Sama Sama Kuat

“Jadi, kamu siap?”

Pertanyaan yang menjadi titik tekan dari awal. Bahwa kebersamaan bukanlah awal mengendornya kebermanfaatan. Akan ada perih yang dihadapi, ujian dengan harta yang masih belum mumpuni. Bahkan bisa saja mimpi mimpi yang awalnya sendiri harus disusun ulang kembali.

Saya menjadi ingat, beberapa waktu silam, Ustadz Yossi Al Muzanni menyampaikan, “Andaikan ini bukan SunnahNya, maka pasti banyak yang tak melakukannya. Sebab sebenarnya, kamu menambah masalah”.

Namun manusia tetaplah manusia. Dengan fitrah yang diberikanNya. Dijadikan indah pandangan manusia kepada lawan jenisnya. Sesuai yang termaktub dalam kitabNya.

Ada juga pesan yang senantiasa digaungkan oleh Bang Bachtiar, mentor sekaligus panutan di Rumah Kepemimpinan. Bahwa 1 + 1 sama dengan 27. Seakan bermakna bahwa berjamaah saja Allah lipatgandakan pahalaNya. Jika Allah saja melipat gandakan dalam hal shalat, maka bukankah kita seharusnya melipargandakan pula dalam perjuangan bersama?

Maka sebab itulah, aku ingin agar sama sama tangguh. Walau badai akan senantiasa bergemuruh, namun kita jangan pernah luluh. Sama sama kuat, tak hanya dekap dalam dekat, namun siap tuk mendekap masyarakat untuk berbagi manfaat. Sama sama “tatak”. Bahwa nanti kita akan benar benar berusaha menjadi orang tua terbaik untuk anak-anak. Sama sama berambisi, demi meraih ilmu setinggi tingginya dengan mencapai level pendidikan yang tlah tertuang dalam mimpi.

Setidaknya semoga ini yang menjadi awalan. Visi yang sama, misi yang sama, setidaknya akan menjadi awalan yang baik. Hingga nanti semoga menjadi akhir yang baik pula.

“Semoga kita sama-sama kuat. Setidaknya agar kelak akan banyak kesaksian kepadaNya di akhirat. Agar surga pun terpikat, hingga bukan lagi kita yang rindu, namun justru Surga yang kian hari kian mendekat.

Sama sama kuat, seperti Bunda Khadijah, yang bahkan siap menggadaikan tulang tulangnya agar perjuangan tetap membara, serta seperti Muhammad, yang dilempar batu di Thaif, namun justru bermunajat.

Sama sama kuat, dengan tetap menjadi diri sendiri. Dengan segala kelebihan dan kekurangan, agar kita mampu saling menutupi. Meraih ridho Illahi rabbi.

Categories: Tulisan | Tags: | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: