Visi Besar + Ilmu yang Bermanfaat

Sumber Gambar : Facebook Gus Darmadji

Pagi ini saya membaca di timeline tentang sebuah posting yang cukup menggugah. Seseorang yang berkarismatik yang menyempatkan paginya untuk sekedar menyapa para juniornya. Rasanya cukup menyesal melewatkan momen tersebut, namun setidaknya kata-kata beliau telah hadir dalam perjuangan ini.

“Saya seratus persen ITS. S1, S2 dan S3 di ITS. Dan, saya mengalahkan walikota-wali kota dunia”. – Tri Rismaharani, dalam Sambutan di GERIGI

Ini bukan tentang ITS-nya, bukan pula bermaksud menyombongkan almamater tercinta. Tapi tentang visi yang kuat. Saya yakin banyak sekali mereka yang lulus dari perguruan tinggi luar negeri yang secara peringkat barangkali jauh di atas kampus saya. Namun sepulangnya justru ia malah bertanya, “Sekarang saya mau apa?”. Tak jarang juga sepulangnya justru ia tak mampu mengaplikasikan rumpun keilmuannya. Hingga akhirnya ilmu itu menguap atau hanya berguna untuk dirinya sendiri. Bukan untuk murid-muridnya apalagi untuk masyarakat sekitarnya.

Namun ada juga mereka yang lulusan biasa-biasa saja. IPK cukup di atas tiga. Dari perguruan tinggi standar indonesia. Justru ia sering pergi ke mana-mana untuk menyampaikan kuliah, membagi ilmuNya, tertawa bersama para audience yang menyaksikan dirinya mempresentasikan pengalaman sederhananya. Mungkin tak se-wah dari mereka yang lulus dari perguruan tinggi terkemuka. Ia juga memiliki banyak penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Ia mungkin bukan yang paling terbaik, namun paling bermanfaat.

Pada akhirnya visi besar yang kuatlah yang mampu membuat sesedikit apapun ilmu yang dipunyai bermanfaat bagi dunia. Bu Risma mungkin tak sepandai lulusan-lulusan perguruan tinggi terkemuka di dunia. Tapi beliau lah, dengan ilmu yang beliau punya mampu mengubah tanah kelahirannya. Entah mengapa dari beliau saya belajar, bahwa tempat yang kecil akan melahirkan orang-orang kecil ketika ia bervisi kecil. Namun tempat yang kecil takkan sanggup membendung orang-orang yang dilahirkan dengan visi yang besar, yang pada akhirnya akan membesarkan tempat tersebut.

Sebab institusi yang kecil pun takkan mampu membendung visi besar yang terlahir dari seseorang yang berazzam kuat mewujudkannya

Kedua adalah ilmu yang bermanfaat. Seorang guru yang hanya lulusan sekolah rakyat, mengajari anak-anak kecil untuk membaca, dan darinya terlahir pemimpin-pemimpin yang luar biasa. Betapa bermanfaatnya ilmunya walaupun hanya sedikit. Namun entah mengapa ada seorang profesor yang memiliki pendidikan tinggi dan luar biasa justru ilmu yang diberikannya tak bisa dipahami oleh mahasiswanya. Tentu kedua hal itu bertolak belakang. Namun inilah sesuatu yang nyata yang sering kita jumpai di dunia.

Sebab itulah Rasulullah mengajarkan kepada kita beberapa doa. Allahumma inna nas’aluka ilman naafiaan, Ya Allah berikanlah kepadaku ilmu yang bermanfaat. Pun demikian dengan doa Allahumma inni audzubika min ilmi laa yunfa’, Ya Allah aku berlindung dari ilmu yang bermanfaat. Ada juga doa

Allahumman-fa’niy bimaa ‘allamtaniy wa ‘allimiy maa yanfa’uniy, wa zidniy ‘ilman, 

Ya Allah, Aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyu’, jiwa yang tidak pernah puas, dan doa yang tidak dikabulkan. Kesemuanya mengajarkan bahwa sebagai manusia biasa yang ilmunya tak sampai sebiji zarrah ilmu yang dimilikiNya kita harus senantiasa meminta kepadaNya. Bukankah Allah senantiasa mengajarkan agar hamba-hambaNya berdoa kepadaNya?

“Kita harus percaya bahwa tak semua orang besar terlahir dari tempat yang besar. Ada yang harus merangkak dari bawah. Ada yang melejit cepat, adapula yang berasal dari tempat terpencil. Mereka semua memang berbeda namun hanya VIsi Besar-lah yang mampu Menjadi Azzam Tangguh bagi mereka tuk mewujudkan pengabdiannya. Kita juga harus senantiasa berdoa. Semoga ilmu kita yang tak seberapa ini bermanfaat. Sebab bukankah sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat?

* Memasuki Minggu terakhir Intensif IELTS. Dan semoga azzam ini takkan luntur seiring berjalannya waktu. Allah, kuatkanlah dan mudahkanlah proses ini :’)

Categories: Campus | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: