Cerpen : (Tidak Ingin) Menjadi Niat

catatanperjalananmiftadamai:

“Aku senang ketika tahu bahwa aku menjadi doa-doamu. Hanya saja aku tidak mau doamu selalu berisi namaku. Bila kamu lupa berdoa untuk orang tuamu, untuk saudaramu, untuk orang-orang yang jauh lebih utama untuk didoakan daripada aku.

Aku senang menjadi doamu, tapi aku tidak suka kamu menjadikanku alasan untukmu bangun setiap malam. Atau untukmu tiba-tiba rajin mengaji Quran. Aku tidak ingin menjadi niatmu, meski aku merasa bahagia karenanya. Kamu telah salah meletakkan niat, aku tidak suka menjadi sebab tersebut.

Kalau benar kamu mengerti, tentu kamu bisa memahami kata-kataku di atas, kan?”

Perempuan itu berlalu, meninggalkan laki-laki yang tidak akan pernah bisa menaklukannya dnegan kata-kata. Sebab cinta hari ini telah menjadi urusan ketakwaan, bukan lagi perasaan. 

Yogyakarta, 11 Agustus 2015 | ©kurniawangunadi

Categories: Cerita | Tags: | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: