Menjauhimu

Sebab pertemuan selalu terjadi di manapun, kapan pun, dan dengan siapa pun bahkan sekalipun kamu tak mengharapkannya. Mungkin itulah yang terbersit dalam diriku tentang dirimu. Bahwa kamu lah yang menjadikan hati – hati ini tertawan. Bahwa kamu lah yang membuat pikiran ini kadang membayang. Kalau aku bertanya kepada hati, ia tak pernah mau menjawab. Mengapa ia tertambatkan kepadamu. Barangkali ia terlalu malu, atau tak tahu. Ya, benar kata orang bijak bahwa ia bisa hadir tanpa sebuah alasan.

Diriku dan dirimu barangkali tak pernah merencanakan. Tentang percakapan yang tiba-tiba berbuah kedekatan dengan sendirinya. Tentang cerita-cerita hidup yang ternyata sama. Visi hidup yang sama. Sampai pada suatu titik sulit dicari perbedaan antara kita. Hingga suatu hari muncul pertanyaan yang sama, lantas mau apakah kita dengan kesamaan-kesamaan yang barangkali telah ditakdirkan olehNya?

Pepatah berkata tidak ada keabadian di dunia, sebab kita hanyalah manusia. Bukan Tuhan yang Maha Kuasa, bukan pula Dewa-Dewi yang sakti mandraguna. Tak selamanya pula kesamaan itu kan bertahan. Sebab seringkali kita terlena, hingga dalam perjalanan kehidupan akhirnya kita temukan irisan-irisan perbedaan. Ia datang dengan sendirinya. Sama dengan pertemuan kita dulu, demikian pula ketika kita dalam fase menemukan kesamaan.

Hingga sampailah kita pada sebuah titik perbedaan. Kita pun menjauhkan satu sama lain. Barangkali kita sudah saling tahu namun berkata pun tak mampu. Tentang sesuatu yang pernah membuat Ali dan Fathimah membisu. Bukankah seharusnya kita makin penasaran? Ah, tapi itulah anomali cinta. Semakin ia berkembang semakin ia menjauh. Membuat jarak yang kian jauh dalam kefanaan.

Lalu aku khawatir. Adakah kita akan dalam posisi hampir tak mengenal. Atau bahkan kita kan saling melupakan. Kamu pun tak lagi mudah tersenyum seperti dulu. Sebab hanya tatapan dingin yang membalas sapaanku. Hingga tatap mata pun tak lagi bertemu sekalipun kita berpapasan dalam ruang waktu.

Pada akhirnya barangkali kita menyadari. Bahwa keterjauhan ini telah tersketsa oleh sang Maha Pencipta. Sebab menjauhimu bukan berarti tak mencintaimu. Menjauhimu adalah caraku, caramu, cara kita bahkan caraNya untuk menjaga. Menjaga akan kefitrahan ini. Menjaga hingga akad terlantunkan dalam ikatan suci.

Categories: Tulisan | Tags: , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: