Jika Nanti Seseorang Datang Kepadamu

Suatu hari nanti pasti akan ada seseorang yang datang kepada ayahmu. Orang itu bisa saja telah kau kenal, atau bahkan mungkin tak kau kenali sama sekali. Orang itu bisa saja kau sukai, namun tak menutup kemungkinan malah kau benci. Tapi orang itulah yang sesungguhnya layak kau apresiasi. Sebab dia setidaknya siap bertanggung jawab untukmu.

Jika nanti seseorang datang kepadamu, maka yakinlah. Bahwa sesungguhnya seberani apapun dia, sekuat apapun dia, selalu terbersit rasa malu di dalam hatinya, jika ia memang seorang yang menjaga. Sebab ia sadar ia bukanlah siapa-siapa dibandingkan ayahmu. Bisa saja kau sedang dalam puncak kebahagiaan bersama keluarga. Lalu tiba-tiba ia memintamu darinya. Memintamu untuk pergi dari keluarga yang sudah lama kau kenal, bahkan sejak kau masih dalam kandungan ibunda. Memintamu untuk menemani perjalanan hidupnya.

Jika nanti seseorang datang kepadamu, maka percayalah. Sepaham apapun dia akan agama, se-takut apapun kepada TuhanNya, pasti ada perasaan takut ketika nanti membimbingmu, jika ia paham konsekuensi membawamu kelak bersamanya. Sebab ia paham, ada perjanjian yang begitu agung, yang sejajar dengan perjanjian Allah dan para rasulnya. Mitsaqan Ghalidha. Ada getaran yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Getaran laksana ketika Allah membuat perjanjian dengan para Rasul Ulul Azmi. Getaran ketika Allah mengangkat Bukit Thursina di atas kepala Bani Israil seraya meminta mereka bersumpah setia kepada Allah. Bayangkanlah, pernikahan, oleh Allah disejajarkan di dalam Al-Quran dengan kedua peristiwa besar tersebut.

Jika nanti seseorang datang kepadamu, maka yakinlah. Ketika akad terlaksana, dan ijab qabul terucap, lelaki yang baik mungkin ingin menangis walaupun ia pasti akan menahannya. Sebab fitrah lelaki tentu tak ingin orang lain melihat air matanya. Sebab ia sadar bahwa ia baru saja berikrar kepada Allah. Suka tak suka ia akan menanggung segala dosa-dosamu dari ayah dan ibumu. Dosa apapun yang kau lakukan, dari kau tak menutup aurat hingga jika kau meninggalkan shalat. Bukan lagi kedua orang tuamu, namun adalah seseorang yang datang kepadamu yang akan menanggung segala dosamu, termasuk calon anak-anakmu. Jikalau gagal, ia akan rela masuk neraka, sedangkan mungkin kamu dibebaskan dari siksa bisa melenggang ke surgaNya. Ia bahkan rela malaikat menyiksa tubuhnya hingga hancur. Begitulah Rasulullah bersabda berabad tahun yang lalu.

Jika nanti seseorang datang kepadamu, maka bersiaplah. Bersiaplah untuk mentaatinya. Bersiaplah untuk melaksanakan perintah Allah bersamaNya. Sebab sedikit saja kau berbuat dosa, sedikit saja kau berbuat kesalahan, bisa saja kelak di hari perhitungan itu akan menjadi penghambat baginya untuk membersamaimu di surgaNya.

Categories: Tulisan | Tags: | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: