Euro Trip Day 4: Jejak Islam di Eropa (2): Sevilla – Alcazar, Perpaduan Mahakarya Bangsa Moor dan Romawi

Sevilla hingga hari ini seolah masih menari dalam angan
Adalah kota di mana banyak para seniman terlahir
Penduduk Spanyol mengibaratkan kota ini laksana wanita cantik nan menawan
Tak pelak, siapa pun yang mengunjunginya seolah merasa tersihir
Ada banyak jejak islamΒ  walau sekarang hanyalah tinggal kenangan
Maka teruslah langitkan munajatmu, agar kelak islam di sini kembali terlahir

Perjalanan kami selanjutnya adalah Istana Alcazar. Lokasinya tepat di sebelah dari Sevilla Cathedral. Datang ke situ ternyata antrinya Masya Allah =)). Jauh lebih panjang. Untungnya kami sudah membeli tiket online jadi bisa langsung skip antrian panjangnya. Nah kami tapi terlambat satu jam dari jadwal yang diharuskan karena saat di cathedral, antrian menuju puncak tower la giralda cukup panjang. Untungnya saat itu petugasnya masih membolehkan.

The Lion Gate

Lion Gate: Istana Alcazar (Sumber: Ibrahimsfamily.com , ceritanya fotonya kok nggak ada dari kamera saya 😦

Continue reading

Categories: Europe, Halal Trip, Travelling | Tags: , , , , , , | 1 Comment

Euro Trip Day 4: Jejak Islam di Eropa (1): Sevilla – La Giralda dan Gema Adzan yang Hilang

La Giralda Minaret – Sevilla

Dari puncak Metropol Parasol, aku melihat keindahan Kota Sevilla. Tunggu! Masih ada yang kurang. Aku pun berputar mencari di mana bangunan itu. Menara yang berdiri kukuh semenjak abad ke-12, dan selama 800 tahun lamanya menjadi bangunan tertinggi di Sevilla. Ah, akhirnya kutemukan. Warna kecoklatannya semakin indah kala terik mentari menyinarinya.

Menjelang pukul 12, aku dan teman-teman berjalan menuju ke Sevilla Cathedral. Lalu terdengarlah suara itu. Gema lonceng berdentum tepat dari menara depanku. Tak kubuang waktu, kukeluarkan hp-ku dan kurekam momen itu. Dan tanpa sadar air mataku menetes.

Tak kudengar lagi suara azan
Yang tersisa hanyalah dalam angan.
Tak kulihat lagi kemilau perunggu di puncak nan menyilaukan.
Yang kini terlihat adalah lonceng-lonceng yang bergantungan.

Kutapakkkan kakiku pada puncak La Giralda
Kubayangkan berabad silam sang muazin membuat azan bergema
Kutatap 4 penjuru mata angin Sevilla
Dan aku pun bertasbih atas keindahannya, untuk kesekian kalinya
Namun tentu saja yang kulihat hari ini tak se-elok dahulu kala
Saat kau telah membuat azan bergema
Niscaya dari 4 penjuru kau saksikan gerombolan manusia beriringan
Menuju tempat sujud yang kini hanyalah tinggal kenangan.
Continue reading

Categories: Halal Trip, Journey | Tags: , , , , , | 6 Comments

Euro Trip Day 3: Barcelona – Another Dream Comes True

“El futbol sempre s’ha de jugar de manera atractiva, s’ha de jugar a l’atac, ha de ser espectacular”

“Football always must be played in an attractive way, you must be offensive, it must be showtime”
Johan Cruyff (1947 – 2016)

Tanpa terasa 14 jam sudah kami menempuh perjalanan di bus. Sekitar pukul 2 siang, kami sampai di Terminal Bus Barcelona Nord. Dari situ kami langsung bergegas menuju La Sagrada Familia. Akibat salah membeli tiket bus sebelumnya di Paris, kami terancam saat sampai di La Sagrada Familia sudah tutup. Iya, sebab hari itu adalah 26 Desember 2018, yang di mana merupakan Boxing Day, sehingga tempat-tempat wisata rata-rata hanya buka sehari saja. Continue reading

Categories: Europe, Halal Trip, Journey, Travelling | Tags: , , , , , | Leave a comment

Euro Trip Day 2 – Paris: Garis Imaji Menuju Tanah Suci

Di tengah-tengah antrian untuk berfoto di depan Arc de Triomphe, sontak tiba-tiba ingatanku melayang ke sebuah novel yang kubaca di tahun 2011. “99 Cahaya di Langit Eropa” karya Mbak Hanum Salsabila Rais, yang kali pertama membacanya saat itu membuatku penasaran. Benarkah bahwa bangunan ini tepat menghadap kiblat? Sembari menunggu berfoto di depannya, iseng-iseng aku membuka Google QiblaFinder di hp ku. Aku berputar mengikuti arah kompas dari semula menghadap ke Arc de Triomphe, 180 derajat ke belakang hingga pandanganku menuju Champ Elyess, salah satu poros jalan utama di Paris. Dan aku pun bertasbih. Bahwa benar, sekalipun menyimpang sedikit, sekitar 5 derajat, bangunan iniΒ  menghadap ke Makkah. Kembali aku ingin memastikan sendiri. Percakapan Hanum dan dan Marion dalam buku 99 Cahaya di Langit Eropa seakan muncul kembali dalam ingatan. Axe Historique, garis imajiner yang katanya membelah Paris, kuamati pelan-pelan di aplikasi google maps-ku. Kulihat pelan-pelan, dan kembali lisan ini bertasbih. Di depanku tepat ada jalanan Champ Elyess, kemudian ketika ditarik garis lurus kembali ke arah Makkah, maka ia akan melewati Monumen Obelisk, Museum Louvre, hingga Arc de Triomphe de Carrousel. Masih terkesiap, kuberbalik kembali ke Arc de Triomphe. Di atasnya tampak patung kereta kuda Yunani Kuno, yang ditarik 4 ekor kuda dan diapit dua perempuan bersayap, kesemuanya menghadap ke arah kiblat.

Continue reading

Categories: Europe | Tags: , , | 2 Comments

Blog at WordPress.com.