Sebelum Manggung Bergaya di Depan Kaca Dulu

Lebih Dekat Dengan Mushonnifun Faiz, Dai Cilik Berprestasi Siswa MTsN I Malang.
Oleh: Yulianti, Wartawan Radar Malang (Jawa Pos Group) Sabtu, 21 Oktober 2006

Puluhan prestasi dalam setiap ajang lomba dakwah diraihnya. Itu karena kepiawaiannya dalam menyampaikan tausiyah di hadapan umum. Setelah diundang berdakwah di Hong Kong dua tahun lalu, siswa kelas I MTsN I Malang ini, kembali menyabet Juara I dai pelajar dalam Telkomsel Ramadhan Festival Da’i Pelajar 2006.

”Ayo kita berpuasa dengan penuh semangat. Jangan loyo, lakukan semua ibadah di bulan yang penuh berkah ini hanya karena Allah Swt, pasti Allah akan menerima amal ibadah kita dan berhasil meraih kemenangan saat Idul Fitri tiba……….”ucap Faiz, sapaan akrabnya dengan lantang pada Malam Grand Final Festival Da’i Pelajar 2006 di Telkomsel GraPARI Malang belum lama ini.

Nada suaranya yang lantang, mengucapkan…. ajakan untuk patuh terhadap ajaran Islam. Cara penyampaiaanya pun tidak monoton.Tapi terlihat jauh lebih dewasa dibanding usianya yang baru menginjak usia 12 tahun. Dia pun sangat fasih dalam melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran. Setiap orang yang melihat penampilannya pasti akan berdecak kagum karena di usia yang sangat belia, dia pun tak segan mengingatkan orang dewasa maupun teman sebayanya.

Memang ada yang berbeda pada penampilan Faiz akhir akhir ini. Saat ini, dia terlihat lebih mantap ketimbang berceramah saat duduk di bangku sekolah dasar (MIN I Malang) dulu. Selain lebih dewasa, dalam setiap tampil di panggung, saat ini Faiz sudah meninggalkan ceramah dengan teks. Kalau dulu Faiz masih suka menghafal teks dulu baru tampil, kini setiap kali diminta berceramah, Faiz tampil percaya diri tanpa teks dan tanpa menghafal terlebih dahulu.

“Meski tanpa teks, atau menghafalkan kalimat, setiap kali akan tampil dalam lomba, saya selalu berdiri di depan kaca sebagai persiapan. Yang jelas, dari setiap materi dakwah selalu berusaha saya kuasai sebelum tampil di depan umum, baik untuk mengikuti lomba maupun undangan ceramah,”tutur Faiz, saat ditemui di kediamannya kemarin.

Sang ayah, Drs. Ali Imron MPd juga menjadi komentator terakhir sebelum Faiz tampil di hadapan umum. Baginya, penilaian ayah menjadi hal yang mutlak, karena apapun komentar sang ayah tentang penampilannya memberi semangat tersendiri baginya. “Dalam setiap ceramah, saya selalu berusaha mengajak ke arah kebaikan, untuk memperkaya wawasan, saya juga rajin membaca, berdiskusi dengan teman, guru, dan ayah,”terang putra sulung dari dua bersaudara pasangan Ali Imron dan Nurul Khoiriyah yang mengidolakan mubaligh terkenal Aa’ Gym ini.

Bahkan, tak jarang materi pelajaran di sekolah pun bisa menjadi bahan untuk memperkaya kalimat yang diucapkannya dalam berdakwah. Misalnya, istilah bahasa inggris yang baru saja didapatkannya di kelas diterapkan langsung pada ceramahnya. “Ketika saya ingin mencomot kata-kata dengan Bahasa Inggris, sebelumya saya pasti mendapatkan kalimat itu dari guru kelas saya,”kata peraih Juara I Lomba Dai Cilik Jatim pada 2004 yang menggandrengi Teknologi Informasi ini.

Karena seringnya menjuarai lomba, lambat laun banyak undangan ceramah yang datang. Ini terjadi, ketika Faiz masih duduk di bangku SD. Kala itu, dia diundang dalam berbagai acara, seperti khitanan, ceramah pengantin, Maulid Nabi, maupun even Isra’ Mi’raj. “Untuk undangan berceramah memang banyak ketika memasuki momen Maulid Nabi, Isra’ Mi’raj, Ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha. Bisa jadi sehari dua kali undangan atau satu minggu dua kali dengan tema yang berbeda. (*)

Categories: Dai Cilik | Tags: , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: