Meneladani Visi dan Misi Keluarga Nabi Ibrahim

novieocktavia:

Tulisan ini adalah review materi dari seminar bersama Ustadz Adriano Rusfi tentang Meneladani Visi dan Misi Keluarga Nabi Ibrahim. Untuk membaca tulisan lain tentang parenting dan keluarga, klik disini.

Jika kita melihat pada kisah-kisah tentang keluarga di dalam Al-Qur’an, tentu kita akan mengingat kisah keluarga Nabi Ibrahim. Dinamika ujian dan ketaatan Nabi Ibrahim, Siti Hajar dan Ismail memberikan banyak teladan kepada kita semua tentang tangguhnya keluarga mereka. Berkaitan dengan itu, mungkin kita bertanya-tanya, apa kiranya yang menjadikan mereka sedemikian taat dan tangguh? Ternyata, kuncinya adalah pada visi dan misi keluarga.

Visi adalah sebuah cara pandang dan perspektif yang khas dan unik tentang jati diri, fungsi, peran dan nilai sebuah entitas atau kesatuan. Sederhananya, visi berbicara tentang bagaimana kita melihat atau memiliki pandangan tentang sesuatu. Unsur visi terdiri atas purpose (tujuan) dan value (nilai). Satu hal yang sama akan bisa menjadi berbeda jika dilihat dengan visi yang berbeda. Sedangkan, misi adalah tujuan, target, sasaran yang ingin dituju dan dihasilkan sesuai dengan visi tersebut. Biasanya, misi ini disusun berdasarkan tahapan langkah-langkah yang ingin dicapai.

Biasanya, kita melihat adanya visi dan misi ini pada perusahaan atau organisasi. Tapi, sebenarnya keluarga juga perlu memiliki visi dan misi. Mengapa?

1. Keluarga adalah sebuah entitas atau kesatuan yang terdiri dari suami/ayah, isteri/ibu dan anak. Lebih dari satu orang bergerak dalam entitas yang sama, maka sudah sepatutnya gerak tersebut dilandasi oleh adanya visi dan misi.

2. Keluarga adalah pondasi sosial terpenting yang merupakan satuan terkecil dari sebuah masyarakat. Kekuatan sosial sebuah masyarakat bermula dari keluarga dengan visi dan misi yang jelas.

3. Keluarga adalah tiang negara. Hal ini sejalan dengan sebuah nasehat yang sudah sering kita dengar, bahwa kontribusi terbaik seseorang kepada negaranya adalah dengan mendidik anaknya dengan baik.

4. Setiap keluarga adalah unik. Kita tidak bisa menyamakan nilai-nilai keluarga kita dengan keluarga lain, sebab setiap keluarga adalah unik dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya masing-masing.

5. Keluarga memiliki mimpi, yang sudah tentu akan berbeda dengan keluarga lainnya.

6. Keluarga harus membangun masa depan. Contoh visi keluarga adalah “keluarga solutif”, maka misi dari keluarga tersebut adalah ingin menjadi solusi bagi keluarga orang lain melalui bantuan-bantuan yang diberikannya. Ada juga keluarga yang memiliki visi “keluarga intelektual” dimana di keluarga tersebut pendidikan akademis adalah yang paling utama, dan masih banyak lagi visi dan misi keluarga lainnya. Tanpa visi dan misi keluarga yang jelas, kemanakah sebuah keluarga akan dibawa?

Menentukan visi keluarga dapat dilakukan dengan melihat beberapa aspek, yaitu:

1. Latar belakang historis suami dan isteri sebelum menikah. Misalnya, suami-isteri tersebut memiliki visi “keluarga harmonis” karena mereka berasal dari keluarga broken home yang tidak ingin hal itu terjadi kembali di keluarganya.

2. Given factors atau faktor terberi, yaitu faktor-faktor apa saja yang melekat pada diri. Misalnya, suku batak terkenal temperamental, maka ini bisa menjadi pertimbangan-pertimbangan tertentu dalam menentukan visi.

3. Realitas atau kondisi saat ini, yaitu tentang apakah yang menjadi kekurangan dan kelebihan keluarga saat ini yang bisa mendukung terwujudnya visi.

4. Mimpi, yaitu tentang apakah yang diinginkan oleh keluarga, ingin dipandang sebagai keluarga yang seperti apa, dll.

Kunci dari merumuskan visi dan misi ini adalah mendefinisikan visi dan misi tersebut dengan jelas. Misalnya, jika visi keluarga adalah keluarga bahagia, maka definisikan dulu apa yang dimaksud dengan bahagia, karena, bisa saja bahagia menurut keluarga yang satu adalah ketika mampu berkarya bersama sementara yang lain mendefinisikannya sebagai rekreasi rutin setiap pekan.

Kembali tentang Nabi Ibrahim, ternyata, visi keluarga yang dimilikinya dapat disebut sebagai keluarga tauhid pemakmur bumi. Hal ini tercerminkan pada kemakmurah kota Mekah setelah peristiwa air zam-zam. Keluarga Ibrahim juga memiliki karakteristik-karakteristik yang mendukung visinya tersebut, diantaranya adalah:

1. Hanif atau lurus, yang berarti bahwa Nabi Ibrahim dan keluarganya bertauhid kepada Allah, muka dan hatinya dihadapkan kepada Allah.

2. Pioneer, hal ini tercerminkan saat Nabi Ibrahim menjadi pioneer hijrah ketika meninggalkan keluarganya di padang tandus. Beliau juga adalah pioneer ayah yang tega kepada anaknya. Tega bukan berarti benci, karena tega adalah penuh dengan kasih sayang tapi tetap konsisten menegakkan hukum Allah.

3. Berdaya juang, hal ini ditunjukkan melalui sikap Siti Hajar yang menunjukkan kesungguhan terbaik kepada Allah saat bolak-balik dari Shafa ke Marwah selama 7 kali.

4. Berkorban, hal ini ditunjukkan saat Nabi Ibrahim rela untuk hendak menyembelih anaknya.

5. Optimis dan sabar terhadap setiap ujian dan ketentuan Allah.

Sebagai keluarga tauhid pemakmur bumi, berikut adalah misi keluarga Nabi Ibrahim:

1. Membacakan ayat-ayat Allah kepada manusia.

2. Mensucikan manusia.

3. Mengajarkan manusia kepada Al-Qur’an dan Hikmah.

Menentukan visi dan misi keluarga haruslah melibatkan Allah, melibatkan apa yang sebenarnya Allah tugaskan kepada kita sebagai manusia. Jika sebaliknya, maka visi dan misi tersebut akan dapat menghancurkan diri kita sendiri.

Jadi, apakah yang menjadi visi dan misi keluargamu?

Categories: Tulisan | Tags: | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: