Nyanyikan Lagu Ebiet hingga Goyang Inul

Senin, 29 September 2003

Minggu (28/9) pagi, suasana kampus Universitas Negeri Malang (UM) benar-benar meriah. Ratusan siswa taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar / madrasah ibtida’iyah (SD/MI) datang dari berbagai lomba dalam kegiatan Festival Anak Shaleh (FAS) XII yang digelar Badan Dakwah Masjid (BDM) Al-Hikmah UM.

Yang menarik, dari sekian lomba yang digelar, seperti pidato, tartil (baca al-Quran), cerita islami, puisi, kaligrafi, shalat berjamaah, dan lainnya, lomba pidato cukup jadi perhatian. Anak-anak kecil itu mampu memukau orang tua dengan nasihat ceramahnya.

Seperti yang disampaikan mubalig cilik, Mushonnifun Faiz. Dengan gayanya yang khas ia mulai ceramah. “Hadirin sekalian, sekarang ini banyak orang yang phobia terhadap islam. Tidak terkecuali umat islam sendiri. Padahal islam adalah rahmatan lil alamin. Sekarang saya ingin tanya, apakah kalian semua ingin selamat?” tanya Faiz dalam pidatonya.

Serentak peserta menjawab, “Ingin…”. Nah, jangankan kita semua tidak ingin selamat. Orang yang namanya Selamet pun pingin selamet. Dari Slamet Gondrong sampai Slamet Jabrik, semuanya ingin Selamet…”, lanjut siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) I Kota Malang ini.

Kepiawaian Faiz menyampaikan materi membuat decak kagum ibu-ibu yang mengintip jalannya lomba dari kaca jendela. Mereka pun sempat bertanya-tanya tentang Faiz.

Namun Faiz terus saja bertutur. Dia mengingatkan Islam datang membawa penerangan dan kemajuan. Namun sayang karena ummatnya kurang tanggap, sehingga yang terjadi justru kerusakan.

Faiz pun mengakhiri pidatonya dengan menyanyikan lagu Ebiet G. Ade. “…Mungkin alam mulai enggan, bersahabat dengan kita, coba kita tanyakan pada Inul yang bergoyang…”kalimat terakhir Faiz yang dipadu dengan menirukan “goyang ngebor” Inul sempat membuat para peserta maupun penonton terpingkal-pingkal.

Sering Tampil

Faiz, siswa kelas IV itu memang bukan sekali ini saja manggung. Dia sudah berkali-kali tampil di depan publik dan mengisi berbagai acara, seperti perpisahan Wali Kota Malang Suyitno, atau berceramah di Polwil Malang. Berbagai undangan pun kerap ia terima, bahkan dari luar kota.

“Saya memilih topik Islam rahmatan lil alamin, soalnya lebih mudah dipelajari dan saya hafal ayat-ayatnya,” ungkap putra pertama pasangan Ali Imron dan Nurul Khoiriyah ini.

Selain pidato, lelaki mungil berlesung pipit ini juga piawai dalam mendalang, nyanyi, dan bercerita, sehingga tak mengherankan apabila ia sering merebut juara di setiap lomba.

Nurul Khoiriyah, ibu Faiz, mengatakan potensi puteranya tersebut sudah tampak sejak kecil. “Dulu ayahnya itu suka bercerita kepadanya, dan Faiz itu sering bertanya. Dia anaknya berani, sehingga kami selalu mengikutkannya dalam lomba,”tutur Nurul.

Materi serupa juga disampaikan Nadia Safia, siswa MI Jenderal Sudirman, layaknya ‘nyai kecil’, Nadia malah menghiasi kalimat-kalimat pidatonya dengan lagu-lagu Rhoma Irama.

Ketua umum FAS XII, Saifudin Zuhdi, mengatakan, kegiatan rutin yang digelar setiap tahun ini merupakan upaya mengenalkan ajaran Islam secara dini kepada siswa TK dan SD/MI. Acara ini diikuti sekitar 800 peserta berasal dari Jombang, Jember, Bondowoso, Surabaya, dan Sidoarjo.

Peserta dari Malang, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, tetap mendominasi. “Kami berharap acara ini bisa memfasilitasi potensi yang mereka miliki agar bisa berkembang dengan baik,”tandasnya. (m taufik zuhdi)

Categories: Dai Cilik | Tags: , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: