Scholarship Journey (11) : Ramadhan – Jawaban Sesungguhnya

Menapaktilasi perjuangan yang pada akhirnya telah sampai ke ujungnya. Perjalanan yang dimulai tahun 2016 yang lalu pasca menuntaskan amanah akademik kampus. Hingga hari ini, betapa banyak pelajaran yang dapat dipetik. Bahwa hanyalah Allah sebaik-baik perencana. Hanya Allah yang mengetahui tentang apa, kapan, di mana, dan bagaimana waktu yang terbaik untuk hamba-hambaNya. Ketika Dia merasa bahwa hambaNya telah pantas dan kuat menerima segala ketetapan dariNya, niscaya Allah tak akan segan-segan mengabulkan doa kita, bahkan memberikannya dengan cara yang jauh tak pernah kita sangka.

November 2017

Jika tidak salah, pada bulan itulah saya mulai masuk ke grup awardee LPDP Swedia. Mulai mengenal satu sama lain. Dari kami semua jelas saja hampir nyaris tidak ada yang berangkat tahun 2018 dikarenakan memang swedia belum membuka pendaftaran saat kami mendaftar, sehingga sebagian besar dari kami tidak meng-upload LoA. Namun ada juga beberapa di antara teman-teman saya yang tetap “cuek” meng-upload LoA tahun lalu, nah ternyata mereka justru di granted untuk berangkat tahun 2018 ==’ (ini berarti LPDP ga liat tulisan tahun di LoA nya yang udah expired kali ya).

Sekitar bulan Desember 2017, 9 dari 28 orang diantara kami mendapat kepastian bahwa dapat berangkat di 2017. Hal itu dikarenakan mereka request Letter of Guarantee (bukan LoA Resmi) kepada universitas dan universitas tersebut mau mengeluarkannya, serta mencoba langsung men-submitnya ke LPDP. Walaupun belum resmi, namun setidaknya itu pertanda bahwa mereka telah diterima di universitas tersebut.

Late Consciousness…

“Generally, university can’t do that…, but only for who studying in the Faculty of Engineering can be given that kind of letter…” – Kieve Sailing, International Officer Lund University

Entah mengapa saya baru sadar jika jurusan saya masuk ke Faculty Engineering. Saya cukup terlambat meminta Letter of Guarantee tersebut dari Lund University, dibandingkan dengan teman-teman sebelumnya. Antara pada waktu itu sudah berpasrah ingin berpindah universitas ke Belanda (yang requirements-nya lebih tinggi, dan tentu peringkatnya lebih bagus), juga sudah lelah. Pada waktu itu pun saya sudah bersyukur diterima LPDP walaupun harus berangkat di tahun 2019.

Namun bukankah Dia terkadang mendatangkan ujian untuk melihat seberapa sungguh-sungguh hamba-hambaNya tuk berupaya melewatinya? Bukankah pertolonganNya akan datang setelah ikhtiar semaksimal mungkin? Maka pada akhirnya waktu itu saya mencoba berikhtiar. Barangkali di tahun 2018 Allah izinkan untuk berangkat.

17 Desember 2017, pada waktu itulah aku mengirim e-mail ke Lund untuk memproses aplikasi universitas lebih cepat, sehingga secepatnya saya mendapat letter of guarantee untuk mengajukan ke LPDP agar dapat berangkat di 2018.

E-Mail ke Kieve, International Officer Lund University

Saya juga bersyukur di grup terdapat Mas Beni dan Mbak Sarah, dua orang alumni Swedia yang merupakan pengurus dari Fika, organisasi Alumni Swedia Indonesia. Juga diluar grup ada Mbak Amreta, serta Jonathan selaku embassy swedia. Mereka-mereka lah yang keep in touch dengan kami, serta berusaha sekuat tenaga dengan membantu kami untuk audiensi ke LPDP agar kami dapat diberangkatkan tahun ini.

11 Januari 2018, saya mendapat balasan dari Kieve, bahwa berkas saya sedang di review oleh Lund. Semestinya tidak ada masalah karena tahun sebelumnya saya pernah diterima dengan jurusan dan fakultas yang sama. Pada waktu itu pun tiap-tiap dari kami pun terus melakukan follow up ke CSO LPDP agar dapat diberangkatkan di tahun 2018.

17 Januari 2018

Pre-Liminary Letter dari Lund University

 

Tepat pada hari itu Lund memberikan pre-liminary letter, yang menandakan saya diterima. Secepatnya pada waktu itu langsung saya kirim kembali ke CSO LPDP untuk meminta persetujuan agar diberangkatkan di tahun 2018.

Segala ikhtiar telah dilakukan, dan pada akhirnya tinggal menunggu hasilnya….

CSO LPDP : Pengajuan Intake 2018 Tidak Disetujui

Yak, pada hari itu, sekitar seminggu sebelum PK, saya ditolak untuk dapat intake di 2018. Hal yang sama juga dialami teman-teman awardee LPDP Swedia. Ternyata kami semua ditolak. Ya sudah, kami telah berusaha. Barangkali 2019 adalah waktu yang terbaik.

Februari 2018 : Persiapan Keberangkatan 122 – Samudraraksa

Pada akhirnya jadwal Persiapan Keberangkatan keluar juga setelah diombang-ambing ketidakjelasan semenjak November 2017. Yak, tepatnya pada tanggal 19 – 23 Februari 2018 kami dipertemukan dari seluruh Indonesia. Setelah aneka drama perpindahan anggota PK, keluar masuk orang, hingga akhirnya genap juga 122 Serdadu Samudraraksa. Tak banyak yang dapat dituliskan, namun terlalu banyak yang dapat dikenang. Intinya PK bisa dibilang refreshing dari segala hal yang bersifat pekerjaan, kejenuhan, dan segala hal yang cukup melelahkan.

Bisa bertemu dengan teman-teman dari seluruh Indonesia dengan berbagai latar belakang, ditambah juga pembicara yang tak kalah kerennya, juga di event ini saya untuk kali pertama memaksakan diri untuk belajar menari agar bisa tampil di depan pembicara nasional. Dari hampir tidak bisa pada akhirnya saya bisa walaupun juga gerakannya masih kaku kayak senam haha. Intinya PK ini seolah menjadi “selingan” dari segala kepenatan yang melanda.

Nah, ternyata harapan untuk berangkat 2018 masih ada. Pada saat materi Bu Ratna Prabandari, Kepala Divisi Evaluasi Penyaluran Dana Kegiatan Pendidikan LPDP, beliau berkata bahwa masih ada kuota untuk keberangkatan 2018 namun hanya sedikit dan akan benar-benar di-review kembali. Di situlah pada akhirnya sinar yang telah meredup seolah kembali menemukan jalan untuk bercahaya terang kembali.

26 Februari 2018, tepat 3 hari setelah PK, saya mengajukan kembali untuk berangkat di 2018. Kali ini bersama teman-teman PK-122. Pada waktu itu kebetulan dibantu oleh Mbak Galih, salah satu perwakilan yang kebetulan juga senasib dengan saya dan teman-teman untuk diberangkatkan di 2019. Ikhtiar kedua, kali ini bersama dengan teman-teman satu PK-122 yang senasib. Entah berhasil atau tidak. Namun sekali lagi setidaknya kita telah mencoba…

Maret – Mei 2018

Pengajuan kami tidak kunjung mendapat kepastian. Sementara di PK terakhir, PK-125 pada waktu itu kami mendapat info bahwa baru Juli 2018 akan ada kepastian kami bisa diberangkatkan atau tidak. Tentu saja hal itu mustahil, padahal kami masuk kuliah Agustus 2018. Belum jua tentang residence permit, dan segala aplikasi perizinan masuk negara Swedia yang lainnya yang tentu saja harus diajukan.

Sementara itu dari pihak embassy, serta alumni Swedia yang sedari awal membantu kami turut terus berkoordinasi dengan LPDP agar pengumuman tersebut dapat dipercepat. Namun ternyata hasilnya tetap sama saja, LPDP masih bersikukuh baru Juli 2018. Di situlah kami semua kembali berpasrah.

Sementara itu, pada bulan April, official LoA saya untuk 2018 sudah saya dapatkan. Entah mengapa, pada waktu itu apakah saya akan decline kembali untuk kedua kalinya. Bahkan pada tanggal 8 Mei, sudah terdapat reminder untuk segera membayar tuition fee maksimal pada tanggal 20 Mei 2018.  Saya pun mencoba meminta perpanjangan sampai Juli, namun ternyata dari pihak Lund hanya mau memberi izin sampai Juni maksimal pembayaran tuition fee. Kami benar-benar sudah pasrah.

Senin, 21 Mei 2018 = 5 Ramadhan 1438 H, 07.41 WIB

Aku duduk di meja kerjaku seperti biasa. Tanpa terasa, Ramadhan telah memasuki hari ke-5. Tak ada angin tak ada hujan. Mengerjakan rutinitas pagi seperti biasa. Membuat daily report, VLT schedule, dan beberapa pekerjaan lainnya. Tak ada ekspektasi apapun hari itu, tak ada firasat apapun hari itu.

07.41. Entah tiba-tiba hari itu notifikasi hp-ku berbunyi. Kulihat sekilas, oh dari LPDP. Mungkin saja itu dari milis LPDP seperti biasa. Ya, semenjak menjadi awardee dan selepas PK, saya dan teman-teman PK dimasukkan ke milis untuk mendapat berbagai informasi. Mulai dari permohonan bantuan untuk mengisi kuisioner, informasi lomba, kompetisi, lowongan pekerjaan dan lainnya. Saya pun harus benar-benar rajin untuk menghapus yang tidak perlu, agar mailbox tidak penuh, serta mem-bintangi beberapa yang penting.

Tapi hari itu, dan pada detik itu juga, mataku menangkap sebuah judul E-Mail : Persetujuan Intake tahun 2018

 

Allahu Akbar !!! Aku tak percaya. Air mataku tiba-tiba saja ingin menetes. Beberapa kali aku refresh untuk memastikan bahwa itu benar. Masih tak percaya, langsung aku kabarkan di grup LPDP Swedia tentang e-Mail yang aku terima. Ternyata beberapa teman mengalami hal yang sama :’). Secepat mungkin langsung aku screenshoot dan aku kabari di grup whatsapp keluarga.

Siang hari, Mbak Galih, salah satu teman akrab di PK juga tiba-tiba menghubungi aku. Aku bergegas lari ke ruang kantor yang sepi. Memastikan tak ada yang mendengar. Ia juga mendapat e-Mail itu dan ingin memastikan bahwa aku pun mendapatkannya.

Esok hari langsung kuajukan Letter of Guarantee dari LPDP, dan ternyata prosesnya tak lama. Kuajukan pula segera pengurusan Residence Permit, serta beberapa keperluan administrasi yang lain. Kukirimkan ke Lund University, dan mereka pun telah meng-accept-nya. Entah mengapa semua terjadi dalam sekejap saja. Pasca LoG telah didapat, yang menandakan aku akan diberangkatkan di tahun 2018, dan itu menandkan kepastian yang benar-benar pasti.

Aku bergegas menghadap atasanku. Mengajukan resign secepat mungkin. Sebab aku ingin menghabiskan hari-hari terakhir ramadhan, 10 hari terakhir bersama keluarga di Malang. Karena ini adalah ramadhan terakhir sebelum 2 tahun selanjutnya aku tidak menghabiskannya bersama mereka. Sebelum idul fitri di negeri orang.

Last day before starting my class
13.05

Categories: Scholarship Journey | Tags: | 1 Comment

Post navigation

One thought on “Scholarship Journey (11) : Ramadhan – Jawaban Sesungguhnya

  1. Ya ampunnnnn, penuh haru. 😢

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: