Scholarship Journey (6) : Listing Aneka Scholarship & Universitas.


Menapaktilasi perjuangan yang hingga hari ini belum selesai. Perjalanan yang dimulai tahun 2016 yang lalu pasca menuntaskan amanah akademik kampus. Hingga hari ini, betapa banyak pelajaran yang dapat dipetik. Bahwa hanyalah Allah sebaik-baik perencana. Hanya Allah yang mengetahui tetnang apa, kapan, di mana, dan bagaimana waktu yang terbaik untuk hamba-hambaNya. Ketika Dia merasa bahwa hambaNya telah pantas dan kuat menerima segala ketetapan dariNya, niscaya Allah tak akan segan-segan mengabulkan doa kita, bahkan memberikannya dengan cara yang jauh tak pernah kita sangka.

Melanjutkan tulisan saya yang terhenti setahun silam. Pada akhirnya saya berpikir untuk melanjutkannya agar senantiasa menjadi pengingat bahwa pada setiap impian akan selalu ada perjalanan panjang dan pengorbanan. Semoga bermanfaat.

Selepas tes IELTS di IALF Malang, saya tak banyak membuang waktu. Saya segera listing aneka macam beasiswa yang bisa saya apply serta menawarkan beasiswa-beasiswa yang ada. Pada tulisan ini, saya hanya akan membagikan beberapa jenis beasiswa saja yang pernah coba saya apply. Selain beasiswa, saya juga melakukan listing beberapa universitas se-detail-detailnya termasuk bagaimana silabusnya. Oh ya, beasiswa yang saya list di sini tentu saja beasiswa yang fully funded, karena memang tentu tidak mungkin bagi saya untuk apply beasiswa yang partially funded alias tidak semua aspek mendapatkan pendanaan. Tambahan lagi, beasiswa yang akan saya share di sini juga beasiswa yang terdapat untuk course yang saya tuju ya hehe (Industrial Engineering / Logistics & Supply Chain Management). Jadi jangan kaget kalau semisal nanti tidak ada course teman-teman. Karena sebenarnya opsi beasiswa itu bisa di cari di google dan sangat banyak sekali, tergantung seberapa gigih teman-teman mencari smpai ke halaman-halaman belakang. Hehe.

Mengenai website, ada dua web yang saya rekomendasikan dan menurut saya cukup lengkap memuat info aneka macam beasiswa. Yaitu:

1. www.scholars4dev.com . Website ini berisikan aneka macam beasiswa untuk negara-negara berkembang. Termasuk tentunya negara kita, Indonesia. Selain infonya update, di website ini sistem pengkategoriannya juga baik. Terdapat beberapa category by level of study, by field of study, by country destination of study, termasuk juga by target group (negara yang eligible untuk apply beasiswa tersebut). Menurut saya juga web ini cukup update dan informasinya cukup lengkap.

2. www.beasiswapascasarjana.com. Nah, kalau website ini sesuai dengan namanya yang bahasa Indonesia, maka beasiswa ini khusus untuk orang-orang Indonesia saja. Websitenya juga cukup lengkap dan update. Pengkategorisasiannya juga lumayan, mulai dari Beasiswa Diploma, Sarjana, Master, Doktor, Dalam Negeri, Luar Negeri, serta ada kanal khusus LPDP.

Selepas membrowsing website-website tersebut, tentu saja saya buat semacam timeline besar yang berisikan deadline pendaftaran dari beasiswa tersebut. Seperti ini nih :

Untuk yang berminat memiliki file-nya bisa download di sini yah 🙂 Nah, berikut ini pada waktu itu setelah browsing, ada 13 jenis beasiswa yang saya putuskan untuk mendaftar. (Yang sesuai requirements saya, dan tentunya ada prodi saya untuk S-2):

1. Swedish Institute Study Scholarship. Beasiswa ini bisa saya katakan nominalnya 11-12 dengan LPDP. Pun juga dengan jenis tunjangannya. Hanya saja, sesuai namanya beasiswa ini khusus untuk universitas tujuan di Swedia. Tidak ada kontrak kerja di sana, dan kita bisa kembali ke negara asal selepas studi. Beasiswa ini buka setiap akhir tahun hingga deadline nya di awal tahun. Biasanya antara Oktober – Februari. Nah, untuk beasiswa ini persaingannya cukup ketat, karena untuk negara-negara berkembang di seluruh dunia. Pada beasiswa ini, kita harus mendaftar universitasnya dahulu, baru nanti mendaftar beasiswanya. Istimewanya untuk swedia, seluruh universitasnya pendaftarannya terpusat di satu portal. Sehingga sekali bayar application fee, kita bisa memilih 4 universitas langsung.

2. King Abdul Aziz University – Saudi Arabia. Beasiswa ini juga fully funded. Beasiswa yang diberikan penuh oleh King Abdul Aziz University. Kebetulan di sana terdapat prodi Industrial Engineering.

3. King Saud University – Saudi Arabia. Beasiswa ini diberikan oleh universitas King Saud juga. Oh ya, baik nomor 2 maupun nomor 3, keduanya kebetulan kuliahnya menggunakan bahasa inggris, bukan bahasa Arab.

4. Beasiswa MOST Taiwan. Beasiswa ini berasal dari Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Taiwan. Terdapat daftar-daftar prodi tertentu yang dibiayai oleh beasiswa ini.

5. Beasiswa MOE Taiwan. Hampir 11-12 dengan MOST, namun untuk beasiswa ini dibiayai oleh Kementerian Pendidikan. Secara kuota penerima juga lebih banyak, jadi untuk beasiswa MOST itu lebih ketat seleksinya karena kuotanya lebih sedikit.  Beasiswa ini menyajikan untuk S1, S2, juga S3. Uang sakunya juga lumayan, dapat meng-cover biaya hidup.

6. NTUST Scholarship. Untuk beasiswa ini disediakan oleh universitas. Besarnya tidak sebesar MOE dan MOST, namun bisa dikatakan cukup untuk biaya hidup. Beasiswa ini ditawarkan saat kamu mendaftar ke NTUST (National Taiwan University of Science and Technology)

7. ICDF Scholarship. Beasiswa juga dari pemerintah Taiwan. Namun di sini kita harus jeli, karena tidak semua prodi yang ditawarkan menggunakan bahasa inggris. Kebanyakan menggunakan bahasa mandarin.

8. AIT (Asian Institute of Technology) Thailand. Universitas ini saat ini bisa dibilang sedang berkembang pesat. Semacam ITB dan ITS lah kalau di Indonesia. Saya pada waktu itu sempat diterima di beasiswa ini, namun ternyata diterima yang partially funded. Sehingga saya memutuskan tidak mengambil.

9. Fullbright Scholarship. Untuk beasiswa ini tujuan ke Amerika Serikat. Ya, teman-teman sudah tahu lah dan infonya cukup banyak di Internet. Bisa dibilang beasiswa yang prestis, dan yang diterima adalah orang-orang yang outstanding.

10. Australian Award Scholarship (AAS). Sepengetahuan saya beasiswa ini merupakan beasiswa dengan nominal terbesar untuk living cost-nya. Seleksinya cukup ketat, dan juga saya gagal di yang ini. AAS sendiri cukup bonafit mengingat ketika kita diterima, maka kita mendapat pelatihan bahasa gratis selama 9 bulan (kalau tidak salah), juga di tes-kan IELTS secara gratis.

11. Endeavour Scholarship. Hampir sama dengan AAS, namun bedanya beasiswa ini mensyaratkan kita harus sudah mendapat IELTS. Tujuan universitasnya juga untuk di Australia saja.

12. ASEAN Scholarship – Chulalongkorn University. Beasiswa ini dengan tujuan ke Chulalongkorn, Thailand. Nominalnya bisa dikatakan cukup. Apalagi sebagaimana yang kita tahu, Chulalongkorn termasuk salah satu universitas terbaik di ASEAN.

13. Beasiswa LPDP. Nah, ini sekaligus menjadi beasiswa terakhir yang saya apply dan saya diterima akhirnya :’) .

Berikutnya hal lain yang tak kalah penting adalah terkait me-list universitas-universitas yang akan dituju. Tentu saja dibuat se-detail mungkin. Ini saya belajar dari senior saya, Mas Hanif Azhar (Awardee BPI LPDP), untuk dibuat se-detail-detailnya. Pertama saya buat timeline seperti di bawah ini :

Kedua, saya melakukan riset mendalam seperti dibawah ini :

Di situ terdapat tab Universitas, Course Details (berisikan course yang ditawarkan dan sudah saya rangkum menjadi satu), bahkan termasuk Profil dosen tiap mata kuliahnya, untuk mengetahui latar belakang research-nya. Hal ini penting, khsusunya untuk teman-teman yang mengambil Master of Research, karena linearitas dan kesesuaian topik riset nantinya juga menentukan teman-teman di sana. Contoh file-nya bisa di download di sini.

Oh ya, yang perlu diketahui, saya melakukan listing se-detail itu bukan berarti teman-teman harus melakukan ya. Karena saya orangnya termasuk tipe yagn tersistematis, makannya saya lakukan hal di atas. Dan itu saya lakukan semenjak awal di Pare, sekitar Bulan Agustus 2017. So, bukan pasca tes IELTS baru melakukan listing se-detail itu ya. 

Penantian baru saja dimulai. Penantian akan hasil IELTS. Jika gagal, maka timeline yang sudah disusun sedemikan rupa bisa saja berubah. Yups, sebab IELTS yang saya gunakan tes tersebut akan langsung disubmit ke beasiswa SISS pada akhir bulan Januari 2017.

Dan cerita perjuangan, masih akan terus berlanjut….

Categories: Scholarship Journey | Tags: | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: