Kesamaan yang Menumbuhkan

Ibarat hujan di siang hari yang terik, kau datang tiba-tiba. Padahal sesungguhnya kau telah ada di atas langit sana. Namun barangkali aku tak pernah menyadari kehadiranmu. Bahkan tak pernah pula mengharapkanmu. Sebab siang adalah waktuku tuk bepergian ke sana kemari. Namun akankah sesuatu itu menghalangiku tuk pergi? Ternyata tidak. Justru aku menikmatinya. Hujan di tengah terik mentari adalah anomali yang kunanti.

Adalah lapis-lapis lingkaran yang menakdirkan kita bertemu. Sekalipun tak pernah kita saling bertatap bahkan beradu lisan, namun cukuplah aku tahu tentangmu. Dari mimpimu, dari tulisan-tulisanmu, dan dari pemikiranmu, izinkan aku membacamu. Hingga tanpa sadar aku telah berdiri di satu di antara berjuta lingkaran. Lalu diujung sana hanya ada dirimu. Aku dan kamu dalam satu lingkaran yang sama.

Akhirnya aku tahu tentangmu. Tentang impianmu. Tentang capaianmu yang semerbaknya hingga mencapai tempatku berpijak. Yang tanpa sadar mozaik-mozaik itu menjadi satu garis lurus di samping garis yang kugoreskan. Jika saja garisku dan garismu menapak lurus berjalan menuju surgaNya, mengapa kita tidak menggabungkannya bersama?

Ah, barangkali mustahil rasanya ia tumbuh tidak dari pertemuan, namun justru dari sebuah kesamaan. Tapi nyatanya itulah yang kurasakan.

Categories: Tulisan | Tags: | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: