Scholarship Journey (10) : When Finally His Answer Comes….

PK-122 LPDP: Samudraraksa

Menapaktilasi perjuangan yang pada akhirnya telah sampai ke ujungnya. Perjalanan yang dimulai tahun 2016 yang lalu pasca menuntaskan amanah akademik kampus. Hingga hari ini, betapa banyak pelajaran yang dapat dipetik. Bahwa hanyalah Allah sebaik-baik perencana. Hanya Allah yang mengetahui tentang apa, kapan, di mana, dan bagaimana waktu yang terbaik untuk hamba-hambaNya. Ketika Dia merasa bahwa hambaNya telah pantas dan kuat menerima segala ketetapan dariNya, niscaya Allah tak akan segan-segan mengabulkan doa kita, bahkan memberikannya dengan cara yang jauh tak pernah kita sangka.

Juli 2016
Open Recruitment: Internship Toyota. Informasi inilah yang membuatku pada waktu itu tertarik untuk mendaftar. Magang di Toyota Motor Manufacturing Indonesia, salah satu perusahaan manufaktur yang selama kuliah aku ingat betul mempelajari istilah-istilah seperti Kaizen, Toyota Production System, 5S, dan lain sebagainya.

Ya, pasca sidang tugas akhir di bulan Juli 2016, aku pada waktu itu masih memutuskan untuk sesegera mungkin melanjutkan studi. Selepas sidang dan segala revisinya kuseleseikan dengan cepat termasuk dengan persyaratan yudisium. Agar pada tanggal 10 Agustus 2016, aku bisa memulai belajar IELTS di salah satu lembaga kursus bahasa Inggris di Pare, Kediri.

Namun, akan selalu saja ada godaan terhadap mimpi yang dikejar. Pada waktu itu pun aku tetap iseng-iseng aja daftar kerja / magang. Salah satunya adalah Toyota Summit itu. Hingga diluar dugaan, ternyata aku lolos hingga tahap akhir, yaitu interview di Jakarta. Namun ternyata tanggalnya bertepatan dengan hari di mana aku memulai kursus di Kampung Inggris.

Aku pun mulai goyah. Apalagi pasca interview tersebut, dapat berpeluang menjadi karyawan PT TMMIN. Hingga akhirnya setelah diskusi dengan orang tua, mereka hanya berkata, ”Ingat kembali impianmu dan tujuan hidupmu sebenarnya apa…”. Pada akhirnya, aku memutuskan untuk mengundurkan dari proses seleksi ini, dan fokus pada kursus IELTS.

Dan tidak ada yang menyangka setahun kemudian….

2 Agustus 2017 : Induksi PT TMMIN.

Pasca kegagalan bertubi-tubi dalam beasiswa yang aku daftar, pada akhirnya aku memutuskan untuk bekerja. Hingga sampailah pada hari itu, tanpa di sangka-sangka. Aku justru kembali ke tempat di mana tahun lalu sampai pada tahapan interviw akhir, namun kali ini aku kembali sebagai salah satu NEDP (New Empolyee Development Program), yaitu program semacam Management Trainee dari TMMIN selama satu tahun dengan status kontrak.

Ada hikmah yang dapat diambil, bahwa setidaknya aku masuk TMMIN dengan berbekal kemampuan bahasa Inggris yang lumayan, juga dengan sertifikat IELTS yang telah aku dapatkan di Januari 2017. Juga aku sempat memiliki pengalaman kerja di perusahaan Start Up : Ternaknesia. Sesuatu yang tidak pernah aku ekspektasikan akan bekerja di perusahaan baru.

2 minggu pertama, kami terus menerus melakukan training. Banyak insight yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya. Di sinilah hal lain yang aku syukuri. Aku pun juga mendapat penempatan di PPCD (Production Planning & Control Division), yang mana merupakaan salah satu core dari Supply Chain Mangement, bidang yang ingin aku ambil saat S-2.

Pertengahan Agustus, sebuah e-Mail masuk. Aku terkejut karena ternyata pada seleksi berkas LPDP dinyatakan lolos untuk tahap pertama yaitu tahap berkas. Selanjutnya adalah tahap online assesment. Hal yang tidak pernah aku duga sama sekali.

Kemudian sekitar seminggu kemudian aku mengerjakan online assesment. Masih teringat pada waktu itu aku bangun pagi-pagi buta sekitar jam 2 untuk mengerjakannya. Karena hanya dibuka sehari saja, dan khawatir malam ada lembur atau mungkin server yang jebol karena terlalu ramai, maka aku memutuskan pagi – pagi buta mengerjakannya.

Tidak ada persiapan apapun, hanya berbekal doa bahwa jika ini memang yang terbaik dariNya, maka semoga saya dapat diterima sebagai salah satu awardee. Pada waktu itu prinsipku hanya mencoba saja semaksimal mungkin. Tidak ada harapan yang muluk-muluk mengingat setiap tahunnya pendaftar LPDP mencapai puluhan ribu.

September 2017

Sebuah e-Mail dari LPDP masuk. Saya terkejut. Ternyata online assessment saya lolos dan mengharuskan untuk mengikuti seleksi tahap akhir, yaitu LGD, Essay on the spot, dan Interview. Kesemuanya dilaksanakan di Surabaya karena saya dahulu saat mendaftar memilih Surabaya sebagai tempat untuk mengikuti seleksi. Lagi-lagi, tak pernah kusangka dapat sampai tahap ini.

Muncullah kegalauan. Baru juga dua bulan kerja, masih kontrak juga, masa harus izin hampir seminggu. Parahnya juga untuk seleksi beasiswa. Aku benar-benar dilema. Bingung dengan keputusanNya pada waktu itu. Apakah benar LPDP merupakan jalan untuk mewujudkan impianku. Ataukah jangan-jangan ini hanya ujian dariNya saja terhadap karirku di TMMIN.

Hingga tempat terbaik kembali adalah diskusi dengan orang tua dan tak lupa beristikharah kepadaNya. Singkat cerita saya memberanikan diri izin ke atasan, dan singkat cerita beliau mengizinkan. Walau tentu saja dengan resiko nama saya akan di ”highlight” oleh HRD, dan jika saja nanti saya tidak lolos LPDP ini, bisa saja saya juga takkan diangkat menjadi karyawan TMMIN.

Namun sekali lagi prinsip saya bahwa tidak ada salahnya mencoba, dan tidak ada yang pernah tahu hasilnya. Setelah dihitung-hitung, tidak semua orang juga dapat sampai ke tahap seleksi akhir ini, dan alangkah disayangkan jika saya mundur sebelum mencoba.

Berbekal persiapan yang pada waktu itu seadanya, dan minim sekali. Saya sendiri tergabung ke dalam beberapa grup persiapan LPDP bahkan minder melihat persiapan teman-teman calon awardee. Bahkan mereka ada yang bertemu untuk latihan LGD, bikin essay on the spot, juga simulasi interview. Ada juga yang me-resume sampai ratusan isu-isu terkini. Sementara saya, hanya baca beberapa, itupun juga untuk interview hanya 2x simulasi. LGD tidak sama sekali. Essay on the spot juga tidak latihan sama sekali.

Verifikasi Berkas : Problem Baru

H-2 seleksi saya baru mengetahui bahwa saat verifikasi berkas ternyata semua berkas yang asli termasuk ”Surat Rekomendasi” harus dibawa. Saya pun langsung lemas, karena kesemuanya hanya ada versi scan-nya saja. Surat rekomendasi saya pertama dari Prof. Joni Hermana, selaku rektor ITS. Saya pun bergegas mem-whatsapp beliau, dan beliau meminta saya menghubungi sekertarisnya. Saya pun menelpon sekertarisnya, dan menanyakan surat yang saya minta beberapa bulan yang lalu. Ia terkejut dan akan coba mencarinya, karena sudah diarsipkan. Beruntungnya pada waktu itu ternyata masih ada, dan saya pun mengambilnya H-1. Masalah pertama selesai.

Masalah kedua : Surat Rekomendasi saya kedua. Saya dapatkan dari Bang Bachtiar Firdaus, Dirut Rumah Kepemimpinan, beasiswa yang saya dapatkan semasa kuliah. Masalahnya suratnya di jakarta, dan saya sudah posisi di Surabaya, dan pada waktu itu sudah H-1 seleksi. Saya pada waktu itu entah mengapa tidak terpikir untuk mengambilnya di Depok, selama di Jakarta. Dan ternyata setelah dicari surat saya hilang.

Saya benar-benar panik. Di saat itulah saya benar-benar berterima kasih pada officer – officer Rumah Kepempimpinan, yang mau membuatkan ulang, dan pada akhirnya mengirimkan file original-nya beserta ttd Bang Bach. Tetap saja terlihat seperti scan-scanan. Saat itu pula saya mendapat informasi dari teman-teman bahwa saat verifikasi, juga tergantung verifikatornya. Semoga saya mendapat orang yang ”baik”.

Seleksi Tahap Akhir

”Mushonnifun Faiz Sugihartanto…”. Namaku dipanggil juga akhirnya. Ternyata bisa dibilang saya mendapat interview di hari terakhir juga nyaris peserta terakhir yang di interview hari itu. Sebelumnya saya melalui essay on the spot dengan cukup baik walaupun tidak terlalu yakin juga. LGD pun saya melaluinya dengan lancar walaupun juga saya tidak tahu bagaimana saya dinilai, yang penting pada waktu itu saya ngomong saja.

Aku memasuki ruang interview dengan lumayan berdegup. Tak henti-hentinya segala macam doa diucap. Bagaimana tidak, selain karena peserta terakhir, muncul bayangan interview yang killer, juga bayangan akan interviewer yang sudah lelah meng-interview seharian sehingga khawatir mood mereka terpengaruh.

Saya duduk setelah dipersilahkan. Diluar dugaan saya mendapat interviewer yang benar-benar friendly, tidak killer, dan juga wajahnya nggak sangar hehe. Sempat tegang dan kaku di awal, pada akhirnya saya bisa menjawab semua pertanyaan dengan baik dan lancar. Bahkan setelah interview berakhir, ibu psikolog sempat penasaran dengan pekerjaan saya saat di Ternaknesia. Nah sekalian promo deh buat investasi wkwk. =))

4 hari pun tak terasa telah dilalui. Saatnya kembali ke Jakarta.

25 Oktober 2017

Waktu menunjukkan pukul 19.00. Aku masih dalam perjalanan dari Karawang – Jakarta. Di mobil ada manajer, section head, juga staff satu departemen. Aku duduk di depan, sembari berulang kali me-refresh browser di smartphoneku. Yap, hari itu LPDP menjanjikan pengumuman, setelah sebelumnya sempat spot jantung di 5 hari sebelumnya. Bagaimana tidak, pada hari tersebut seharusnya pengumuman. Namun tepat pada jam pengumuman, justru keluar pengumuman bahwa ternyata ditunda 5 hari kemudian -___-.”

Berkali-kali mencoba login tetap saja gagal. LPDP lagi jebol, banyak yang akses. Bayangkan ternyata pendaftar tahun 2017 sekitar 25 ribu, maka kesemuanya sedang serentak mengaksesnya.

Aku mencoba meminta bantuan ayah dan adikku di rumah untuk membukakan pengumumanku. Sekitar setengah jam kemudian aku berhasil login. Namun saat masuk ke halaman pengumuman : Not Found, dan login lagi -_-. Haha, makin spot jantung aku jadinya.

Hingga akhirnya…..:

 

Allahu Akbar, penantian panjang akan perjalanan beasiswa pun pada hari itu Allah tunjukkan jawabannya. Aku pun dinyatakan lolos. Namun muncul sebuah kejutan kembali. Saat mendaftar aku memang belum memiliki LoA, karena memang Swedia saat itu belum buka pendaftaran. Di situ tertulis bahwa awardee yang belum meng-upload LoA saat pendaftaran, maka akan diberangkatkan di 2019 dan diberi waktu setahun untuk mencari LoA.

 

Ternyata perjalanan ini kembali menemui ujiannya….

Ditulis saat di Bangku 21A, Qatar Airways QR-159

Terbang di atas daratan Polandia
*baru di publish sekarang setelah ke-hectic-an beberapa hari*

Categories: Scholarship Journey | Tags: | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: