Dia, perempuan yang baru kamu kenal kemarin sore

khairunnisasyaladin:

Seperti kamu,
Dia juga memiliki ibu yang mencintai sepanjang hidupnya

Seperti kamu,
Dia juga dibentuk oleh ibunya, dirawat, dididik, dan diberikan cinta serta kasih sayang sepenuh jiwa

Tahukah kamu? Bahwa sebelum bertemu dengan kamupun, ibunya telah mengajarkan dia untuk selalu taat kepada kamu. Mematuhi segala perintah kamu. Menyayangi kamu.

Ibunya merelakan dia untuk selalu berada disamping kamu dan menjadikan kamu sebagai prioritas dalam hidupnya. Ibunya rela mengalah demi kamu.

Ibunya merelakan dia untuk tetap tinggal dirumah karena mungkin kamu memintanya. Walaupun ibunya telah memberikan pendidikan terbaik bagi dia.

Ketika dia memutuskan untuk hidup bersama kamu, maka surganya tidak lagi berada ditelapak kaki ibu.
Kamu jelas tahu bukan? Bahwa kini surganya berada dibawah telapak kaki kamu.
Sedangkan kamu, surgamu tetap berada ditelapak kaki ibu kamu. Maka, sang perempuan yang baru kamu kenal kemarin sore itu, tidak pernah ingin menjadi gerhana yang menghalangi cintamu pada ibu kamu.

Dia dididik untuk tidak cemburu ketika kamu lebih memprioritaskan ibu kamu dibandingkan dirinya. Dan dia ingin selalu membantu kamu agar bersama mencintai ibu kamu dengan cara yang lebih baik.

Pertemuan dia dengan kamu, bukanlah tentang siapa yang paling banyak berkorban. Pertemuan dia dengan kamu adalah tentang bagaimana cara berjuang untuk saling mencintai satu sama lain. Dia juga berjuang untuk mencintai orang-orang yang mencintai kamu. Karena dalam kamusnya, cintamu pada ibu kamu adalah cintanya juga.

Pertemuan dia dengan kamu, tidak akan meniadakan cinta pada ibu kamu.
Tapi, justru akan menggandakan. Asalkan kamu percaya dengan perempuan yang baru kamu kenal kemarin sore itu.
Entah kamu sadar atau tidak, sebenarnya dia yang telah lebih dulu percaya sama kamu. Percaya bahwa kamu akan membimbingnya ke surga.

Jadi, tentang bagaimanapun cara kamu mencintai ibu kamu, maka dia akan selalu mendukung kamu.

Yogyakarta, 27 Oktober 2016-
Dibuat di Lab Unit 2 Farmasi
*sangat subjektif sekali ini

Categories: Tulisan | Tags: | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: