Teruslah Melaju, Aku Tetap Bersamamu

Rasanya baru kemarin kita saling bersapa walau nyatanya perjumpaan maya lebih sering daripada nyata. Bercerita tentang banyak hal. Tertawa tanpa sebab yang jelas. Menuliskan impian-impian bersama yang aku sampai lupa apakah itu telah menjadi kenyataan atau hanya resolusi semata. Hei, sudah berapa lama ya kita tak saling berkumpul satu sama lain tuk berbagi resolusi awal tahun.

Mungkin aku yang terlalu sok tahu. Bahwa aku pernah merasa perasaan yang sama seiring bertumbuhnya waktu. Tapi barangkali kita lebih suka memendamnya dalam-dalam. Walau terkadang ada perhatian lebih yang barangkali membuat risih, atau sekedar ucapan selamat barangkali cukup menjadi obat. Atau hadiah-hadiah kecil yang sejujurnya aku merasa itu berlebihan. Hei, sepertinya aku masih menyimpannya.

Hingga akhirnya tapal batas itu kian nyata ketika kita tersibukkan oleh dunia kita masing-masing. Barangkali kampus kita menjadi saksi akan jatuh bangun selama beberapa tahun terakhir, berusaha menggapai mimpi-mimpi yang mungkin dulu pernah kita sharingkan bersama, dan tanpa sadar sebagian dari mimpi-mimpi itu telah tercapai. Sampai akhirnya entah mengapa di masa-masa akhir, mata rantai kata yang dahulu sempat berdebu kembali kita bersihkan bersama. Namun tidak ada yang pernah tahu kan siapa yang pada akhirnya menempati tempat yang telah kita bersihkan bersama?

Pada akhirnya kau akan melesat dahulu. Tidak, aku tidak sama sekali merasa tertinggal. Sebab ini adalah tentang pilihan, dan bukankah setiap pilihan mengandung konsekuensi yang harus dirasa? Karena aku percaya, berhenti adalah salah satu cara untuk melesat lebih jauh. Jadi, siap-siap saja kalau aku akan terlempar lebih jauh. Walau kau melesat dahulu.

Jadi? Barangkali biarlah ucapan terima kasih yang mengiringi. Karena kau sudah mengizinkanku masuk ke duniamu. Hanya masuk, tak lebih dari itu, dan semoga selama itu aku tak menodai sedikitpun. Jika ada noda yang dulu pernah kutumpahkan, semoga kau telah memaafkan. Semoga dunia baru yang kau jalani akan membuatmu menjadi semakin baik, lebih baik dari yang dahulu pernah kumasuki.

Maka sekarang melesatlah menuju lautan langit bersamanya. Sekarang mungkin aku tidak ada di sana. Tapi tenanglah, aku masih memebersamaimu, walau mungkin dalam hal yang lain. Sebab aku yakin tak lama lagi, kita akan bertemu kembali di atas sana. Tentu saja dengan kondisi aku tak lagi sendiri. Dan kamu pasti akan senang berkenalan dengannya.

Categories: Tulisan | Tags: | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: