Karena Kecantikanmu Membuatku Takut Kelak Jika Menikahimu

Dalam sebuah kajian pra – nikah di asrama, pada waktu aku melontarkan sebuah pertanyaan ke Ustadz Sukron. Beliau adalah seorang konsultan pernikaan islami sekaligus pengasuh pondok pesantren mahasiswa Griya Madani di Surabaya. 

“Ustadz, dalam Quran Surat An-Nur ayat 26 disebutkan bahwa Wanita Baik untuk Lelaki Baik, pun demikian dengan sebaliknya. Lalu, mengapa fenomena saat ini yang terjadi dan cukup sering terkadang lelaki baik justru mendapat wanita yang tak baik atau bahkan sebaliknya?” tanyaku. 

Dengan takzim Ustadz Syukron menjawab, “Sebab pada hakikatnya menikah adalah kembali kepada niatnya. Ingat kan tentang hadis Rasulullah SAW, bahwa wanita dinikahi karena empat hal, yaitu karena kecantikannya, kekayaannya, keturunannya, dan karena agamanya. Maka kamu diperintahkan untuk memlih karena agamanya. Nah, seringkali zaman sekarang banyak orang yang salah niat dalam menikahi seseorang. Agama bukan dijadikan landasan utamanya. Ada yang karena hartanya, keturunannya, bahkan kecantikannya atau hal-hal yang lainnya. Sebab itulah lelaki yang baik pun terkadang luput atau salah niat dalam memilih wanita terbutakan oleh kecantikannya. Pun demikian dengan wanita, seringkali juga terbutakan oleh ketampanan sang pria. Karena kesalahan niat di awal itulah barangkali banyak mereka yang tak mendapatkan sesuai yang dilukiskan Allah dalam Al-Qur’an”.

Yah, penjelasan beliau membuatku merenung cukup lama hingga insomnia selepas kajian tersebut. Tidak mudah menjaga niat memang. Sebagai manusia biasa tentu ketertarikan muncul berawal dari pandangan. Bukankah Allah berfirman dalam Quran-Nya Surat Ali Imran ayat 14, 

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang lebih baik (surga).” Bahkan Allah pun memfirmankan bahwa dalam ayat tersebut pandangan manusia memang dijadikan indah kepada hal-hal yang tersebut. 

Aku kembali merenung jika nanti suatu saat memilihmu. Benarkah karena agamamu. Ataukah jangan-jangan hanya karena kecantikanmu. Atau memang sih agamamu baik, tapi benarkah semua yang kuniatkan ini berawal dari agamamu dan bukan dari kecantikanmu? Pertanyaan itu terus terngiang-ngiang di anganku. 

Menjaga niat agar tetap lurus di jalanNya, tak ubahnya sama dengan menjaga cinta agar tetap mencintainya karenaNya. Kadang aku berpikir apakah harus mencari yang tak cantik menurutku, atau mengabaikanmu. Tapi aku tahu dibalik kecantikanmu, kau pun memiliki pemahaman agama yang barangkali cukup bagiku dan tentu kelak kita akan sama-sama belajar, karena bukankah pembelajaran itu hingga ke liang lahat nanti?

Atau nanti bisa saja aku tak memilihmu. Tapi aku benar-benar mencari yang baru. Menitipkan proposal ke murobbiku seraya menunggu, dan tsiqoh terhadap apa yang dikatakannya selama ayah dan bunda menyetujuinya. Tapi aku teringat kisah bulan, matahari, dan bumi. Bahwa bumi yang pada awalnya mencintai matahari yang indah dengan sinar teriknya,  pada akhirnya memilih bulan. Sebab bulan yang selama ini telah ia kenal, yang telah membersamai bumi dalam setiap rotasinya, yang selalu muncul di setiap malam di belahan bumi, sekalipun ia tak punya cahaya. Sebab bumi telah mengenal bulan dan siap dengan segala kelebiihan dan kekurangannya. 

Ya, kali ini kecantikanmu membuatku takut kelak jika menikahimu. Sekalipun agamamu baik, namun benarkah cintaku ini karena agamamu? Ada pepatah yang mengatakan “Bukan titik yang sebabkan tinta, namun tinta yang sebabkan titik. Bukan cantik yang sebabkan cinta, namun cinta lah yang sebabkan cantik”. Aku hanya ragu apakah cintaku lah yang membuatmu cantik? Atau jangan-jangan cantikmu yang membuatku cinta? 

Semoga karena agamamu. Semoga karenaNya, bukan karenamu. Allah luruskanlah, mudahkanlah, dan dekatkanlah…

Sembari terus berusaha memperbaiki diri, 
Untukmu, semoga cinta ini karenaNya
Semoga semua berawal dariNya. 

01.05
Di tengah mempersiapkan mengambil data esok hari untuk Tugas Akhir

Categories: Tulisan | Tags: , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: