Euro Trip Day 4: Jejak Islam di Eropa (2): Sevilla – Alcazar, Perpaduan Mahakarya Bangsa Moor dan Romawi

Sevilla hingga hari ini seolah masih menari dalam angan
Adalah kota di mana banyak para seniman terlahir
Penduduk Spanyol mengibaratkan kota ini laksana wanita cantik nan menawan
Tak pelak, siapa pun yang mengunjunginya seolah merasa tersihir
Ada banyak jejak islam  walau sekarang hanyalah tinggal kenangan
Maka teruslah langitkan munajatmu, agar kelak islam di sini kembali terlahir

Perjalanan kami selanjutnya adalah Istana Alcazar. Lokasinya tepat di sebelah dari Sevilla Cathedral. Datang ke situ ternyata antrinya Masya Allah =)). Jauh lebih panjang. Untungnya kami sudah membeli tiket online jadi bisa langsung skip antrian panjangnya. Nah kami tapi terlambat satu jam dari jadwal yang diharuskan karena saat di cathedral, antrian menuju puncak tower la giralda cukup panjang. Untungnya saat itu petugasnya masih membolehkan.

The Lion Gate

Lion Gate: Istana Alcazar (Sumber: Ibrahimsfamily.com , ceritanya fotonya kok nggak ada dari kamera saya 😦

Sevilla sendiri memang merupakan kota benteng yang tangguh. Ia baru bisa ditaklukkan pasukan muslim pada tahun 713 Masehi, atau 2 tahun setelah penaklukkan spanyol oleh Tariq bin Ziyad. Pada waktu itu, setelah percobaan invasi berkali-kali, Abdul Aziz bin Musa bin Nushair berhasil menaklukkan Sevilla. Sejak saat itu, kota ini menjadi kota di bawah pemerintahan umat islam. Ia bagian dari pemerintahan Bani Umayyah di Damaskus.

 

Pintu Masuk ke Istana Alcazar

Pintu Masuk ke Istana Alcazar

Istana Alcazar sendiri oleh Kerajaan Romawi dulu dibangun sebagai Basiliska atau gereja kristen. Ketika umat islam menaklukkan pada 713 M, diputuskanlah untuk mengubah menjadi benteng sekaligus istana. Ia dinamakan Istana Al-Mubarak. Selama lima abad selanjutnya istana tersebut dibangun dan dihiasi dengan ukiran dan ornamen indah buah karya para seniman yang didatangkan dari Syria. Terdapat kolam dan taman di tengah istana layaknya Alhambra, atau disebut The Country of Maidens atau taman para perawan. Bisa dibilang ini seperti Alhambra versi mini.

Saya di depan Kolamnya. Hehe maap malah nutupin ._. v

Taman ini dihiasi dengan ukiran khas arab. Nah kalau teman-teman perhatikan di atasnya, arsitekturnya sedikit beda. Yup, bagian pilar atasnya berbetuk lengkungan dengan gaya Italian Renaissance. Selain itu beberapa gambar di bawah ini juga menjelaskan keindahan Alcazar.

_DSC8728-min

Desain atap bagian dalam Istana Alcazar

_DSC8739-min

Kubah berhiaskan ukiran emas. (Dome – The hall of ambassadors)

Nah dua foto di atas adalah Hall of Ambassadors atau dulunya merupakan aula untuk menyambut tamu kerajaan. Dinding-dindingnya di sini dipenuhi dengan ukiran-ukiran khas Arab. Jika menengok ke bagian atas, ia ditutupi dengan kubah megah dari kayu yang berlapis emas. Kubah ini bahkan dibangun setelah masa kejayaan Islam berakhir. Dekorasinya benar-benar indah.

Dari istana kemudian saya menuju ke taman. Yaps, seperti pada umumnya arsitektur Moorish selalu ada kolam, istana dan taman. Banyak pohon jeruk yang tumbuh di situ. Nah, ada salah satu objek yang menurut saya menarik di sini.

_DSC8753-min

Kombinasi Arsitektural Gothic dan Islam

Ketika Sevilla jatuh ke pasukan katolik Spanyol, Raja Pedro memerintahkan untuk membangun kembali istana ini. Nah, menariknya beliau meminta bantuan Sultan Muhammad V, pemimpin dinasti islam terakhir di bumi Spanyol di Granada untuk mendesain istana ini. Terdapat prasasti di dalamnya yang menceritakan tentang persekutuan mereka berdua. Salah satu hasilnya adalah di atas. Kombinasi indah antara arsitektural muslim (sebelah kiri) dan gothic (kanan).

Tanpa terasa hari telah siang dan kami pun makan. Banyak sekali restaurant halal di Sevilla sehingga tidak perlu khawatir. Namun herannya harganya lumayan mahal di sini walaupun porsinya memang porsi besar sih hehe. Rata-rata 10 – 15 Euro. Pada waktu itu kami ke Restaurant El-Rincon de Beirut.  Harga yang cukup mahal mengingat sebelumnya di Barcelona juga di Spanyol biasanya 5 Euro saja sudah kenyang hehe. Tapi emang review-nya di google bagus dan nggak rugi juga kok, sebanding dengan rasanya :))

IMG_20181227_163051-min (1)

Restaurant Beirut Tampak Depan

IMG_20181227_163012-min (1)

Menu yang saya pesan

Next destination: Cordoba 🙂

Tips Perjalanan
1. Untuk timing antara sevilla cathedral dan istana alcazar, jangan terlalu dekat ya. Kami waktu itu memilih jam 12.30 dan jam 13.15. Eh ternyata nggak nutut yang membuat kami telat satu jam di Istana Alcazar. Hal itu dikarenakan naik menara giralda sangat antri
2. Jika ingin mengunjungi tempat wisata lain, misal plaza de Armas, kami sarankan lebih dari sehari. Namun jika ingin mengunjungi hanya wisata islamnya saja, maka sehari cukup. Ada Torre del Orro juga sebenarnya, namun waktu itu kami tak punya waktu yang cukup karena ke sevilla cathedral-nya terlalu siang. (Paginya kami ke Metropol Parasol). Jadi kalau mau fokus ke wisata islam-nya, maka tujuannya adalah Sevilla Cathedral – pagi, Istana Alcazar – siang, Torre del Orro – Sore. Saya sarankan sore karena torre del orro adalah menara yang terletak di pinggir sungai. Bagus sekali kalau melihat pemandangan sunset.

Budget
1. Tiket Pesawat Barcelona – Sevilla Vueling : 79 Euro, harga ini pada waktu itu lebih murah dari Bus, dan juga karena sedang high season, ini sudah paling murah. Biasanya malah bisa separuhnya, bahkan seperempatnya
2. Bus EA dari bandara ke Sevilla City Center: 4 Euro. Belinya pas ngantri di bus di bandara. Ada petugas yang bagiin karcis.
3. Sevilla Cathedral : 4 Euro. Harga student. Separuhnya dari harga umum: 9 Euro.
4.  Alcazar de Sevilla : 8.5 Euro. Harga Student juga. Untuk harga umum 13.5 Euro
5. Transport Bus selama di Sevilla: Setiap kali perjalanan = 1.4 Euro. Saya lupa kita berapa kali kalau ga salah cuman sekali perjalanan aja waktu pulang habis makan ke terminal bus sevilla . Bayarnya langsung di sopir bus nya waktu masuk bus.
6. Makan: El-Rincon de Beirut. Restoran timur tengah. Waktu kita lihat review-nya di google bagus, walaupun sedikit mahal. Dan memang ramai sekali kita juga ngantri lama di sana waktu itu. Untuk nasi sekitar 10 Euro ke atas, tapi memang porsi jumbo.

 

 

Categories: Europe, Halal Trip, Travelling | Tags: , , , , , , | 1 Comment

Post navigation

One thought on “Euro Trip Day 4: Jejak Islam di Eropa (2): Sevilla – Alcazar, Perpaduan Mahakarya Bangsa Moor dan Romawi

  1. Masya Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: