Tulisan Ramadhan #10 : Sepertiga Ramadhan

Tulisan ini adalah tulisan ke 10/30 pada Ramadhan. Semoga mampu meningkatkan produktivitas dan menjadi amal kebaikan di Bulan Ramadhan. Silahkan di share jika bermanfaat, karena kebaikan akan terasa kebermanfaatannya jika dibagikan ?

Hari ini tanpa terasa kita telah melewati sepertiga pertama di Bulan Ramadhan. Sepertiga awal yang dalam sabda Rasulullah SAW dilukiskan sebagai hari-hari yang penuh rahmat. Sepertiga awal yang biasanya shaf-shaf jamaah tarawih di masjid masih terasa penuh lagi sesak. Sepuluh hari pertama yang menjadi pertanda akan pintu surga yang dibuka lebar-lebar dan neraka yang ditutup rapat-rapat.

Apabila telah tiba Ramadhan, dibuka pintu-pintu syurga dan ditutup semua pintu neraka dan diikat semua syaitan.(HR Imam Bukhari,Muslim, Nasa’i,Ahmad-Baihaqi )

Sepuluh hari pertama tanpa terasa telah terlalui. Pertanyaannya apakah benar semua pintu neraka telah benar-benar tertutup? Apakah Benar semua syetan telah dibelenggu? Sebab entah mengapa masih saja ada kejahatan dan kemaksiatan yang terjadi. Saya masih ingat beberapa waktu lalu membaca pemberitaan ada tawuran warga di waktu sahur, ada kejadian pembunuhan, dan lain sebagainya.

Maka hal itu seakan menjadi refleksi bagi kita semua. Berarti betapa masih besarnya nafsu kita. Dengan kondisi syetan yang terbelenggu saja masih terdapat kejahatan dan kemaksiatan. Betapa hancurnya akhlak ini barangkali. Sebab berarti itu murni tanpa godaan syetan sedikit pun. Murni dari hawa nafsu manusia yang ada di dalam hatinya sendiri. Bayangkan bagaimana seandainya terdapat syetan yang menggoda? Bukankah semakin dahsyat perbuatan kejahatan dan kemaksiatan tersebut?

Sepertiga ramadhan. Memasuki hari ke sepuluh, mulai terasa jamaah masjid yang berkurang. Entah mengapa ghirah atau semangat yang telah kita canangkan di awal ramadhan juga perlahan mulai pudar. Sekarang marilah kita refleksi, sudahkah target-target ibadah kita terpenuhi? Apa kabar tilawah? Apa kabar sedekah? Apa kabar Shalat Jamaah ? Apa kabar Shalat Sunnah? Mari kita sama-sama merefleksikan diri.

Semoga kita sadar bahwa rahmat Allah sebenarnya adalah pada sepuluh hari selanjutnya. Adalah maghfirah dan pembebasan dari Api Neraka. Jika rahmat bermakna kasih sayang dari Allah, bukankah sebesar-besar kasih sayang adalah ketika Allah membebaskan hamba-hambaNya yang berlumur dosa ini dari api neraka? Semoga kita sadar bahwa kemenangan sesungguhnya di hari raya nanti, bukanlah ketika kita semakin futur dalam beribadah.

Ibarat para pemenang, adalah mereka yang bertahan hingga akhir. Sekalipun kita tahu bahwa semakin akhir godaannya semakin besar. Lihat mall, plaza, diskon, dan momentum yang lainnya semua justru terjadi di akhir-akhir ramadhan. Di mana saat ampunan dan rahmat Allah begitu besar dan gencarnya dilakukan, serta Lailatul Qadar yang begitu dijanjikan, justru di situlah godaan terbesar sedang dihembuskan yang justru dari para manusia itu sendiri.

Semoga kelak kita termasuk ke dalam orang-orang yang dirindukan oleh Surga karena puasa kita. Sebab puasa, seperti tulisan saya sebelumnya, balasannya tak terhingga dan menjadi rahasia Allah semata. Memasuki sepuluh hari kedua, mari kita kembali tata niat kita. Niat semata karena Allah. Niat mendapatkan ampunan dosa dari Allah. Niatkan untuk mencuci diri dari segala kesalahan-kesalahan masa lampau.

Allahummaghfir, ampunilah kami Ya Allah.
Di Warkop Dekat Kos,
Ceritanya baru sampai dari Malang, selepas mengisi acara Pondok Ramadhan
Sembari mempersiapkan nanti pagi observasi Tugas Akhir
23.59

Categories: Islam | Tags: , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: