Berjuang itu…

Berjuang itu laksana Pohon yang meranggas. Menggugurkan daunnya di musim kemarau. Ia rela “mati sejenak”. Ia rela terlihat kecoklatan. Melepaskan kehijauan daun, yang padahal nantinya menghasilkan warna-warni bunga, dan lezatnya buah. Ia rela kehilangan semua, sebab akan ada waktunya nanti bunga itu hadir. Akan ada waktunya nanti buah itu tumbuh.

Berjuang itu laksana awan yang menahan hujan. Ia tak ingin kehilangan air yang menyambanginya dari bumi. Ia mempertahankan selama mungkin. Hingga awan menjadi hitam. Menjadi berat. Walau pada akhirnya hujan turun juga. Namun awan tak lagi menahan hujan. Ia tetap membersamai air hujan. Ia tak menahan, namun melebur menjadi hujan. Sembari berjanji agar nanti kembali ke langit.

Berjuang itu laksana matahari yang menyinari bumi. Sampai suatu saat nanti matahari akan kehilangan sinarnya. Namun ia tak pernah meredupkan sedikitpun sinarnya kepada bumi. Bahkan terkadang terasa terik, panas, dan menyengat permukaan bumi. Namun itulah matahari. Ia tetap bersinar. Selagi ia mampu. Selagi Tuhan masih mengizinkan.

Berjuang itu laksana menerima. Ada banyak hal yang tak sesuai kita harapkan. Ada banyak ekspektasi yang tak terwujudkan. Pun demikian ada seorang yang kita perjuangkan lantas ia ternyata tak mau menerima. Terkadang perjuangan bahkan terasa lebih mudah dibanding menerima. Dan jika kita mampu menerima, maka itulah hakikat perjuangan.

Categories: Tulisan | Tags: | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: