Jangan Takut Berbeda

Hidup tak melulu tentang kesamaan. Justru akan lebih berwarna jika perbedaan. Seperti pelangi. Ia tersusun dari berbagai warna yang berbeda. Bayangkan jika hanya satu warna, mungkin kehadirannya tak pernah dinanti. Tapi pelangi (setidaknya) ada tujuh warna. Dan perbedaan akan terasa indah jika kamu mampu menyusunnya, bukan mempermasalahkannya.

F – 2016

Sudah lama tak menyambung serial catatan saya yang ini, akhirnya gatal juga tangan ini untuk menyambungnya kembali. Entah kapan selesainya, karena sejatinya dunia pasca kampus adalah dunia yang sebenarnya, dan semoga saya masih diberikan umur untuk melaluinya.

Pasca kampus, akan banyak sekali perbedaan yang kau rasa. Mulai dari pencarian kerja, beasiswa, S-2, menikah, dan perbedaan yang lainnya. Sejatinya seringkali rasa kegalauan muncul ketika barangkali langkah yang kita ambil berbeda dengan teman-teman se-angkatan kita. Bahkan berbeda perusahaan, gaji, jenis tes, seringkali membuat kita tak nyaman. Padahal, selama di kampus, bukankah kamu sudah banyak mengambil langkah yang berbeda dengan teman-temanmu?

Coba kita flashback kembali di dunia perkuliahan dahulu. Ada temanmu yang KURA-KURA (Kuliah Rapat-Kuliah Rapat) atau aktif di organisasi, ada juga yang (KURUK-KURUK) atau sukanya kuliah lalu cangkruk, ada juga yang KURU-KURU (Kuliah Turu-Kuliah Turu) selepas kuliah kerjaannya tidur melulu, ada yang KUDi-KUDI (Kuliah Studi – Kuliah Studi), selepas kuliah melanjutkan belajar sendiri, dan berbagai tipe mahasiswa lainnya. Dan pernahkah kau merasa tidak nyaman dengan kondisi itu? Mungkin iya, tapi presentasenya hanya sedikit. Sejatinya kau telah berani berbeda, mengejar impian masing-masing serta passion masing-masing selama perkuliahan. Walaupun berbeda, tapi kau tak pernah kehilangan nilai dari persahabatanmu itu sendiri. Jadi pasca kampus ketika kamu kembali berbeda kenapa harus takut?

Islam, Terlahir dari Perbedaan

Coba renungkan. Islam. 14 abad yang lalu terlahir dari kerasnya kehidupan jazirah arab. Dari kejahiliyahan yang begitu kuat yang mengakar turun temurun. Di bawa oleh seseorang yang sejak masa mudanya tak takut berbeda dengan sekelilingnya.

Muhammad SAW. Semenjak masa mudanya tak pernah takut menjadi berbeda. Beliau jujur dalam berdagang, manakala banyak orang yang curang. Beliau baik hati, dan cerdik cendekia, manakala setiap pimpinan suku di arab berebut meletakkan hajar aswad yang terjatuh karena banjir, beliau menawarkan solusi.

Lalu turunlah risalah dari Allah SWT. Untuk menyampaikan kebenaran. Kebenaran yang sangat-sangat berbeda dengan budaya jaziarah arab pada waktu itu. Maka Rasulullah pun yang awalnya dihormati, kemudian dicaci. Yang awalnya dilindungi kini dilombakan untuk dihabisi.

Tapi Rasulullah tak pernah takut, dan pada akhirnya islam, hari ini, bermula dari sebuah perbedaan yang besar, menjadi agama terbesar di dunia ini. Karena perbedaan lah, dan keberanian lah maka risalah itu menjadi besar dan berdampak pada kehidupan manusia masa kini.

“Semakin besar perbedaan yang mampu kau buat, semakin berani kau melawan ketidaknyamanan kala memperjuangkannya, maka percayalah jika itu kebenaran, kau akan rasakan manfaatnya di masa depan, setidaknya jika kau tidak merasa, maka anak-anak cucu dan generasimu setelahnya”

Be Different !

Jadilah berbeda! Setidaknya kita berbeda dengan orang lain walau itu hanya sedikit. Orang-orang besar banyak terlahir dari perbedaan yang ia pilih. Dari keberanian dan kepahitan yang mampu ia kecap terus menerus tanpa kenal lelah. Bill Gates memilih drop out dari Harvard, sebuah universitas yang besar dan tidak sembarang orang bisa memasukinya, namun ia tidak pernah takut akan perbedaan yang dipilihnya.

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-sukusupaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (Qs. al-Hujurat: 13)

Pada penciptaan manusia saja Allah telah menciptakan dua jenis yang berbeda. Dari dua jenis itu masih terdapat kepribadian, bangsa, dan suku yang berbeda. Kita terlahir dengan berjuta perbedaan. Mengapa harus takut? Sebab perbedaan lah yang membuat hidup ini dinamis, tidak lagi statis.

Jangan takut berbeda. Setidaknya itulah yang harus kita ulang-ulang. Seni menyatukan perbedaan itulah yang susah, namun percayalah ia indah. Di prosesnya, apalagi di akhirnya. Seperti pelangi yang indah karena perbedaan warna yang disusun olehNya dengan sedemikian cantiknya. Seperti seseorang yang nantinya mungkin kau akan bertemu karena kesamaan, tapi pasca bersama kau pasti takjub akan perbedaan yang akan kau temukan. Atau mungkin kau bertemu karena perbedaan dan kau ingin melengkapinya satu sama lain. Hingga justru ia melahirkan kesamaan. Setidaknya kesamaan dalam tujuan.

Categories: Opini | Tags: | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: