Sweden Halal Life #2 : Tips Masak di Dapur Sharing

Melanjutkan tulisan saya sebelumnya di sini, tentang tips memasak. Nah lho kenapa ini penting? Ya, ini bisa saya katakan penting karena umumnya student di swedia bakal tinggal di koridor dengan dapur sharing. Jadi sistem housing di Swedia bisa dibilang bermacam-macam. Ada apartemen dan koridor. Kalau apartemen biasanya lebih besar, dapur pasti di dalam kamar, termasuk kamar mandi. Namun kalau koridor, umumnya dapur nya sharing untuk beberapa orang, bahkan beberapa ada yang kamar mandinya diluar. Kalau housing saya? Alhamdulillah, kamar mandinya di dalam, dengan luas kamar sekitar 20 meter hehe.

Karena dapur nya sharing sudah tentu apa yang paling berbahaya ? Yups, lagi-lagi makanan ._. . Maka aspek kebersihan, kerapatan menutup harus benar-benar diperhatikan di sini. Nah, ini beberapa tips nya.

Sharing Lemari Es (Atas) & Freezer (Bawah)

Sharing Lemari Es (Atas) & Freezer (Bawah) Di sini harus benar-benar ditutup rapat makanan kita agar aromanya tidak bercampur

1. Sharing Kulkas : Tutup Rapat-Rapat

Nah, kalau soal ini penting banget. Ya, jadi kulkas dan di Freezer yang ada itu terbagi ke beberapa layer, dan setiap orang di sini dapat jatah satu layer. Yup, di sini kita menyimpan makanan juga dalam satu kulkas. Yang jadi concern adalah bagaimana jika di situ ada daging yang ga halal dan zat nya atau sekedar aroma nya bercampur dengan makanan kita? Nah, sebab itulah saya memakai tupperware untuk menyimpan makanan di kulkas, atau plastik yang udah di karetin rapat-rapat. Kalau buah, juga sebelum saya makan, benar-benar harus di cuci bersih.

Pisau

Nah ini tempat naruh pisau. Saya hampir nggak pernah (pernah beberapa kali pas kelupaan ._.) naruh di sini agar pisau saya ga dipake orang lain, juga menjaga tetap bersih dan aman dipakai untuk memotong.

2. Alat Masak : Selalu Cuci Sampai Bersih

Persoalan alat masak juga penting, terutama menurut saya adalah : Alas pemotong daging + pisau. Kalau khusus ini saya punya sendiri dan tiap setelah saya masak saya taruh di lemari saya sendiri. Kenapa demikian? Karena saya cuman mikirnya simpel. Gimana kalau di situ ada bekas-bekas daging yang menempel, yang mengerak atau kurang bersih saat mencuci? Sebab itulah untuk dua hal ini saya benar-benar gunakan milik sendiri, dan jika terpaksa menggunakan yang ada di dapur, sekalipun sudah dalam kondisi bersih, maka saya akan cuci kembali pisau, dan alat-alat lainnya tersebut.

Termasuk juga panci, teflon, dan lainnya juga kalau saya kebetulan punya sendiri dan bahkan sampai saya bawa dan saya simpan di kamar setelah masak. Bukan bermaksud pelit, tapi semata-mata menjaga agar ketika saya masak juga nggak perlu nyuci lagi kan, hehe, karena punya sendiri dan ditaruh di kamar.

Alas Pemotong

Alas pemotong, saya menyimpannya di laci milik sendiri. Sebab takutnya jika dipakai yang lain, akan ada sisa-sisa daging yang masih menempel

3. Alat-Alat : Simpan Sendiri di Kamar / di Lemari Dapur Pribadi

Nah, seperti yang sudah saya singgung di atas, bahwa sebisa mungkin alat-alat yang kita punyai sendiri di simpan di kamar sendiri, atau di lemari dapur pribadi. Contoh yang selalu saya simpan adalah pisau dan alas pemotong. Keduanya menurut saya paling rawan jika digunakan dan bercampur dengan makanan-makanan yang tidak halal, khususnya alas pemotong, yang kadang setelah dipakai memotong daging, untuk membersihkannya benar-benar harus di gosok agar tidak ada sisa-sisa daging yang masih menempel. Termasuk bahkan lap sama spon buat mencuci saya punya sendiri. dan saya simpan di lemari saya seperti di bawah. Karena takutnya kalau pakai punya umum, itu bercampur dengan zat-zat yang tidak halal.

Lemari Penyimpanan Bahan

Nah, ini lemari pribadinya. Terlihat di situ di rak kedua ada spon buat cuci-cuci, dan juga pisau di pojok kanan bawah. Saya juga menyimpannya di sini. Supaya kedua barang ini terhindar dari makanan / minuman yang tidak halal.

4. Bersihkan Sebelum dan Sesudah

Ini juga benar-benar saya perhatikan, bahkan sebelum masak pun saya selalu berusaha menggosok dulu meja makan dengan lap basah, takutnya masih ada sisa-sisa masakan yang dikhawatirkan bercampur. Termasuk saat mengambil piring dan alat-alat umum lainnya dari lemari, sekalipun sudah dalam kondisi bersih, namun tetap selalu saya bilas terlebih dahulu, karena dikhawatirkan yang mencuci sebelumnya kurang bersih. Juga saat sesudah kita masak nah jangan lupa di bersihkan ya, kan ini dapur umum, jadi pastikan before-after nya bersih.

5. Jangan Lupa Selalu Berdoa

Nah, kalau segala ikhtiar udah dilakukan, ya sudah jangan lupa baca bismillah dan doa sebelum makan. Kita sudah berikhtiar semaksimal mungkin untuk menjaga agar makanan yang kita makan halal. Maka jika ternyata masih ada zat-zat yang bercampur, tentu kita mohon agar diampuni dosa-dosa kita. Juga jangan lupa untuk istighfar banyak-banyak.

Categories: Halal Trip, Journey | Tags: , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: