Pesan yang Sama

“Jangan lupa anak shaleh, Berdzikir, Berdoa, Jaga Kesehatan, Belajar yang Rajin, shalat tepat waktu, banyak baca shalawat”

Tak henti-hentinya sms itu dikirim. Terkadang melalui percakapan di grup whatsapp keluarga. Hampir setiap hari selepas aku mengabarkan aktivitas harianku selalu pesan yang sama dikirimkan kepadaku. Mungkin ada beberapa redaksional yang berbeda, tapi selalu tidak jauh-jauh dari itu.

Ia adalah ibu. Begitu sederhana keinginannya, begitu sama dari semenjak aku kecil dahulu hingga dewasa saat ini. Tak jauh dari kata dzikir, doa, makan, belajar, shalat, shalawat. Pesan yang terus diulang-ulang semenjak aku dahulu di bangku TK hingga saat ini kala memasuki pasca kampus.

Kalau kau jadi aku, patutkah bosan? Tentu saja tidak patut. Apalagi ia adalah orang tua kita. Namun sebagaimana manusia biasa,terkadang setan tak kalah lihai dalam menggoda kita. Terkadang sekedar membalas amiin, matur nuwun, terima kasih, atau lainnya sebagai bentuk feedback kepadanya seolah tangan ini berat melakukannya.

Itu jika kau memaknai sebagai pesan yang sama. Bagaimana jika kau maknai sebagai sesuatu yang berbeda?

Pesan yang sama akan terasa berbeda kala kita mendalami maknanya. Ingatlah, bawa ada rasa yang mahadahsyat dari seorang ibunda. Hari ini ia berkirim pesan yang sama dengan kemarin. Namun bisa saja dengan perasaan yang berbeda. Dan pesan yang sama adalah cara terbaik seorang ibu menyembunyikan perasaanya. Jadi ? Pahamilah ia 🙂

Categories: Renungan | Tags: | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: