tk. Nasional, Faiz berhasil menyabet juara lomba orasi. Dalam bidang kepenulisan, juga pernah menyabet juara favorit dalam Lomba Essay KSAN tk. Nasional. Dan puncaknya, pada awal tahun 2011, Faiz berhasil menyabet Juara I Lomba Khutbah tk. Nasional yang diselenggarakan Kementerian Agama Republik Indonesia di Bekasi. Dalam bidang akademik, Faiz juga berhasil menjadi semifinalis IE Games 7th Edition tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh HMTI ITS.

Sempat mengimpikan melanjutkan studi di Universitas Indonesia, namun pada akhirnya Faiz diterima di pilihan keduanya, Teknik Industri ITS. Pada masa kaderisasi tahun pertama, Faiz sempat dipercaya menjadi Komandan Tingkat Pertama oleh teman-teman se-angkatannya di Teknik Industri. Usai menjalani masa-masa kaderisasi selama setahun penuh, saat ini Faiz aktif mengikuti berbagai kegiatan di ORMAWA di ITS. Sempat magang di JMMI ITS sebagai Staff Departemen Syiar, di tahun kedua Faiz memutuskan aktif di Lembaga Dakwah Jurusannya, yaitu MSI Ulul Ilmi Teknik Industri ITS sebagai staff Departemen Kaderisasi. Selain itu, Faiz juga aktif di Himpunan Mahasiswa Teknik Industri ITS, sebagai Staff Departemen Sosial Masyarakat. Passion seorang Faiz dalam hal public speaker juga menghantarkannya menjadi seorang Pemandu LKMM di bawah naungan Badaan Koordinasi Pemandu FTI. Pemikiran kritis dan hobinya mengkaji isu-isu strategis menghantarkannya pula menjadi seorang Staff Kementerian Kebijakan Publik BEM ITS 2013/2014. Sempat mencalonkan diri menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Industri, pada akhirnya amanah menempatkan Faiz sebagai Kepala Departemen Keprofesian dan Keilmihan HMTI ITS. Faiz juga merupakan alumni penerima beasiswa pembinaan dari Rumah Kepemimpinan PPSDMS Nurul Fikri Regional IV Surabaya. Awal tahun 2015, Faiz berkesempatan mengikuti ASEAN University Youth Summit di Malaysia serta Make a Difference Forum di Hong Kong. Di tahun keempat, Faiz mendapat amanah sebagai Kepala Departemen Keilmuan JMMI ITS, serta berkesempatan mempresentasikan penelitiannya bersama teman-temannya dalam paper conference di Mahidol University, Thailand.

Lulus dari ITS Surabaya, Faiz langsung berfokus untuk mengejar segala persayaratan untuk mendaftar beasiswa. Selama sekitar 4 bulan Faiz “bertapa” di Kampung Inggris Pare, Kediri, untuk memperdalam kemampuannya bahasa Inggris. Hasilnya tak sia-sia karena pasca itu dengan bismillah, ia memberanikan diri mengambil tes IELTS, dan hasilnya telah cukup untuk mendaftar beasiswa.

Sembari berproses mendaftar, Faiz mendapatkan tawaran untuk bekerja sekaligus membangun Start Up yaitu ternaknesia.com yang dibawahi oleh salah satu mentornya di kampus dulu, Dalu Nuzlul Kirom. Qadrullah, pasca 11x mencoba aneka beasiswa, ternyata tak satu pun ada yang berhasil. Hingga akhirnya untuk sementara Faiz memutuskan menimba ilmu di perusahaan tempatnya ia bekerja saat ini.

Kini, ia tetap menjaga asa mimpinya untuk melanjutkan studi di luar negeri. Impiannya adalah seperti ayahnya, menjadi seorang akademisi yang mengabdikan ilmunya untuk negeri.

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: