Kegagalan : Sebuah Jawaban

Pernahkah kita merasa gagal dalam sebuah proses perjuangan? Tentu saja sebagai manusia kita pernah mengalaminya. Ada yang sudah mencurahkan seluruh energinya untuk menggapai mimpinya. Namun ternyata Allah berkehendak untuk gagal. Ada pula yang terlihat biasa-biasa saja, tanpa perjuangan yang panjang, lantas justru ia raih keberhasilan.

Manusia seringkali justru jatuh dalam fase ini. Ia sulit untuk bangkit. Lantas, ia menyerah. Meninggalkan tujuan yang terkadang sebenarnya tinggal sejengkal saja untuk mewujdkannya. Ia berpikir bahwa semua akan kembali dari awal lagi. Padahal sebenarnya tidak begitu. Justru dari kegagalan lah ia mendapatkan banyak pelajaran. Seolah walau nampaknya mulai dari 0 lagi, padahal nyatanya ia telah memiliki bekal perjalanan yang berharga. 

Hal yang umumnya menjadi alasan untuk tak melanjutkan perjuangan umumnya adalah takut gagal kembali. Akan banyak waktu yang terbuang. Waktu yang sia-sia untuk memperjuangkan hal yang sama. Padahal dari situ ia telah mendapat pelajaran. Dari kegagalan yang ada tentu saja akan ada evaluasi-evaluasi yang sudah seyogianya kita renungi, resapi, bahkan takkan kita ulang kembali.

Maka sudah seharusnya kegagalan yang ada bukan membuat kita semakin jatuh. Bukan membuat kita menjadi patah akan asa yang diperjuangkan. Kegagalan seharusnya membuat kita semakin penasaran. Lho kok bisa? Tentu saja! Bukankah kita selalu berdoa kepadaNya agar diberikan yang terbaik? Maka itu berarti, Dia tengah menyiapkan jalan terbaik yang barangkali tak pernah kita bayangkan. Dia tengah menyiapkan mimpi kita dengan caraNya yang seringkali tak masuk akal.

Kesimpulannya? Pertama tetap berjuang, Kedua tetap berprasangka baik kepadaNya. Ketiga, bisa saja kita berhenti, namun sejenak saja. Ingatlah, bahwa tiada tujuan mulia yang tak berbuah manis jika memang telah diperjuangkan sekuat tenaga, apalagi diniatkan karenaNya.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 216).

Kegagalan bukanlah sebuah perhentian. Namun sesungguhnya ia adalah jawaban. Bukankah kita selalu memohon kepadaNya agar diberikan yang terbaik? 

Jakarta, 11 Oktober 2017
– @faizunaa –

Categories: Renungan | Tags: | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: