Euro Trip Day 1 – Running Trip in Brussels

dscf4666

Atomium – Brussels Iconic Object

Copenhagen Airport, Drama Pertama

“Jam setengah 7 di stasiun ya?” – “Oke”

“Faiz sama Izzan duluan ya”. – “Kalian udah di mana?”

“Pesawat boarding jam 9, 08.30 udah tutup pintunya”

“Lah buset gate nya gate F, jauh banget, emang pesawat murah”

“Lari boss larii… telat ini….”

Baru pagi hari pertama, belum apa-apa udah drama mau ketinggalan pesawat wkwk. Ceritanya pesawat kami tertulis take off jam 09.00. Seharusnya kami sepakat berangkat dari Lund Central Station jam 06.30 pagi. Ternyata yang nyampe on time Izzan. Faiz baru nyampai jam 7, sementara Mas Tyar dan Mas Adm jam 07.30 -_-“. Jadilah saya dan Izzan berangkat duluan pakai kereta langsung ke CPH Airport, karena khawatir terlambat. Itu pun kami sudah hitungannya mepet. Perjalanan sekitar 40 menit dan kami sampai sekitar pukul 08.00 (Kereta jam 07.20). Kami langsung bergegas menuju ke security gate karena kami sudah check in online dan memiliki boarding pass.

“Hi Sir, please open your bag, I see that you are bringing so much liquid” – “But its not problem right? Because it’s less than 100ml”.

Petugas keamanan bandara pada waktu itu memelototi kami. Yang kena kebetulan saya. Akhirnya terpaksa di tengah waktu yang sudah mepet (30 menit menjelang keberangkatan), kami berdua masih terjebak di security gate. Di cek-nya semua cairan dan kabel elektronik saya. Tidak ada masalah.

“So next time, if you want to travel in Europe, you must put all of your liquid in the transparent plastic like there (dia nunjukin plastik contoh ke aku). Ok, you can take this for your next trip” – Thanks Sir.

Oke pelajaran pertama hari ini, bandara di Eropa pemeriksaan cukup amat ketat. Saya baru tahu bahwa barang-barang cair itu walaupun tidak menyalahi aturan (karena saya bawa ga lebih dari 100ml semua botolnya), tapi harus ditaruh di wadah / plastik yang transparan (saya taruh di tas yang ga transparan karena emang ga punya).

Aku pun bergegas mempacking backpack-ku kembali. 08.15! 15 menit lagi gate kami tutup! “Iz, buruaaan!” Izzan berteriak ke aku. Sementara itu Tyar dan Adam entah kabarnya bagaimana , yang jelas saat itu kami panik dan ga sempat cek hp. Kami pun berlari, melihat gate yang tertera di layar, dan ternyata Gate F. Di Copenhagen Airport, ada Gate A sampai F, dan sudah bisa ditebak karena dia paling terakhir, maka paling jauh. “Alamaak, ini bandara kok gedhe banget ._.”.

Kami pun berlari, menerobos bule-bule yang berjalan santai. Tepat 08.30 kami sampai di Gate F dan ternyata…………..

Antriannya masih panjang. Bahkan penumpang pun belum masuk. “Maskapai 8 Euro ya gini Zan, pintunya jauh sendiri wkwkwkwk”. Kami pun berpeluh keringat. Menaruh tas di antrian paling belakang. Sementara itu di grup masih belum ada kabar, beberapa kali miscall. Mereka sampai di Copenhagen airport semestinya 20 menit setelah kami sampai karena kereta Tyar dan Adam  berangkat 20 menit setelah kereta kami dari Lund C.

08.45. Antrian depan kami pun belum mulai bergerak. Lah ini take off katanya jam 9 (aku membatin). Sementara Izzan baru balik dari kamar mandi, dan Tyar dan Adam pun belum datang. Kami pun sudah hopeless karena terancam travelling cuman berdua. Ga lucu fix ini ._. Kasihan juga mereka berdua masa winter trip batal. 08.50, antrian mulai bergerak masuk, dan tiba-tiba 2 manusia kusut dari kejauhan berlari ke arah antrian kami. “Alhamdulillah pakdhee, nyampe juga ente… gilak pelari semua wkwkwk”. Kami berempat tertawa menyaksikan drama pagi itu. “Adam baru bangun jam 6 brooo -______-“, Tyar menimpali.

dscf4603

Sesaat sebelum take off. Muka-muka sedikit kusut dan ngos-ngosan.

Well done, perjalanan kami akhirnya dimulai. Perjalanan mencari udara hangat ke Spanyol, karena di sana tidak ada salju, di tengah swedia yang tepat h-1 kami berangkat sedang turun salju lebat. Yang seharusnya kita berniat langsung ke Spanyol, gara-gara menemukan tiket murah hanya 8 Euro ke Brussels, akhirnya kita tanpa pikir panjang langsung membelinya. Bayangin cuman sekitar 130rb haha, bahkan mahal tiket kereta ekonomi kertajaya malang – jakarta wkwk.

Singkat cerita kami baru take off sekitar pukul 09.30. Molor 30 menit dari jadwal semula. Tapi anehnya kita nyampai on time jam 10.40. Ini mungkin pesawatnya ngebut kali ya (tapi ga kerasa). Yang jelas kami bersyukur pagi itu masih bisa melalui travelling berempat.

Running Trip: Welkom in Brussels

Brussels Charlerioi Airport. Bisa dibilang ini airport tempat maskapai murah. Kami iseng melihat di papan kedatangan dan tulisannya adalah Ryan Air, Wizz Air, Easy Jet, Pegasus. 4 maskapai yang terkenal murah, bahkan kadang harus menepok jidat lihat harganya yang murahnya nggak masuk akal. Lokasi airport ini juga jauh dari city center, sekitar 1 jam perjalanan bus. Nah bahkan bus-nya dari sini ke Brussels City Center 14 Euro. Lebih mahal bus dari pesawatnya.

Saat turun dari pesawat, kami pun merasa “Ini kayak di Halim Perdana Kusuma, Jakarta wkwk”. Bandaranya kecil. Kami pun bergegas menuju bus stop. Beruntungnya kami sudah membeli tiket online (lagi-lagi), karena memang selain lebih murah (kalau On The Spot 17 Euro), juga tidak perlu mengantri. Malangnya ternyata bus yang saat itu jam 11.30 sudah penuh, jadilah kami ikut bus yang jam 12.05. Telat 30 menit dari rencana kami.

Dari Brussels Charleroi kami turun di Terminal Bus Brussels Midi. Oke, sudah jam 1, dan bus kami ke Paris jam 18.15. Kami hanya punya waktu kurang dari 6 jam untuk explore kota ini WOW.

Di Brussels sendiri ada 3 terminal besar : Brussels Midi (letaknya di Selatan), Brussels Central (di Tengah), dan Brussels Nord. Tujuan pertama kami sesuai iterinary yang disusun adalah Mannekin Pis. Patung anak kecil lagi pipis yang katanya legendaris.

dscf4632

Mannekin Pis. Lagi pake baju Santa Clause. Biasanya bajunya diganti-ganti sesuai dengan musimnya.

Kami pun bergegas ke sana, dan ternyata, “Oke ternyata gini doang”, tapi herannya banyak orang yang berfoto, dan herannya juga kenapa kami juga ikutan berfoto (?). Katanya patung ini sudah ada sejak abad ke-14, walau sempat diganti beberapa kali karena dicuri. Usai dari situ, kami menuju Grand Palace, landmark lain di Brussels. Sebelum itu, di perjalanan ke sana, kami melewati aneka toko Waffel Brussels.

_dsc7079

Wafel yang saya beli. Harganya 6 Euro. Rasanya Surga, masya Allah…

Nah, belum afdhol dong kalau ke Brussels tapi nggak nyobain Waffel yang terkenal enak. Kami mencari toko yang paling ramai, dan kebetulan sejalur dengan kami. Harganya mulai dari 2 Euro (tanpa topping), dan semakin mahal ketika toppingnya semakin banyak. Saya sendiri waktu itu membeli yang 6 Euro (topping ice cream vanilla + coklat). Rasanya? Masya Allah jangan ditanya. Surga dunia deh pokoknya haha.

dscf4641

Grand Palace. Arsitektur bangunannya bagus banget. Sayangnya kita ga lama-lama di sini karena dikejar waktu Atomium.

Tak lama-lama kami segera berjalan ke Grand Palace. Dan inilah yang membuat kami berdecak kagum. Pusat pemerintahan Kota Brussels. Terdapat city museum, town hall, juga King’s House. Bangunan yang dibangun sejak abad ke-14 ini memang begitu megah.

_dsc7111

Ada kereta kuda juga :))

Di tempat ini kami tak punya banyak waktu berfoto-foto. Kami langsung menuju ke Atomium. Salah satu landmark yang letaknya cukup jauh, di utara Brussels. Dari Grand Palace kami menuju Central Station dan membeli tiket metro di sana. Kami membeli single ticket 2,1 Euro yang bisa digunakan selama satu jam. Kemudian kami menuju atomium. Cuaca hari itu Alhamdulillah sedikit mendung, dan berangsur-angsur cerah.

Perjalanan kami sekitar setengah jam dari Brussels Central. Kami naik Metro nomor 6 dan turun di Stasiun Heizel. Dari situ, sudah tampak atomium menjulang kokoh. Atomium ini sebenarnya adalah monumen yang dibangun sejak tahun 1958 dalam rangka Expo ’58, semacam pameran dunia yang diselenggarakan di Brussels pada tahun tersebut. Terdapat 9 buah bola baja berdiameter 18 meter, yang dihubungkan dengan silinder-silinder eskalator. Strukturnya ini sebenarnya mengikuti bentuk atom yang katanya diperbesar 165 milliar kali.

Dari puncak atomium tampaklah pemandangan kota Brussels. Tampak pemandangan yang luar biasa dari puncak ini. Harga tiketnya 8 Euro untuk student, dan bisa di beli secara online juga. Sekitar satu jam kami disitu, kami cukup puas. Oh ya, saat membeli tiket juga ada jam kunjungannya, jadi pastikan juga datang on time.

_dsc7195

Pemandangan Brussels dari Puncak Atomium

_dsc7211

Mini Europe. Destinasi dekat Atomium yang berisikan miniatur Europe. Pemandangan dari puncak Atomium

_dsc7248

Pemandangan lain dari Puncak Atomium

Dari atomium, kami menuju keluar kembali. Ternyata matahari justru bersinar sangat cerah, sehingga kami memutuskan foto-foto dulu hehe. Kemudian kami memutuskan kembali ke stasiun Central. Nah, by the way, entah mengapa tiket kami yang katanya hanya aktif satu jam ternyata saat dimasukkan ke mesin tiket masih berlaku hehe. Padahal kami sudah lebih dari dua jam di situ. Jadi tips lainnya adalah jangan keburu beli dulu, siapa tahu tiketnya masih bisa =)).

_dsc7268

Di depan atomium – Brussels.

dscf4690

Christmas Market – Brussels

Di Brussels Central, karena jam sudah menunjukkan sekitar pukul 17.00, kami pun hanya berjalan menuju ke Brussels Nord sembari melewati street market saja. Malam itu malam natal, sehingga christmas market cukup ramai. Sambil berjalan, berfoto-foto ria, hingga sampailah kami di Brussels Nord sekitar jam 17.45. Bus kami menggunakan Eurolines, karena kebetulan setelah mencari alternatif termurah ke Paris, ternyata bus ini paling murah. Harga nya 9 Euro. dengan perjalanan sekitar 4 jam 15 menit. Oh ya baru di sana kami membuka perbekalan kami. Untuk hari pertama kami tidak mengeluarkan uang untuk makan berat karena kami membawa bekal untuk menghemat perjalanan.

Pukul 22.30, sampailah kami di Paris Galliani. It’s very very crazy days. Dari hampir, ketinggalan pesawat, keburu-buru di Brussels karena cuman ga sampai 6 jam di sana, hingga nanti ketemu mesin ding dong di terminal bus Perancis yang tentu saja akan saya ceritakan di post selanjutnya =)).

* Rincian Budget 

1. Tiket Kereta Lund – CPH Kastrup Airport : 120 SEK (Beli yang Grup duo biar murah)
2. Pesawat Ryan Air CPH – CRL : 8 Euro
3. Bus CRL – Brussels City Center: 14 Euro
4. Wafel: 6 Euro (ada yang mulai dari 2 Euro)
5. Tiket Metro : 2,1 Euro (untuk 1 jam, tapi nyatanya ketika kami coba lebih dari itu, di masukkan ke pintu mesin tiketnya masih bisa wkwk).
6. Tiket Atomium: 8 Euro

*Tips : Singkat aja dah tipsnya, 6 jam mana cukup broooh buat explore satu kota wkwkw. 

Bersambung,

Part 2: Paris – The Magnificent City

Categories: Europe, Travelling | Tags: , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: