Tips & Trik Belajar IELTS (4): Speaking

Melanjutkan tulisan saya sebelumnya tentang belajar IELTS tentang reading di sini, kemudian juga tentang listening, serta preparing material, maka kali ini mulai memasuki bagian-bagian yang sedikit kurang familiar barangkali dibandingkan tes-tes bahasa inggris lainnya. Ya, dua hal yang menjadi pembeda dalam IELTS adalah adanya Writing dan Speaking. Saya mulai dari yang lebih mudah dulu ya (menurut saya) yaitu speaking.

Overall Speaking

Bagi teman-teman yang belum tahu,akan saya jelaskan sedikit tentang tes speaking di IELTS. Dibandingkan section yang lain, tes ini paling singkat waktunya. Mungkin sekitar 15 – 20 menit saja. Tes ini terbagi dalam tiga section:

Section 1 : Introduction & Interview (4 – 5 menit)

Bagian ini merupakan bagian yang paling mudah dan familiar. Penguji akan memperkenalkan dirinya, serta bertanya tentang dirimu. Hobi, aktivitas sehari-hari, pekerjaan, dan lain sebagainya. Topiknya masih berkisar kehidupan sehari-hari.

Section 2 : Individual Long Turn (3 – 4 menit)

Bagian kedua, tingkat kesulitannya lebih naik sedikit. Jadi, penguji nanti akan memberikanmu selembar kertas yang berisikan topik yang harus kamu jelaskan. Di bagian kedua ini istilahnya kamu diberi kesempatan menjadi pembicara / pencerita topik tersebut selama 2 menit. Kamu diberikan kesempatan untuk taking note / membuat draft yang akan kamu sampaikan selama satu menit. Selanjutnya setelah satu menit tersebut, kamu diberikan kesempatan bicara selama dua menit.

Section 3 : Two Way Discussion (4 – 5 menit)

Nah, ini bagian yang menurut saya cukup susah. Penguji bisa saja menananyakan tentang hal-hal yang kamu jelaskan tadi. Atau ada pertanyaan terkait dengan topik yang kamu sampaikan. Misal topiknya tentang tokoh idolamu, atau tentang isu politik kekinian. Susahnya adalah di sini kadang topiknya bisa berkembang secara abstrak dan bahkan bingung mau jawab apa hehe.

Band Descriptor : Harus DIPAHAMI !

Kebanyakan orang selalu bertanya-tanya gimana sih biar bisa dapat score tinggi di IELTS, khususnya speaking sama reading. HEI ! JAWABANNYA SEBENARNYA UDAH ADA GUYS. IELTS secara resmi mempublikasikan Band Descriptor untuk public. Kalau teman-teman googling IELTS band descriptor, mudah sekali mendapatkannya.

Band descriptor bisa dibilang adalah kriteria untuk mencapai skor yang diinginkan. Di atas adalah contoh band descriptor yang dijadikan acuan untuk belajar IELTS. Nah sekarang muncul pertanyaan, kenapa sih kita mesti memahami band descriptor? Bukankah yang penting kita bisa lancar dalam bicara, itu kan? Eits, emang bener sih guys, nggak mandatory, tapi bagi saya sangat-sangat dianjurkan.

Kenapa demikian? Ingat, kita bukan native. Dan saya yakin teman-teman di sini memiliki waktu dan deadline tersendiri untuk mendapat skor IELTS agar bisa mendaftar beasiswa. Oleh karena itulah, mau tidak mau ya kita kejar skornya dulu dalam IELTS. Walaupun skill juga penting.

Oke akan saya jelaskan sedikit di band descriptor ini. Ada 4 kriteria yang dijadikan penilaian dalam speaking test. Keempatnya memiliki bobot yang sama, tidak ada presentase yang lebih berat di salah satu indikator.

IELTS_Public_Band_Descriptors_-_Speaking

  1. Fluency & Coherence
    Fluency adalah tingkat kelancaran kita berbicara. Coherence adalah ketersinambungan antara kalimat satu dengan kalimat yang lainnya. Sekalipun bobotnya sama, namun menurut saya ini yang paling penting. Dulu ketika saya pertama kali belajar, yang saya kejar adalah Fluency dulu. Sebisa mungkin meminimasi pause dan fillers. Pause maksudnya kita berhenti lama, mikir ini mau ngomong apa selanjutnya. Fillers adalah saat kita bilang “Eeeee… Hmmmm..” dst. Nah, hal seperti itu harus diminimalisasi bahkan di tiadakan. So, terutama untuk Section 2, saat kita berbicara selama 2 menit penuh, jangan sampai ada “Mmmm… Eeee” atau long pause. Bisa-bisa score kita untuk ini jatuh.
    Kemudian untuk coherence, ini juga bicara keterkaitan antara satu kalimat dengan kalimat yang lain. Teman-temna bisa gunakan kata hubung seperti However, Furthermore, Henceworth, In addition, dan kata-kata lainnya. Hal itu membuat ide atau topik yang kita sampaikan akan lebih runtut.
  2. Lexical Resource
    Bagian ini melihat tentang keterampilan kita dalam kekayaan kosakata. Ada tiga aspek pada hal ini yang penting
    Pertama adalah Vocabulary. Ya, ini tentang kekayaan kosakata kita. Semakin less common vocab yang kita gunakan, atau vocab-vocab sulit maka semakin tinggi nilai kita. Juga yang dilihat collocation atau kecocokan vocab tersebut. Percuma vocabnya aneh-aneh tapi nggak cocok sama sekali dengan konteks kalimat.
    Kedua adalah Idiom. Ini adalah peribahasa. Jadi, gunakan peribahasa di bahasa inggris untuk mem-boost score-mu. Hafalkan bebrapa saja yang general yang bisa digunakan secara luas, bukan terlalu spesifik.
    Ketiga adalah Paraphrase. Nah, ini yang seperti saya telah jelaskan di tulisan-tulisan saya sebelumnya, bahwa kemampuan paraphrasing di IELTS itu mutlak, dan di setiap section itu selalu ada, baik listening, reading, maupun writing.
    Untuk bagian ini, bisa di maintain, namun jangan terlalu jadikan patokan. Dari ketiga aspek di atas, yang terpenting menurut saya yang harus dikejar adalah paraphrase, lalu idiom, dan terakhir vocabulary. Ingat, paraphrase ini bisa dipakai dimanapun. Masalah idiom juga relatif mudah jika teman-teman menggunakan idiom-idiom yang general yang konteksnya bisa meluas. Masalah vocab, lagi-lagi, ingat teman-teman punya waktu yang terbatas. Hafalkan vocab-vocab susah secukupnya yang general, dan bisa dipakai meluas.
  3. Grammatical Range & Accuracy
    Untuk section ini, menurut saya section yang sama-sama penting dengan fluency & coherence. Ada dua aspek di sini :
    Pertama adalah Sentence Structure. Teman-teman harus menggunakan complex sentence  untuk mendapat skor yang tinggi. Jangan kebanyakan simple sentence. Mungkin cukup hanya di section 1 saja saat lebih ke perkenalan diri, tapi akan lebih baik jika dari section 1 teman-teman bisa menggunakan complex sentence. 
    Kedua adalah Error Free. Nah, ini yang harus dibiasakan juga. Sangat disayangkan ketika kalimat teman-teman banyak kesalahan. Misal situasi lampau, tapi pakai present, atau kata ganti He She It harusnya pakai Verb-S tapi kurang huruf “s”, itu sangat-sangat disayangkan. Ingat, si examiner merekam tes teman-teman, jadi kesalahan sekecil apapun pasti bakal ketahuan di rekaman tersebut.
  4. Pronunciation
    Terakhir, yang ga kalah penting pengucapan. Nah, buat yang medok seperti saya nih, harus dibiasakan niru-niru logatnya si native hehe. Coba cari beberapa pronounciation yang advanced untuk mem-boost skor teman-teman. Misal teknik meleburkan kalimat yang biasa diucapkan para native. Contohnya kata “First of All, biasanya para native mengucapkan “Firsoval”, dst. Banyak sekali kalau teman-teman amati di listening audio IELTS bagaimana mereka mengucapkan tentu saja dengan aksen British, karena IELTS sendiri berasal dari Inggris.

Tips dan Trik

Ada beberapa tips dan trik versi saya (wkwkw) untuk mempermudah belajar IELTS speaking.

  1. Maintain Fluency & Grammatical Accuracy: Slow but Sure. Untuk pertama kali belajar, bagi saya ini dulu yang terpenting. Teman-teman harus lancar dulu dan menggunakan grammar yang benar. Jangan mencoba bicara terlalu cepat dulu. Yang terpenting, grammarnya benar, karena kalau sudah terlanjur terbiasa salah, walaupun cepat ngomongnya, akan susah nanti mengubahnya. Ingat yang dinilai di sini adalah kelancaran bukan kecepatanJadi, bicara dengan speed yang standar saja, namun lancar, nggak ada long pause atau fillers.
  2. Boost Pronounciation: Listen, Read, and Speak. Tips ini sama dengan tips saya di tulisan saya tentang reading. Ini untuk mem-boost pronounciation kita. Yaitu kita mendengar listening recording (khususnya yang section 3 atau section 4 yang susah), sambil kita melihat transcript, dan melafalkan bersamaan dengan si native. Coba sambil amati beberapa pelafalan kata-kata yang bisa dilebur karena itu akan mem-boost score kamu.
  3. Avoid Long Pause : Use Sentence. Ini tips untuk menghindari long pause ketika teman-teman mendapat pertanyaan yang susah, khususnya di section 3. Misal nih, teman-teman dapat pertanyaan yang susah, nah sambil mikir, daripada diam aja, mending teman-teman bilang aja, (tapi tetep sambil mikir ya, jadi otak sama mulutnya sama-sama kerja hehe). Bilang aja gini “Mmmm, I think your question so difficult, so let me think it first”, atau “Wow, interesting topic. I never got this sentence before. So, let me think it in a few seconds”, dst. Intinya teman-teman berkata bahwa oh ternyata pertanyaannya sulit nih, coba aku mikir dulu ya. Hal itu ga masalah dan ga akan ngurangin nilai teman-teman (asal habis itu ga berhenti lama ya, wkwk, atau pas bilang gitu eh ternyata ada grammar yang salah, ya elah sama aja haaha). Atau bisa bilang “Thank you for your question. It’s quite interesting, so let me guess the answer”, dst. Banyak banget lah cara untuk menghindari long pause.
  4. Avoid Repetition, Self Correction, & Hesitation. Nah, ini yang harus dan bener-bener harus dihindari. Jangan kebanyakan repetisi. Misal satu kata digunakan berkali-kali. Hal ini berkaitan dengan kemampuan paraphrase. So, lagi-lagi ini soal pembiasaan. Juga jangan terlalu sering melakukan self correction, misal ada kalimat yang strukturnya salah, harusnya lampau eh tapi pake present. Kalau teman-teman nyadar, dan ga sampe mengubah arti dan jalan cerita, udah lanjut saja ceritanya. Ga usah “ups sorry, I mean… bla bla bla”. Bisa men-decrease score kalau kebanyakan self correction.
  5. Use IDIOM. Bagi saya ini wajib hukumnya. Teman-teman, kalau kalian mengamati di band descriptor, bagian lexical resource, kata-kata “idiom” baru muncul di band 7. Di bawahnya tidak ada sama sekali. Itu artinya apa? Ketika teman-teman menggunakan idiom, peluang dapat skor 7 untuk aspek penilaian ini besar banget. Itu pun di situ disebutkan bahwa “with some inappropriate choices” maksudnya ada beberapa idiom yang ga cocok penggunaannya, tapi masih bisa dapat 7.
  6. Section 2 : Show up Your Skill. Bagi saya, section 2 adalah saatnya teman-teman show up skill kita. Karena apa? Di sini kita dikasih waktu 2 menit untuk bicara tentang satu topik, dan yang terpenting ada 1 menit persiapan. Masukkan skill teman-teman di complex structure, less common vocab, idiom, advance pronounciation & grammar di sini, karena teman-teman punya preparation 1 menit. Section dua adalah kunci untuk mem-boost score kita. Jika section 2 kita sudah bisa menunjukkan skill kita, pasti di section tiga relatif aman.
  7. Keep Talking until The Examiner Stop You. Ini khususnya untuk part 2. Silahkan teman-teman tetap berbicara sampai di stop, tapi make sure sudah teman-teman sampaikan semua pokok-pokok ide-nya. Jangan sampai ada yang belum tersampaikan lalu teman-teman sudah di stop. Jadi tetap kira-kira ya. Untuk part 1 dan part 3, setiap pertanyaan cukup 3 – 5 kalimat kompleks saja menjawabnya. Boleh sih lebih panjang, tapi sebaiknya juga di kontrol. Ingat, ielts bukan ngukur seberapa panjangnya, tapi seberapa akurat dan efektif kalimat yang digunakan.
  8. Pahami Band Descriptor untuk Score Target teman-teman. Sekali lagi, ini penting, agar teman-teman punya target yang jelas dalam belajar. Misal teman-teman menargetkan 7, maka lihat band score yang 7 itu seperti apa sih kriteria yang diinginkan.
  9. Bikin Transcript jika perlu. Jika teman-teman masih kesulitan untuk lancar, kalau perlu bikin transcript untuk percakapan teman-teman. Bikin untuk berbagai topik sebanyak mungkin, lalu coba berbicara. Ingat tapi jangan dihafalkan. Karena itu akan menyulitkan pattern teman-teman sendiri. Yang teman-teman kejar di sini adalah pembiasaan serta dengan adanya transcript harapannya error free untuk grammar-nya, karena teman-teman crosscheck dulu sebelum bicara.
  10. Browsing Youtube : IELTS Speaking Example. Di youtube sudah banyak sekali contoh mulai dari speaking yang dapat band 3 sampai bahkan yang band 9 itu juga ada contohnya. Silahkan itu bisa dijadikan sarana belajar, namun jangan sepenuhnya dijadikan patokan, karena jelas IELTS ada sisi subjektivitas examiner juga dalam mememberikan nilai.

Oke, demikian sedikit sharing saya mengenai speaking. Sekali lagi semua tips di atas ga ada artinya jika teman-teman malas untuk berlatih. Practice makes perfect, but Perfect Practices makes unbelievable results. Dulu salah satu sarana saya berlatih adalah merekam pakai kamera saat saya speaking (saat malam), lalu besok saya tunjukkan ke tentor saya. Jadi di situ saya bisa self evaluation, termasuk buat hiburan karena saya kadang cekikian sendiri lihat muka saya waktu speaking.So, sampai jumpa di bagian selanjutnya : Writing Tips :). Semoga bermanfaat.

Categories: IELTS, Study Abroad | Tags: | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: