Merindu

dari HMTI

Sepersekian waktu meninggalkanmu barangkali membuatku terbekap rasa kaku. Sebab hati ini telah dipersatukan semenjak dua tahun yang lalu. Kita dibesarkan dengan penuh tekanan, masalah, dan cobaan. Boleh jadi itulah yang membuat kaitan itu kian merekat erat, sekalipun keterpisahan ini kian nyata. Meninggalkanmu sementara di tengah amanah yang menerpa semakin membuatku menderita. Sebab menahan rasa jauuh lebih menyakitkan dibandingkan melupakannya.

Kepada kalian izinkan kuucapkan salam rindu. Sebuah salam yang sudah sewajarnya muncul setiap waktu… setiap saat… manakala tatap ini tak terizinkan tuk bertemu, lisan ini tak terizinkan tuk beradu, serta pikiran ini tak mampu tuk bersatu. Sementara waktu terlalu kejam manakala membuatnya terasa lambat, hingga keterpisahan sementara ini serasa selamanya, sepanjang masa.

Di tempat nun jauh terpisah ribuan kilometer ini, izinkanlah tetap melukis wajah kalian dalam anganku. Wajah yang senantiasa mewarnai kehidupanku. Seringkali wajah-wajah itu menjadi kaku, marah, tangis, bercampur aduk menjadi satu hingga kepenatan pun menyerang membuatku bosan. Namun kurasakan bahwa itulah dirimu apa adanya, barangkali itulah yang membuatku jatuh cinta untuk kesekian kalinya kepada kalian, sekalipun berulang kali terkadang tersakiti, namun begitulah cinta. Satu saja ia lahir, berjuta rasa sakit pun enyah begitu saja.

Maka di sini, hanyalah jaket ungu ini yang menemani. Sekalipun idealisme ini telah beraduk dan dibentuk sebagaimanapun jua kami dipersiapkan untuk Indonesia kelak, namun tetaplah warna ungu ini menjadi salah satu ideologis yang takkan terlupa, dan biarlah jua nanti kan kutemukan irisan antara keduanya. Sebab tanpa warna ungu ini boleh jadi takkan kukenal jati diri atap yang menaungiku saat ini.

Untukmu kawanku, terima kasih terucapkan kepadamu. Hadirmu telah membuat jiwa ini tenteram dalam canda, senang dalam tawa, sendu dalam tangis, penat dalam pikir, bahkan pusing dalam kantuk. Sebab itulah maafkanlah aku manakala kata-kata yang terucap mungkin sering menyakiti. Barangkali itulah yang menjadi kekuranganku, sebab tiada kesempurnaan selama ini yang disandang oleh manusia.

Asrama PPSDMS Regional I Jakarta
06.15
Teruntuk keluargaku, HMTI ITS

Categories: Tulisan | Tags: , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: