Saudara Sampai Surga, A True Story My Friends who Already Married.

tumblr_inline_p00o439v501qe5sxz_540.jpg

Kisah ini adalah kisah nyata saya dan seorang kawan saya. Namanya Muhammad Ainun Taimiyah Ainun Indra. Sobat sejak saya di SMAN 3 Malang dulu. Kami berkenalan ketika mengikuti sebuah perlombaan puisi dan pidato. Ia berasal dari SMAN 10 Malang beasiswa Sampoerna Academy. Sejak saat itu setiap kami mengikuti lomba entah itu pidato atau puisi, kami selalu bertemu. Kadang saya juaranya, kadang dia juaranya. Entah kami jusru menjadi rival abadi dalam tiap perlombaan.

Memasuki perkuliahan, kami memilih jalur yang berbeda. Ainun ingin diterima di ITB, dan saya ingin diterima di UI. Ternyata lucunya kali ini kita sama-sama gagal di pilihan pertama SNMPTN Tulis, dan harus merelakan diterima di pilihan kedua yang ternyata sama-sama di ITS. Saya jurusan Teknik Industri, Ainun jurusan Teknik Material Metalurgi.

Selama perkuliahan beberapa kali kami bertemu, sharing dan sesekali kumpul. Qadrullah, saat dibuka pendaftaran beasiswa Rumah Kepemimpinan PPSDMS Surabaya, ternyata kami sama-sama diterima. Jadilah selama 2 tahun ke depan semenjak tahun 2014 akan tinggal bersama-sama di Asrama Rumah Kepemimpinan PPSMDS Surabaya.

Selama di asrama, kali ini kami kembali bersaing dalam kebaikan. Aneka lomba, kepenulisan, karya ilmiah, PKM, dan kali ini Ainun barangkali menang haha. Dia sukses mendapat medali perak PIMNAS pertamanya, sementara saya gagal masuk di PIMNAS.

tumblr_inline_p00o4rE69Y1qe5sxz_540.jpg

Pun demikian ketika kami mendaftar bersama-sama conference keluar negeri, ternyata kami sama-sama diterima pada tahun 2015 silam saat saya bersama teman-teman ber-sembilan di asrama diterima di ASEAN University Youth Summit di Universiti Utara Malaysia. Kemudian dari sekian banyak kami se-asrama saat mendaftar ke Make A Difference Forum 2015, Hong Kong, ternyata yang diterima kami berdua. Jadilah kami berdua pasca dari Malaysia langsung meninggalkan teman-teman yang mau jalan-jalan di Malaysia karena harus beranjak ke Hong Kong.

tumblr_inline_p00o5c6DK31qe5sxz_540

Urusan tugas akhir dan akademik, memang Ainun juaranya. Ia lulus 3,5 tahun. Qadrullah, di kala sudah lulus dan menyeleseikan sidangnya, ia diterima beasiswa pertukaran pelajar di Chulalongkorn University, Thailand. Pada waktu itu sempat terbersit penyesalan saat saya tidak menyempatkan mengantarnya ke bandara. Singkat cerita Ainun menjejakkan kakinya ke Thailand terlebih dahulu. Ia menunda wisudanya, namun tetap tercatat lulus 3.5 tahun.

Kala Ainun ke Thailand, sekitar November 2015, saya mendapatkan sebuah peluang untuk menyusul jejaknya ke Thailand. Ya, AASIC, Asian Academic Science International Conference. Konferensi tahunan yang diselenggarakan oleh PPI Thailand. Bismillah, pada waktu itu saya berjuang bersama-sama teman-teman Profkil dan akhirnya kami berhasil lolos dan singkat cerita menjejak ke Thailand.

Pada akhirnya aku berhasil menyusul kawanku ini menjejak ke Negeri Gajah. Pertama kali kami bertemu, kami berpelukan seolah rindu sudah lama tak bertemu. Dan tampak perubahan badannya yang makin makmur,haha. Sesuai janjinya ia mengajak kami berenam (saya bersama kelompok saya, ditambah teman-teman dari PPSDMS) berkeliling Thailand.

tumblr_inline_p00o6jKzzB1qe5sxz_540

Pada waktu itu, Ainun sebenarnya sudah menceritakan ke saya semasa di Thailand. Ia akan menikah di Bulan Juni atau Juli. Ia ceritakan bagaimana masih terkendala perizinan orang tuanya, dan kisah kedua manusia yang saling mencintai tersebut bisa dibaca di bawah postingan saya ini.

Kepulangan kami ternyata bersamaan, pada waktu yang sama, dan di satu pesawat yang sama pula. Sebuah kebetulan yang indah, mengingat dalam perjlanan saya ke Malaysia, Hong Kong, saya selalu berangkat bersama dengan Ainun, namun pulangnya tidak bersama. Namun kali ini di Thailand kami berangkat dengan waktu yang jauh berbeda, namun pulang bersama-sama.

Selepas itu Ainun sedikit hilang kabar. Walaupun cukup aktif di grup chat RK PPSDMS, namun tak seperti biasanya. Aku pun beberapa kali mengontaknya namun juga slow respond. Ainun, are you ok ?

Dan semua berubah menjadi gempar ketika 16 Juli 2016 kemarin, Ainun memposting foto dan catatannya di bawah ini. :’)

Barakallahulakuma wa baraka ‘alaikuma wa jama’na baina kuma fil khaair rival terbaikku dalam setiap lomba dan kompetisi, bro Ainun :’) . Untuk urusan berfastabiqul Khairat kamu emang juaranya. Bahkan kamu pun september 2016 ini sudah berangkat ke Taiwan untuk melanjutkan studi mastermu bersama istrimu pula :’) . Semoga sukses di bumi formasa.

Izin juga me-repost tulisanmu yang begitu menggugah siapapun yang membacanya barangkali. Makasih sudah menjadi sahabat semenjak di SMA dulu. Maafkan kalau sering marahin dan ngeledek kamu. See you on top, See you until Jannah, brother :’)

Cinta Sampai Surga

– Ainun Indra –

“Dan tidak ada obat yang mujarab bagi dua insan yang jatuh cinta kecuali menikah” Ibnu Qoyyim Rahimahullah

Tak dapat ku mengucap apa-apa, apalagi menyusun kalimat indah
Bibirku membisu, tatapanku kosong dan pikirku melayang
Sungguh tak bisa kugambarkan rasa bahagianya merayakan cinta ini
Cinta yang dibalut iman dan takwa padaNya

Tatkala mengingat lika-liku dalam perjalanan tuk menyempurnakan separuh agama
Hanya kekaguman, syukur, dan bahagia yang bergejolak dalam dada
Atas kesempurnaan rencana Indah Sang Pencipta

Terkadang air mata ini menetes, amarah ini mengguncang, dan lelah yang kerap kali membuatku ingin menyerah
Namun hidayah itu datang, kasih itu membimbing dan iman itu menguatkan
Hingga akhirnya kini aku dan dia dapat duduk berdampingan dalam RidhoNya dalam indahnya menjalani cinta yang bernilai pahala

Semua berawal dari masa mendekati kelulusan, dimana mulai terbersit dipikiranku untuk memandang masa depan dan menuliskan lifeplan di tahun 2016 adalah segera bekerja dan menikah. Ditengah godaan zaman yang banyak mengarahkan anak muda pada hal yang negatif, aku mulai meyakinkan diri untuk menuliskan lifeplan untuk menikah di tahun terakhir masa kuliahku ini.

Saat itu akupun telah menceritakan lifeplan ini pada ibuku, dan membuatnya terheran-heran tentang keadaan anaknya yang dia anggap masih dini itu. Ibupun tidak menanggapinya dengan serius, hanya tertawa dan mengusap rambutku. Kala itu aku berencana untuk segera lulus dan bekerja di perusahaan ternama, kemudian apabila aku telah memiliki modal yang cukup aku akan segera menikah.

Tanpa sengaja pula saat itulah dimana aku bertemu dengan seorang gadis yang meyakinkanku untuk membuktikan lifeplan ini. Dia adalah patner ku di setiap lomba atau kompetisi yang aku ikuti di kampus. Sepanjang yang aku tahu, gadis ini sangat cerdas dan tekun, dia tidak pernah berkata tidak mampu untuk setiap tugas yang aku bagi, bahkan dia selalu memberi peran lebih dikelompok. Sikapnya menunjukkan hormat dan kepahaman akan peran dia dan peran orang lain. Sehingga apabila dia menjadi anggota ia akan menunjukkan rasa hormatnya pada ketua kelompok dan banyak memberikan masukan.

Hingga kitapun pernah memenangkan beberapa kompetisi, lolos program keluar negeri, bahkan berdiri bersama dengan medali di ajang Pimnas. Kita pun pernah mendirikan sebuah toko oleh-oleh hingga memiliki pegawai meski akhirnya kita mengalami kerugian besar.

Dari lika-liku pengalaman itulah muncul kisah-kisah menarik diantara kita, hingga rasa cinta mulai muncul dan membawa kami pada satu komitmen bersama yaitu ikatan Cinta yang Suci.

Awalnya kami berpikir bahwa finansial dan umur yang terbilang muda adalah kendala utama dalam pernikahan kami.
Dalam proses meyakinkan orang tua pun kami harus melangkah sedikit demi sedikit, mulai dari memperdengarkan orang tua pada kajian-kajian pra nikah hingga menceritakan tentang kisah-kisah bahagia orang yang telah menikah di usia muda.

Hingga akhirnya rasa percaya itu datang
Tatkala Allah memberikan jalan terhadap masalah finansial kami
Dimana Alhamdulillah Allah mengizinkanku untuk menyelesaikan studi sarjanaku lebih cepat yaitu 7 semester namun apalah daya, dikarenakan suatu alasan, ternyata Allah belum mengizinkanku wisuda kala itu
Allah hendak memberikan rencana lain
Dimana di semester 8 aku harus meninggalakan Indonesia untuk melakukan studi exchange di Chulalongkorn University, Thailand dan Alhamdulillah beasiswa yang diberikan dalam program itu jumlahnya cukup besar.

Begitu juga si calon yang harusnya telah menyelesaikan studinya di semester 7 harus tertahan karena Allah berencana lain, ia mendapat kesempatan untuk bekerja dalam sebuah proyek yang di bina oleh Dosen pembimbingnya kala itu, dan Alhamdulillah pendapatan dari pekerjaan itupun cukup besar.

Sejak itulah kami mulai mendapatkan jalan untuk meyakinkan orang tua kami perihal modal pernikahan nanti.
Namun tak cukup disitu, kami tidak punya cukup alasan yang menguatkan orang tua tentang pernikahan kami yang tergolong dini. Doa dan percaya itulah hal yang kami tanamkan dalam hati kala itu.
Hingga akhirnya pertolongan Allah turun.

Tanpa disengaja aku menemui sebuah acara di sekitar kampus saat itu, yang ternyata adalah proses seleksi (on the spot) untuk program beasiswa Master di bumi Formosa. Seketika hatiku tergerak untuk hadir melihat-lihat, ternyata proses interview sedang berlangsung. Terlintas dipikiranku, apa sebaiknya aku mencoba meski awalnya lifeplan hidupku setelah sarjana adalah bekerja, namun apa salahnya mencoba, mungkin ada hikmah setelahnya.

Tanpa pikir panjang aku berlari keluar ruangan untuk mempersiapkan berkas yang dibutuhkan serta membuat esai study plan. 30 menit berselang aku telah kembali diruangan itu dan Alhamdulillah ternyata sesi interview belum selesai. Hingga akhirnya aku masih mendapat kesempatan untuk mengikuti selesksi.

Sungguh kuasa Allah, tanpa ku sangka selama proses interview berlangsung Profesor yang melakukan seleksi menunjukkan sikap ketertarikan terhadap studi plan yang aku buat dan diakhir proses interview, ada 2 peserta yang beliau infokan untuk mendapatkan (temporary letter of acceptance) dan Alhamdulillah beliau menuliskan nama saya dalam surat itu.
“Im waiting you there, on September” itulah kata yang beliau ucapkan kala itu. Sungguh tak kusangka, secepat inikah Allah menunjukkan jalan hidupku.

Kemudian muncullah ide dibenakku untuk mengajak calon untuk mengikuti seleksi berikutnya di gelombang 2 di periode berikutnya, dan akhirnya atas izin Allah kami berdua diterima dan mendapatkan beasiswa di kampus yang sama. Dan inilah yg menjadi alasan terkuat orang tua kami menyetujui pernikahan kami.

Alangkah indah rencana Sang Pencipta, apabila ada kemauan yang kuat dari kita untuk menuju ke arah yang lebih baik dalam ridhoNya, percayalah bahwa akan selalu ada jalan dan rencana indah yang Ia siapkan di akhir cerita.

Meski salah satu lifeplan ku tertunda untuk bekerja, setidaknya ada satu lifeplan yang terwujud di tahun ini.

Kami mohon Doanya agar segala persiapan kami untuk melanjutkan studi di Taiwan berjalan lancar serta cinta yang terjalin diantara kami menjadi Cinta yang tulus dan Suci yaitu (Cinta Sampai Surga).

Cukuplah Allah yg akan menjamin rezeki kami kelak
Bukankah itu Janji Allah
Sungguh tak ada keraguan kami atasNya
Tugas kita hanyalah berusaha sekuat tenaga memperbaiki kualitas hidup kami
Bahu membahu membangun kesuksesan kami dari dasar dengan tangan kami berdua, melewati manis dan pahitnya dunia bersama

Semua ini bukan hanya soal materi, namun meliputi akhlak, ilmu, iman, takwa dan visi hidup kami untuk menegakkan Agama dan membangun Bangsa
Semoga semua itu dapat semakin mengokohkan rumah tangga kami

Alhamdulillah kami telah melaksanakan
Khitbah : 3 Juni 2016
Akad : 16 Juli 2016
Mohon maaf sebesar-besarnya kami belum dapat mengundang kawan2 dan kerabat karena pernikahan kami yang sangatlah sederhana
Semoga dilain waktu diberi kesempatan oleh Allah untuk melakukan walimah dan mengundang kawan2 semua

Semoga semua yg membaca pesan ini akan segera dimudahkan menemukan jodohnya, menggenapkan separuh agama, dan terhindar dari zina
Marilah kita tanggalkan pikiran yg membuat kita ragu dalam menyongsong Bahagianya Merayakan Cinta Suci.

Jazakumullah Khairan Katsiro
Wassalamu’alaikum wr wb

Categories: Rumah Kepemimpinan | Tags: | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: