Ternaknesia

adaniswah:

TERNAKNESIA

Bismillah,

Postingan ini ditujukan kepada seluruh punggawa TERNAKNESIA dimanapun mereka berada dan
semoga senantisa dalam lindunganNya

Menceritakan tentang ternaknesia, membuat saya haru memutar memori yang ada di kepala saya tepat di akhir desember 2016. Dimana saya pertama kali bertemu mas Dalu di kantor Klampis. Tidak ada ekspektasi apapun di bayangan saya, karena saya sepenuhnya mencari kesibukan dan sumber pemasukan setelah harus menerima kegagalan di tolak beasiswa LPDP yang sudah saya perjuangkan hampir 9 bulan. Berita baik itu datang dari Faiz, teman sahabat saya Apik. Saya sebelumnya tidak pernah mengenal Faiz ataupun mas Dalu, saya hanya sekedar tau bahwa mereka aktivis kampus di ITS. Awalnya Faiz mengajak saya bergabung sebagai bagian keuangan lini bisnis lain dari Ternaknesia yaitu Ternakmart. Tidak ada ekspektasi apapun tentang pekerjaan ini, tentang gaji atau apapun saya tidak peduli, saya hanya ingin melupakan kegagalan saya dan memulai di zona baru.

Sampai akhirnya saya bertemu mas Dalu di kantor klampis, kantor yang berukuran 3×4 dengan tipe startup yang baru memulai usaha. Setelah dijelaskan panjang lebar akhirnya mas dalu justru menawari saya dibagian keuangan Ternaknesia karena akan kosong di januari karena Mbak Umik harus melanjutkan kuliah di UI dengan beasiswa LPDP. Dan saya pun menerima tawaran tersebut. Awal masuk kantor, hmm jangan ditanya lagi seberapa bingungnya saya. Saya pikir ini akan bergerak di bidang investasi dan
sesuai dengan apa yang saya pelajari di kampus, namun ini lebih dari itu. Saya harus belajar lagi bagaimana membangun keuangan bisnis model startup, crownfunding, dan sejenisnya. Minder? Iya jelas, apalagi saya hanya fresh graduated yang belum berpengalaman. Tapi kepercayaan mas Dalu yang membuat saya bertahan. Sudah sebegini baiknya Allah ngasih kepercayaan lewat mas Dalu, masak iya saya mau nyerah sekarang. Jadi saya putuskan bertahan dengan konsekuensi setelah pulang kantor saya baca lagi buku buku finance.

Mungkin bagi sebagian orang, akan lebih baik mencari pekerjaan di BUMN atau perusahaan besar yang sudah listed. Mendapat gaji tetap dan tunjangan yang memenuhi. Tapi entah kenapa, ada pertanyaan dalam diri saya “Yakin mau jadi budak sistem selama 10 tahun kedepan?” dan pertanyaan itu yang membuat saya bertahan di Ternaknesia. Ternaknesia memang bukan perusahaan besar dengan jadi puluhan. Tapi di Ternaknesia saya belajar banyak. Saya belajar bagaimana perusahaan membuat legalitas di awal berdiri, bagaimana mencari investor jangka panjang, bagaimana belajar dari konsultan bisnis, bagaimana membangun usaha dari awal dengan bermodalkan anak muda fresh graduated, dan yang paling saya suka adalah bagaimana belajar bertanggung jawab karena disetiap keputusan yang kami ambil, akan berpengaruh terhadap perusahaan. Itu yang terpenting. Dan itu yang perusahaan besar tidak akan saya temui, karena semua sudah tersistem dan hanya tinggal menjalankannya saja.

Postingan ini adalah salah satu bentuk terima kasih saya yang tidak sempat saya ucapkan panjang lebar kepada masing-masing mereka yang ada di Ternaknesia. Dan ucapan terimakasih pertama saya adalah untuk atasan saya, Mas Dalu. Dalu Nuzlul Kirom, mungkin bagi aktivis kampus di Surabaya, namanya sudah tidak asing lagi. Mas Dalu adalah founder sekaligus penggerak Gerakan Melukis Harapan, gerakan yang merubah wajah dolly dari tempat prostitusi terbesar se Asia Tenggara menjadi kampung harapan dengan berbagai aktivitas UKM Masyarakatnya. 24 jam akan terasa kurang bagi beliau, pejuang mimpinya habis-habisan, dan selalu ingat bahwa Allah akan bersama orang yang berjuang. “Jika jalur
horizontal seperti melobby dan sebagainya tidak membuahkan hasil, kita masih punya jalur vertikal yakni jalur langit yang kekuatannya lebih dahsyat”. 
Dari mas dalu saya belajar membangun kepercayaan, bagaimana percaya dengan orang baru, bagaimana menjaga kepercayaan dengan berbagai pihak, dan bagaimana menjadi pribadi yang dapat dipercaya. Mas Dalu bukan sosok yang formal dan
menjunjung peraturan, lebih ke sosok yang mengayomi dan slengekan dengan gaya bicaranya yang dapat membuat orang mudah percaya. 8 bulan menjadi bendahara beliau membuat saya sedikit banyak tau tentang beliau, saat sedang bersemangat membara, saat dikhianati oleh rekan bisnisnya, saat hampir meneteskan air mata saat ternaknesia diambang kejatuhan, bahkan saat presentasi di depan investor yang potensial. Terima kasih mas, atas kepercayaan yang sudah diberikan, semoga beberapa tahun lagi saya sudah bisa menemukan iklan Ternaknesia di TV dan youtube.

Di awal ternaknesia, hanya ada 2 perempuan, saya dan puju atau nama lengkapnya Putri Juanita Wahab. Dan beberapa bulan kemudian ada mama Zahra. Bertiga kami di kantor yang notabene laki laki membuat kami akrab satu sama lain. Entah saya harus berterimakasih bagaimana lagi dengan dua orang ini. Mereka benar benar menjadi partner saya di ternaknesia dengan karakter masing-masing. Puju yang jutek dengan siapapun namun sebenarnya justru yang berhati lembut, yang memikirkan keluarganya melebihi appaun, yang mengajarkan bahwa wanita harus strong dalam segala kondisi. Mama Zahra yang mengajarkan kesederhanaan setelah menikah, membangun peternakan di desa dan membuat usaha catering kecil sudah menjadi life goal baginya. Tidak usah tas bermerk mahal atau sepatu dengan berbagai model, cukup dapat bermanfaat bagi sekitar sudah amat membahagiakan. Terima kasih kalian yang selalu jadi partner aku. Dan satu lagi, Mbak Fatma yang super duper kalem luar biasa kayak sosok ibu. Meskipun jarang di kantor tapi kami lumayan sering ngobrol, Alhamdulillah Allah kirim mbak fatma buat niswah bisa belajar sabar ke mbak Fatma. Semangat untuk wisudanya yang bentar lagi ya mbak.

Partner Manager Mas Tedi dan Pandu, Mas tedi ini adalah manager operasional di ternaknesia. Setiap orang yang bertemu mas tedi pasti langsung cocok, orangnya suka bercanda dan yang paling dia suka adalah membanggakan bondowoso kota kelahirannya. Jangan tanya tentang menikah pada mas tedi, dia hanya akan menjawab “tenang rek, aku wes dijodohkan sejak bayi”. Mas tedi juga yang paling sering kena omelan niswah kalay kerjaan ga beres atau laporan bulanan belum clear, maaf ya mas, niswah emang gitu, hobi ngomel. Satu lagi adalah pandu, manager pemasaran ternaknesia. Meskipun tergolong baru di ternaknesia, tapi pandu ini time management nya luar biasa, harus membagi antara ternaknesia sekaligus menjadi supervisor beasiswa ETOS. Orang yang tiap istirahat ga pernah lepas dari Quran dan hafalannya. Semoga keinginan menikahnya disegerakan ya ndu, biar nggak galau terus. Terima kasih
ya ndu, sudah jadi partner curhatan masalah menye-menye. Diluar sih pandu sok berwibawa tapi di dalem mah juga sama kayak manusia biasa.

Untuk bidang teknologi, ada mas Faris, Mas Gatot dan Mas Anas yang tidak terpisahkan. Padahal mas gatot ini sudah menikah, tapi masih mau digangguin mas Faris. Mereka berdua yang bertanggung
jawab atas sistem IT di Ternaknesia. Kalau ada yang tanya “Nis, nikah kapan?” itu pasti mas faris, karena memang hobinya tanya kapan nikah. Mas gatot yang sekarang sedang menunggu kelahiran anak pertamanya, sabar ya mas, beberapa bulan lagi debay lucu imutnya keluar dari perut mbak Zein. Mas Anas ini aset manusianya Ternaknesia. Dia pernah kuliah di ITB, ITS dan sekarang jadi awardee
LPDP yang insyaAllah tahun depan ke Inggris. Semi Cina Semi Madura, pertama kali lihat pasti ga percaya kalau mas Anas ini madura tapi kalau denger mas Anas ngomong ya cocok lah. Mangat buat study masternya mas, jangan lupa cari Istri buat diboyong ke Inggris biar ada yang masakin hahaha.

Satu lagi yang suka kena omel adalah Gagang, partner operasionalnya mas tedi. Gagang ini sudah kayak lelaki kurang diperhatikan, kerjaannya cari perhatian apalagi kalo banyak anak magang cewek. Padahal kalau ngga caper juga bisa, toh dia juga Mawapres UNAIR, pernah exchange ke Jepang, calon dokter hewan pula. Kurang-kurangin gang capernya, jodohnya nanti dateng sendiri kok. Tapi baiknya gagang, kalo sudah kena omel pasti minta maaf, jadi masalahnya ngga berlarut-larut. Nice bos. Dan punggawa
terakhir adalah Akbar, Maulana Akbar Wahyudinata. Katanya sih CEO Campuspedia tapi gak pernah sombong atau cerita kalo di campuspedia itu bla bla bla. Super introvert tapi kalo udah kenal bisa berisik juga kok. Paling jarang panggil “mas” atau “mbak” padahal bisa dibilang dia lebih muda dari yang lain makanya sering bikin puju atau zahra ngomel haha. Baiknya akbar hmm apa ya, pantang mundur haha, dan diumur yang masih muda, dia tau apa yang dia mau. Mangat yak bar buat campus starter nya dan hal lainnya juga.

Lain Ternaknesia, lain juga Proteinqu. Proteinqu ini salah satu lini bisnis ternaknesia yang bergerak dibidang pengolahan produk. Squad nya ada beberapa orang, salah satunya Faiz, yang suka turah. Dulu awal masuk sering berselisih sama faiz, karena memang Faiz ini suka turah dan membully tapi sebenernya anaknya baik, baik banget. Sering cerita tentang perjuangan beasiswa (karena kita sama sama scholarship hunter) dan Alhamdulillah sekarang dia sudah menemukan jalan sementara di Sunter, Jakarta. Tapi InsyaAllah juga masih memperjuangkan beasiswanya dan wanita pujaannya
#tsah.

Untuk Ibu-Ibu, ada Nafizah, Wulan, dan Anis. Nafizah atau Nafizun, istri mas Dalu dan salah satu orang yang menginspirasi banget di ternaknesia. Nafiz ini anak FIM Heroes Surabaya dan menggiat Rumah Jamoer di Sampang. Nafiz ini partnernya niswah makan mangga muda atau pencit. Dimana ada niswah sama nafiz, pasti ada pencit. Pinter masak dan calon ibu dari debay lucu yang insyaAllah November lahir. Tunggu Aunty Niswah ya debay emesh hihihi. Wulan, hmm my baymax banget lah. Wulan ini udah kayak
adek sendiri, sering cerita-cerita, paling semangat kalo diajak jalan jalan sama makan. Be yourself as always ya wulan, semangat belajar ngaji ke mbak Zahra. Karena Kebaikan juga harus diusahakan lan, be my baymax yaaa. Dan srikandi terakhir adalah Anis atau Nisrina, Temen SMP ku yang baru gabung 1
bulan tapi hatinya sudah di ternaknesia. Keputusan ngajak anis gabung ke ternaknesia adalah salah satu keputusan terbaik yang pernah saya buat. Entah ya nis, liat kamu di ternaknesia itu kayak passion mu berkobar banget. Keep struggling sistaaaa.

Dan untuk punggawa laki-laki lainnya ada Mas Reza dan Mas Iswandi. Mas Reza, salah satu orang baik yang pernah saya temui. Mas reza ini jiwa menolongnya tinggi dan peduli sosial banget. Kalau tiap pagi berangkat ngantor ada yang nyapa “Mbak Niswah, selamat pagi” itu pasti mas reza, jadi tiap pagi juga saya jawa “Selamat pagi mas reza, semangat buat hari ini” hahaha. Dibalik sosoknya yang suka melucu, mungkin kadang ada kesedihan yang disembunyikan sama mas reza, tapi jujur ini orang baik pol sama
semuanya. Makasih lho mas reza, sudah nyapa mbak niswah tiap pagi, nanti kalo pulang surabaya tak sapa lagi deh. Dan yang terakhir adalah mas Iswandi, sejujurnya saya juga belum terlalu kenal mas Iswandi, baru sekitar 2 bulan di Ternaknesia. Mas Iswandi ini yang paling sering diomelin ibu ibu karena sukanya gombal sana sini, kan bete kalo di gombalin gak jelas, padahal mas nya sudah mau lamaran, kurang kurangi mas.

Yaps itu adalah sepenggal cerita di Ternaknesia yang luar biasa. Tempat pertama di Surabaya yang bisa jadi sandarannya Niswah selain Koploranger. Tempat bertumbuh, tempat belajar Islam lebih dalam karena memang suasana kantor yang agamis dan kalo Adzan langsung sholat apalagi ngaji bisa kapanpun kalo jam istirahat. Gak ada lagi kantor yang bikin betah sebetah di Ternaknesia. Terimakasih buat 8 bulan yang luar biasa disini. All I gonna say, be BIG and make a BIGGER impacts ya Ternaknesia. Ingat saja, kita berjuang dengan Allah di dalamnya, setiap langkah juga kita mengikutsertakan Allah, maka Allah juga akan berjuang bersama kita. Mangat punggawa punggawa kece Ternaknesia. Nanti kalo aku balik ke Indonesia, sudah liat reklame Ternaknesia dimana-mana atau bahkan sudah ngiklan di TV atau Youtube.

Salah satu tempat singgah yang terbaik. Banyak belajar di sini. Belajar mengenali diri, dan belajar memperbaiki diri. Hingga di akhir kebersamaan, tersadarkan oleh banyak masukan kawan-kawan, tentang diri sendiri yang tak kunjung dewasa. Tentang makna perjuangan. Tentang makna kebersamaan. Dan tentang idealisme yang senantiasa digaungkan :’)

Categories: Journey | Tags: | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: